kesetiaan

Kesetiaan Dibalas Perselingkuhan #2

9:47 PM





Sebelumnya

Nita benar-benar menelepon saya keesokan harinya. Nada suaranya masih berat terdengar di telinga saya.

"Mbak, sampeyan kapan libur? Ketemuan lagi yuk." ajaknya.


"Minggu depan, mbak. Saya liburnya Sabtu dan Minggu, gantian." jawab saya.


"Yah, gak bisa ketemu dong, mbak." seperti ada rasa sesal dalam nada suaranya.


"Tenang mbak, kalau libur Sabtu saya akan kabari, atau sampeyan minta libur Minggu bisa gak?" jawab saya lagi.


"Saya liburnya Sabtu terus, mbak. Gak pernah dikasih Minggu." tambahnya.

"Oh, ya sudah gak papa. Kan ada telpon. Kalau butuh temen ngobrol, telpon saya aja." hibur saya.

"Iya mbak. Oh iya, kemarin itu setelah cerita ke sampeyan, pikiran saya agak plong, mbak. Perasaan saya lebih tenang." curhatnya.

"Nah, bagus dong, mbak. Kalau ada masalah jangan disimpan sendiri. Banyak kok teman yang peduli, yang meskipun tidak bisa membantu semuanya, paling tidak bisa mengurangi ganjalan di hati sampeyan." tambah saya.

"Benar sekali, mbak. Saya jadi mikir, untung kami belum nikah, kalau menikah trus dia kayak gitu, entah apa jadinya saya mbak. Belipat-lipat sakitnya pasti." katanya kemudian.

"Mbak, percayalah, yakinlah, apa yang kita yakini baik dan sempurna itu belum tentu baik di mata Allah." tambah saya.

"Iya, iya, mbak betul." jawabnya.

Hari-hari setelahnya hampir setiap hari kami ngobrol. Saya merasa banyak perubahan pada Nita. Yang sebelumnya saya tidak pernah mendengar tawanya, dia jadi bisa tertawa saat kami cerita hal lucu. Nita mulai bisa menerima keadaan. Mulai iklas menerima kehilangan orang yang yang dia sayangi.

Meski saya tahu tak mudah untuk melupakan pacarnya, tapi paling tidak Nita sudah bisa mengendalikan dirinya sendiri untuk tidak dikendalikan oleh perasaannya karena terlalu berlarut-larut dalam kesedihan.

Saat libur Sabtu, saya meluangkan waktu untuk sekedar ngopi bersama disela-sela libur saya yang kadang ada acara kadang juga kosong. Melihat Nita bisa tersenyum dan tertawa rasanya ikut bahagia. Nita, umurnya menginjak 25 tahun. Perawakannya mungil kulitnya coklat.


Tapi, saya sedih juga saat Nita mulai menyinggung soal uang yang dia kirim untuk pacarnya itu. 


"Gak nyangka, mbak. Saya bingung harus gimana." dengan gelengan kepala Nita mendesah melanjutkan ceritanya soal bagaimana saat pacarnya butuh biaya mendesak, Nita mengirim uang untuk pacarnya.

"Bingung juga ya, mbak. Apalagi nilainya lumayan untuk ukuran keluarga di kampung." jawab saya.

"Iya, mbak. Makanya......., saya kalau ingat....., akh gak taulah mbak." katanya lagi.

Dilema. Nita, saya tidak bisa menganjurkan kamu harus bagaimana. Saya cuma bisa membantu doa semoga urusan kalian cepat selesai. Jangan sampai gara-gara masalah ini masa depanku yang masih panjang hancur. Kasihan orang tua dan saudara-saudaramu di kampung.

Saya janji akan selalu ada untukmu. Semampu dan sekuat saya akan selalu menjadi pendengar setiamu atas segala keluh-kesahmu.

Semua masalah pasti ada jalan keluarnya, Nita. Percayalah. Dengan kejadian ini kamu pasti jadi lebih berhati-hati lagi berkenalan dengan orang apalagi di dunia maya.


Hmmmm, cinta memang buta. Pesonanya mampu memporak-porandakan siapa saja yang dilanda. Mampu menghancurkan karang  sekalipun. Lebih tragisnya, kesetiaan  yang dijaga harus sirna sekejap saja oleh godaan orang ketiga.

But, Allah Maha Adil. Toh DIA lebih tahu mana yang terbaik untuk umat-NYA. Bukankah wanita yang baik hanya untuk laki-laki yang baik? Dan sebaliknya.

Nita, tenangkan hatimu. Mari bersama terus memperbaiki diri menyambut hadirnya yang baru, yang pasti benar, yang tidak akan mengecewakan, tidak akan menyakiti dan menduakan, tidak akan menghianati karena ketakutannya pada Illahi.

Jangan mencari yang takut istri, tapi mari mencari yang takut pada ILLAHI ROBHI.
Fight Nita. I’ll be there for you. 


You Might Also Like

4 komentar

  1. Replies
    1. Bang Iaann,,,,makasih sudah mampir :D

      Delete
    2. Hahahaha,, baru tw saya klo dirimu seorang blogger juga,, keren kerenn (y),,,
      Lanjutkan ya,,
      Saya tunggu cerita-cerita yang laen,,
      :)

      Delete
    3. Yeii,,,udah lama kali bang :D

      OK siapppp semangat melanjutkan cerita-cerita yang masih terpendam :D

      Delete