bmihongkong

Kedepalan Kalinya Harus Puasa di Negeri Orang

5:02 PM

Rumah tahun 2009 masih sangat memprihatinkan



Lagi, ini sudah kedelapan kalinya harus menikmati puasa di negeri orang. Tahun 2005 menjadi tahun terparah sepanjang hidup. Sama sekali tidak tahu bulan puasa, awalnya kapan dan bahkan lebaran idul fitri pun sama sekali tidak tahu. Kejamnya dunia saat itu L

Terkungkung di rumah tanpa tahu informasi penting membuat saya menjadi orang paling bodoh sedunia. Idul fitri, kan hari paling special, bagaimana mungkin saya sampai tidak tahu?

Jarak sebulan surat dari kampong datang. Ya Allah, menetes air mata ini membacanya. Banyak kerabat datang ke rumah, bertanya bagaimana kabar Fera di Hong Kong. Bapak bercerita kalau halaman rumah ada 4 mobil terparkir, semua adalah saudara dari luar kota yang datang ingin berlebaran.

Saat itu, tahun 2005 keadaan rumah masih sangat-sangat memprihatinkan. Jangankan lantai keramik, kamar mandi pun masih bertembokkan anyaman bambu yang karena sering tersiram air bawahnya bolong-bolong dan ini membuat emak harus menunggu petang dulu baru berani mandi, apalagi sumur terletak persis di depan rumah. Di pinggir jalan pula.

Itulah salah satu alasan kenapa saya harus berangkat ke Hong Kong. Sangat memprihatinkan melihat keadaan rumah dan segala isinya, pun juga saat melihat wajah-wajah yang mulai keriput  yang berwarna coklat tua karena terbakar panasnya matahari setiap hari namun ternyata belum cukup mampu untuk membawa perubahan besar kondisi ekonomi.

Dunia selalu berputar, memang. Tidak ada gunanya selalu menyalahkan  keadaan. Dan saat ini saya bisa merasakan kebebasan berpuasa, tahu kapan datangnya dan juga menyiapkan idul fitri meski tetap masih di luar negeri, tentu tak lain karena keadaan yang sudah berpihak kepada saya.

Entah ini puasa yang terakhir saya di negeri orang, atau saya masih akan berpuasa di sini untuk tahun depan, depannya lagi dan depannya lagi, saya belum tahu.
Saya berharap akan di pertemukan lagi di bulan puasa tahun depan. 

You Might Also Like

2 komentar

  1. Kok bacanya jadi sedih??? saya pun sudah hampi 6x ini tida puasa dan lebaran di rumah... :'-(

    ReplyDelete