bersih

Bersih Itu Harus

12:02 PM



Gak nyambung ni gambarnya :D


Mungkin menurut kebanyakan orang yang masih sebatas mendengar tentang Hong Kong dan orang-orangnya akan membayangkan kalau Hong Kong ini adalah negara yang sangat bersih. 

Padahal sebenarnya kalau dibandingkan dengan Singapura, Hong Kong masih kalah bersih. Saya belum ke negeri singa, tapi menurut cerita dari para sahabat yang pernah berkunjung ke Singapuran, memang benar Hong Kong masih kalahbersih dengan negeri singa itu.

Saya pernah bekerjaselama dua tahun dengan orang Hong Kong yang menurut saya bersihnya super duper bersih, bahkan mungkin paling bersih se-Hong Kong.

Bayangkan saja, setiap malam selesai ngepel lantai, semua sepatu yang hari itu dipakai harus di lap alasnya baru masuk ke rumah. Ada lagi, mejamakan setiap kali habis dipakai harus dilap tiga kali. Pertama dengan handuk plus sabun  cair, kedua handuk bersih dan ketiga dengan handuk lagi. Bisa dibilang kalau pantatnya dengan meja makan malah bersih meja makan. Tahu sendirilah gimana cara orang China memperlakukan pantatnya (jorok ya?) Mending orang Indonesia, dicuci bersih pakai air, la ini? Cuma dilap pakai tisu, tisukering pula (hiii.....serem).

Pernah juga nih karena tidak sengaja. Suatu malam si madam pulang kerja membawa jaket yang dimasukkan ke kresek bersih. Buat persediaan saja, katanya kalau dingin bisa dipakai kalau enggak dimasukin ke tas. Pas sampai rumah saya keluarkan jaket itu dari kreseknya lalu saya tarus di atas kursi. Eh dia langsung teriak..

"Ceceee.....kursi ini tadi aku duduki, kamu tahu kan? Celanaku kotor belum mandi, belumganti baju. Itu jaket bersih jadi kotor kan? Kamu cuci besok."
Hiduuuhhhh.....jaket cuma nempel di kursi yang bekas dia duduki, suruh cuci lagi. Seeettt deh.

Tapi justru dari dia (mantan madam) saya belajar banyak soal kebersihan. Jadi ketularan sampai sekarang bahkan saat pulang kampung. Saya tidak akan memasukkan tas tangan yang habis saya pakai ke dalam almari sebelum saya lap bersih atau saya cuci :D

Lainnya, saya tidak akan menaruh tas saya di sembarang tempat. Misalnya, saat saya lagi benerin baju atau kerudung, saya memilih mengapit tas saya diantara kedua kaki daripada meletakkannya di lantai yang diinjak-injak oleh ribuan kaki manusia yang entah habis menginjak apa saja, saya tak rela.


Contoh kecil sekali ini, setiap malam, selesai acara rutin makam malam, saya akan melepas dan mencuci kondom hape dengan sabun lalu mengelap hape saya baru deh taruh hape di ranjang tempat tidur.


Mungkin terkesan terlalu kemayu, tapi karena kebiasaan jadinya ya saya tidak merasa terbebani dengan kebiasaan saya sendiri. Lagian  bersih itu kan ibadah, sebagian dari iman dan bersih itu juga bagian dari keindahan. Jelek-jelek tapi kelihatan bersih lebih menarik daripada cakep tapi kotor, iyakan?

Mungkin karena kebiasaan juga, saat pulang melihat rumah yang seperti kapal pecah, debu di mana-mana membuat saya manyun. Dari pada ngomel-ngomel yang belum  tentu akan berubah menjadi bersih dengan sendirinya, lebih baik tangan segera bergerak. Orang tua yang melihat saya seharian tanpa henti beres-beres biasanya hanya tersenyum saja.

“Kebiasaan di sana bersih, lihat rumah kotor sedikit saja sudah bingung.” Komentar orang tua di belakang saya.

Lalu, kalimat berikutnya segera menyusul,

“Memang, rumah terasa akan lain kalau ada anak perempuan di rumah.”

Nah, kalau sudah begini, rasanya gimana gitu. Pengen di rumah terus, tapi mikir pemasukan dari mana. Vieewww


You Might Also Like

4 komentar

  1. Aduh... jadi mikir mau ngundang Fera ke rumah, rumah saya kan super jorok, apalagi kalau Rizki pulang sekolah atau habis bermain. Gimana ya, padahal ingin sekali Fera bertamu ke rumah... :-( #melas

    ReplyDelete
  2. Om Dian, TUAN rumah lebih penting, lebih dari segalanya dari pada rumahnya, om.
    Percayalah, saya pasti mampir kalau main ke JKT :D

    ReplyDelete
  3. Alhamdulillaah, lega. Semoga Allah mempertemukan kita Fera, karena kamu adalah salah satu diantara anak saya...

    ReplyDelete