bmi hongkong

BMI Hong Kong: Uang dan Selingkuh Penyebab Cerai

6:12 PM




Meski sering bertemu saat belanja atau sedang jalan-jalan di sekitar apartemen bawah, saya tidak tahu namanya siapa dan berasal dari daerah mana. Dia pernah cerita kalau setiap hari telpon ke rumah dan pulsa HK$ 50 dolar kadang kurang untuk menelepon anak dan suaminya. Ini cerita 2 tahun yang lalu, awal-awal kami bertemu.

Minggu kemarin tak sengaja kami naik bus bareng saat pulang dari libur Minggu. Saat bercerita tentang majikannya, barulah saya tahu kalau dia bernama Wati. Saat saya tanya anaknya umur berapa dan di rumah sama siapa, barulah saya tahu kalau dia sudah bercerai dengan suaminya sekitar setahun yang lalu.

Hmmm, lagi-lagi kasus cerai menghinggapi BMI. Wati bercerita kalau suaminya sudah menikah lagi dan kini tinggal di Malaysia. Sedang anaknya yang sudah SMP kini ikut neneknya.

Wati, perawakan dia kecil dengan tinggi kira-kira 150 cm (mungkin kurang). Merawat seorang bobo (nenek) yang menurutnya lumayan baik meski pelit untuk urusan uang. Wati sering berpakaian sexy saat liburan. Kesehariannya dia senang mengenakan celana pendek dan kaos ketat.

Wati bukanlah BMI pertama yang rumah tangganya gagal dan berujung dengan perceraian. Ada puluhan bahkan ratusan BMI lain yang terpaksa keluarganya berakhir karena si-suami di rumah selingkuh atau sudah tidak ada lagi kecocokan. Kenapa bisa begini?

Istri rela banting tulang di negeri orang dan meyerahkan anaknya untuk dirawat suami, tapi kenapa imbalan yang didapat seperti ini? Suami selingkuh dengan perempuan lain, belum lagi uang kiriman yang hancur entah kemana, tak berwujud apa-apa.  

Masih banyak cerita serupa seperti ini. Saya sendiri berharap tidak akan menjadi pemain di dalamnya. [FN]

You Might Also Like

0 komentar