Hong Kong

Hukum Perburuhan Hong Kong Diinjak-injak Oleh Agen dan PJTKI

3:03 PM



Banyak yang sudah tahu kalau hukum di Hong Kong sangat tegas dan tidak pandang bulu terhadap siapapun, baik itu pejabat atau rakyat biasa, warga asing maupun lokal kalau bersalah tetap akan mendapat hukuman yang sesuai dengan kesalahan yang dia perbuat. 

Namun anehnya, entah ini sengaja atau memang sudah ada kerja sama antara orang Hong Kong dengan orang Indonesia yang mengurusi dunia perburuhan dalam hal ini adalah Buruh Migran Indonesia, mereka telah nyata-nyata menginjak-nginjak hukum yang telah berlaku di Hong Kong. 

Seperti gaji untuk pembantu rumah tangga. Di Hong Kong, aturan gaji untuk pembantu rumah tangga (PRT) adalah HK$ 3740 (setara Rp 4.400.000) namun oleh pihak agen yang tentu bekerja sama dengan PJTKI yang adalah orang Indonesia, para PRT kebanyakan hanya mendapat gaji HK$ 1800-2000 (setara Rp 2.120.000) saja. Apalagi calon BMI yang belum mempunyai pengalam kerja di luar negeri, pasti akan mendapatkan gaji underpay yakni HK$ 1800-2000. 

Contoh ke dua adalah hak libur. Pemerintah Hong Kong memberi hak libur bagi PRT yakni satu minggu satu hari, libur nasional dan cuti tahunan. Namun faktanya, masih banyak PRT dari Indonesia yang tidak mendapatkan hak libur ini, pun juga dengan uang ganti yang sama sekali tidak mereka terima. Tentu ini karena majikan dan pihak agen yang tidak memberikan hak-hak untuk pekerja dalam hal ini PRT.

Contoh ke tiga, Pemerintah Hong Kong hanya menetapkan 10% dari gaji satu bulan untuk potongan agen (HK$ 374) namun untuk Indonesia, para BMI gajinya dipotong HK$ 21000 (setara Rp 24.780.000). Ini adalah contoh nyata yang saat ini BMI Hong Kong rasakan dan alami.

Sayangnya, pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) seperti sudah menutup mata dan hati untuk hal ini. [FN]

You Might Also Like

0 komentar