kesetiaan

Kesetiaan Dibalas Perselingkuhan

11:14 PM




Saat saya sedang menikmati libur hari Sabtu pertengahan Desember, berjalan sendirian menuju Victoria Park, tak sengaja saya melihat seorang BMI sedang termenung sendiri di kursi dengan tatapan kosong. Matanya sembab, sepertinya dia habis menangis.


Saya mendekatinya lalu duduk di sebelahnya. Dia tersenyum seolah menyilahkan saya duduk di sampingnya. Saya ajak untuk kenalan. Dia menyebut namanya dan daerah asalnya, Lampung. Dia bisa ngomong Jawa karena orang tuanya asli Jawa.

Saya tanya "mbak habis menangis ya?"

Dia mengangguk, saya melihat butiran bening keluar dari matanya.

"Mbak kenapa?" tanya saya kemudian.


"Hatiku hancur, mbak. Pacar saya selingkuh, padahal saya sudah berkorban sangat banyak untuk dia." tuturnya sambil tiba-tiba memeluk saya.


Kerongkongan saya tiba-tiba kering. Baru saja kemarin saya mendapat cerita serupa, hari ini saya harus mendengar cerita yang sama.

"Mbak jangan nangis, coba mbak cerita pelan-pelan. Siapa tahu bebannya bisa berkurang." bujuk saya.


Nita (samaran) mulai bercerita tentang pacarnya yang dia kenal melalui Facebook. Hubungan mereka sudah jalan 2 tahun. Dua kali bertemu saat Nita pulang kampung. Pacarnya orang Bandung mereka janjian untuk bertemu di Jakarta.

Kedua orang tua sudah menyetujui hubungan mereka. Nita kembali ke Hong Kong dengan niat untuk mengumpulkan modal sebagai bekal berumah tangga kelak, sedang si pacar bekerja di perusahaan swasta dan nyambi kuliah. Kurang setahun lagi lulus S1, kata Nita dengan suara terisak.

Nita tahu kalau pacarnya selingkuh dari seorang temannya yang kebetulan sudah kenal dengan si pacar. Tak sengaja teman Nita memergoki pacarnya sedang antri di Bioskop untuk nonton film. Mereka terlihat sangat mesra, bergandengan tangan, dan sesekali saling menggoda, ya bayanginlah kalau orang lagi jatuh cinta seperti apa. Dunia milik berdua, lainnya dianggap ngontrak semua.

Nita menghentikan ceritanya. Masih dengan terisak dia bertanya ke saya

"Apa yang harus saya lakukan, mbak?"


"Sampeyan yakin kalau pacar mbak selingkuh?" tanya saya.

"Yakin, mbak. Saya lihat foto mereka di Facebook. Komennya mesra sekali." jawabnya.

"Facebook siapa?" tanya saya

"Facebooknya si cewek itu." jawabnya.

"Memang sampeyan temenan sama dia?" selidik saya.

"Dari akun teman saya. Hancur mbak hati saya. Teganya dia menghianati saya." kembali Nita menangis sambil memeluk saya.

"Mbak, sabar ya. Untung selingkuhnya saat kalian belum menikah. Kalau sudah menikah, apalagi punya anak, akan lebih sakit lagi, mbak." saya mencoba menenangkan dia.

"Iya sih, mbak. Tapi......, sakit mbak hati saya." tambahnya.

"Saya bisa merasakan apa yang sampean rasakan, mbak." bisik saya.

Saya lihat Nita mulai tenang. Dia menghapus air matanya dengan tissue. Mengatur nafasnya lalu kembali bercerita tentang pacarnya.
Hubungan mereka sebenarnya baik-baik saja. Setiap hari saling berkabar entah melalui SMS, inbok FB ataupun telpon. Nita sama sekali tidak menyadari kalau ternyata di jauh sana pacarnya punya wanita lain. Nita sudah sangat percaya sama pacarnya. Nita berharap bisa menikah dengannya setelah kontrak kerja usai. Tapi, ternyata takdir berkehendak lain. 

Saat saya singgung soal uang, Nita kembali menangis dan memeluk saya.

“Aku gak nyangka bakalan diginiin, mbak.” Isaknya.

Duh……Nita…..Nita. Kamu yang sabar ya. Percayalah semua yang baik dan buruk itu ada balasnya.

Saya hanya bisa memberi masukan semampu saya. Menyuruh Nita untuk sabar dan bersyukur atas kejadian ini. Pasti ada hikmahnya, Nita. Percayalah. Tak lupa saya memberi nomor telpon dan menyuruhnya untuk menelepon saya kapan saja.

Bersyukurlah karena kalian belum dipersatukan dalam pernikahan. Tak mengapa menangis sebulan atau dua bulan, tapi kebahagiaan yang akan mendatangimu  kelak pasti jauh lebih indah dari apa yang kamu bayangkan.

Sebenarnya cerita seperti ini kerap kali dihadapi BMI, baik Hong Kong maupun negara lain. Baik yang masih pacaran yang kebanyakan kenal di dunia maya, maupun yang sudah menikah.

Ada rasa geram saat uang yang begitu susah mencarinya tapi disalahgunakan oleh orang tak bertanggung jawab. Yah, cinta memang buta. Mungkin karena terlanjur terpikat, jadi apapun bisa mengalir dengan mudah.  Dan saat hubungan yang dulunya begitu manis tiba-tiba hancur oleh orang ketiga, penyesalan pasti selalu datang belakangan.

Cerita ini belum kelar. Akan saya sambung ditulisan berikutnya sambil menunggu curhat Nita. 

You Might Also Like

1 komentar