bmi hongkong

Di Hong Kong, Kaya dan Miskin Sama Saja

4:59 PM

Mana kaya mana miskin tidak bisa membedakan saat berkumpul di  Mall.


Sebenarnya kaya dan miskin itu dilihatnya dari mana sih ya? Apa dari rumahnya, mobilnya atau gadget yang dia gunakan?

Saat berkerumun di Hong Kong, waktu antri naik transportasi umum atau di supermarket, sama sekali saya tidak bisa membedakan mana orang kaya dan orang menengah maupun orang yang tidak mampu. Kalau diliat dari cara berpakaian, mereka juga tidak kelihatan. Beda dengan Indonesia, dilihat dari warna kulitnya saja kadang sudah kelihatan, mana orang kaya dan orang yang tidak mampu, atau dari pakaiannya, yang terlikat agak kusam dan kucel pasti sudah bisa mengira kalau mereka itu dari golongan bawah.

Pejabat, rakyat biasa, buruh bangunan, pedagang saat berbaur ditempat umum adalah sama. Sama sebagai rakyat yang sedang mencari nafkah untuk biaya hidup dia dan keluarganya.

Satu contoh kecil saja saat mengantri di bank, tidak ada prioritas kalau pejabat harus didahulukan dari pada warga biasa. Tidak ada diskriminasi untuk hal ini. Tidak ada saling srobot agar dilayani lebih dulu, semua sabar mengantri untuk menunggu panggilan.

Tidak ada gerak tubuh yang harus bungkuk-bungkuk saat bertemu dengan pejabat, dengan boss atau dengan orang penting. Biasa saja, tetap berdiri tegak.

Ini sangat jauh beda dengan para orang berada dan pejabat negeri kita. Mereka maunya dihormati, dihargai dan didahulukan kepentingannya tanpa mau antri berbaur dengan rakyat biasa. Gengsi? Mungkin iya. Mereka kebanyakan jaim kalau harus berkumpul dengan rakyat biasa, maunya diberi jalan spesial terdepan dan didahulukan

Duh, manusia ini diciptakan ke dunia oleh Tuhan pada dasarnya adalah sama, namun sayang dibuat beda oleh manusianya sendiri.

Yang merasa kaya selalu ingin terlihat lebih tingga derajatnya dibanding yang miskin (meski tidak semua) dan yang miskin kadang terlalu merasa rendah diri saat bertemu orang-orang kaya.

Mungkin saat berkerumun di mall, kalau di Indonesia bisa diidentikkan kalau yang masuk ke mall itu adalah orang-orang kaya, tapi tidak Hong Kong. Orang sangat kaya pun bisa blusukan ke pasar pinggir jalan atau pasar yang ada di  tiap sudut kota Hong Kong berbaur dengan pedagang kecil lainnya. Jadi orang kaya tidak selalu identik dengan yang mengisi mall-mall besar, pun juga dengan orang miskin, tak selalu yang berada di pasar-pasar karena banyak juga orang kaya yang menyusuri pasar-pasar ini.



Entah sampai kapan jarak ini akan terus terasa di bumi Indonesia. Membandingkan Indonesia dengan Hong Kong seperti bumi dengan langit saja. Bukannya ingin men-cap Hong Kong sebagai Negara paling baik, bukan. Namun harus diakui bahwa di Hong Kong diskriminasi itu sangat-sangat kecil sekali. [FN]

You Might Also Like

0 komentar