ani

Sahabat: Bahagia Itu Sederhana

11:37 PM



Always smile together


"Hari Minggu kita kemana?" 

"Hmm....kemana ya? Ntar kita pikir bareng, penting ketemuan dulu. OK."

Begitulah percakapan  rutin yang biasanya terjadi beberapa hari sebelum saya libur di hari Minggu. Soalnya libur gak nentu sih, kadang Sabtu kadang Minggu. Libur bersamanya menjadi hari yang selalu membuat saya ceria dan jauh dari gundah gulana (ciyus, enelan).

Semenjak jalan bareng ke pantai Sek O, Oktober tahun lalu, kemudian main ke Disnely Land lalu diteruskan dengan jalan-jalan ke tempat-tempat lainnya bersama membuat saya akrab dengannya. Sebenarnya kenal sudah sangat lama dan kenalnya pun di dunia yang menurut saya sangat keren, ngeblog. Iya, kita sama-sama blogger gitu ceritanya, keren gak sih?

Bertemu pertama kali tentu saja saat acara kopi darat, kalau tidak salah saat itu pas Hari Raya Kurban tahun 2011. Kaget juga sih saat bertemu pertama kali. Oalaah, ini toh namanya Aulia. Ternyata perawakannya imut, mungil, dan dugaan saya umurnya masih 17 tahun gitu, gak taunya.....(sebut umur gak ya?).

Saya suka gaya bicaranya Aulia yang menurut saya berlogat Jakarta banget dan saat ngomong bahasa Jawa malah agak kagok gimana gitu. Maklum, mungkin karena lama hidup di Jakarta ya. Tapi saya suka gaya elo siuce, soalnya dirimu gak pake "elo...elo...gue...gue" kalau ngomong. Kalau sampek pake "elo gue" mending kita END aja deh, eh.

Pertemuan kedua seingat saya saat kopdar besar bersama Admin Kompasiana saat datang ke Hong Kong. Terus pertemuan ketiga kalau tidak salah saat menonton film negeri 5 menara. Terus pertemuan-pertemuan berikutnya saya sudah lupa karena saking seringnya.

Kalau sekarang jangan ditanya, setiap kali libur harus ketemu, itu prinsip (halah). Kadang ada rasa menyesal, seperti pengalaman bertemu Pak Lud. Kenapa tidak dari dulu kenal ya? Tapi saya tahu ya memang begini cara Allah mempertemukan para umat-Nya lalu kemudian menjauhkannya. Ujian juga sebenarnya, bisa tidak kita tetap menjalin persahabatan yang sangat indah ini meskipun terpisah ruang, jarak dan waktu? Yes, hope we can, say. 

Sebegitu berartinya seorang sahabat bahkan lebih berarti dibandingkan pacar, di manapun itu. Huwaaa, kalau menghitung hari kepulanganmu, rasanya pengen nangis, siuce. Banyak tempat yang belum kita sambangi bersama. The Peak Madame Tussauds, Macau, Patung Budha, Cheung Chau, terus mana lagi ya? Itu kan tempat-tempat target kita. Sayangnya waktu tidak bisa diajak kompromi sepertinya. Perpanjang visa aja ya, please (merayu dengan wajah melas)

Benar dan sangat benar, saat jauh dari keluarga, sahabat menjadi tempat pelarian paling tepat. Posisi sahabat bisa melebihi kekasih sekalipun. Hanya sahabat yang selalu mengerti tentang baik dan buruknya kita. Hanya sahabat yang akan selalu memaafkan dan kembali menerima kita saat berbuat salah. Sahabat akan menyatakan "salah dan jelek" dengan jujur karena dia tidak ingin berbohong yang hanya membuat kita bahagia sementara tapi menyesal selamanya.

Siuce, saya tidak tahu ungkapan apa lagi yang akan saya tulis di sini sebagai ucapan terima kasih atas persahabatan yang sangat indah ini. Semoga Malaikat mencacat mimpi dan angan kita.

"Iya, aku pasti akan menungguimu di hari bahagiamu kelak." Janji saya dalam hati.

Semoga waktu berpihak pada kita ya, siuce. Sangat ingin kita bercerita bersama tentang apa saja di malam hari. Saat semua orang terlelap karena esoknya harus bertempur di dapur rumahmu untuk menyiapkan hidangan buat para tamu. Ingin tahu tentang perasaanmu menyambut hari bahagia. Melihat ekpresimu yang saya tahu di hatimu berkecamuk jutaan rasa antara sedih dan bahagia.

Sedih karena mungkin tidak bisa lagi tidur bersama Ibumu. Bahagia karena ada orang yang setiap pagi saat matamu terbuka ada dia di sampingmu. Tersenyum manis lalu mengecup keningmu dan berbisik "i love you, sholat subuh yuk."

Seseorang yang akan menghadiahimu puisi atau fiksi sebagai ungkapan sayangnya padamu. Tapi ingat ya siuce, dunia tak sebatas dalam puisi dan fiksi, sebab dunia yang akan kamu arungi adalah dunia nyata yang tanpa tendensi apa-apa nantinya. Dunia yang bukan dongeng  atau film serupa Rama dan Sinta, atau Romeo dan Juliet. Tapi, kalian bisa menjadi pelaku dengan drama yang kalian nikmati sendiri dan dengan alur dan cerita yang bisa kalian bikin sendiri, dengan ijin-Nya dan pengaturan-Nya.

Tidak bisa membayangkan lagi saya. Bagaimana perasaanmu jika apa yang kita bayangkan itu menjadi nyata, bahkan jauh lebih indah dari yang sering kita bayangkan bersama, semoga akan lebih indah dari yang sering kita bicaran bersama.

Masih belum puas rasanya kaki ini menjelajah tiap sudut Hong Kong bersamamu. Belum puas rasanya menikmati kopi saat sore hari, saat kaki-kaki kita sudah lelah karena perjalanan seharian mencari sesuatu yang kita ingin dan butuhkan, atau kadang hanya sekedar keisengan kita blusukan ke tempat-tempat yang membuat mata kita lapar lalu akhirnya rasa kantuk mendera dan pelabuhan akhir adalah ngopi bersama.

Biasanya saat itulah kita ungkapkan semua cerita yang belum pernah kita adu bersama. Cerita yang belum sempat terkuak atau melanjutkan cerita lama dengan sisi yang berbeda. Perdebatan kecil adalah warna karena selalu berakhir dengan canda tawa yang sering membuat orang sekeliling menoleh ke kita. Lalu setelah kita sadar, kita pun tersenyum saja dan melanjutkan cerita yang sayang kalau terputus di tengah-tengah saja.

Siuce, nanti ya, saat kaki ini mendarat kembali ke tanah air, aku janji sahabat pertama di Indonesia yang akan aku hubungi adalah kamu. Berharap kita bisa bertemu lagi, entah di mana dan dengan cara apa. Allah pasti mendengar harapan dan doa kita.

Masih ada satu sahabat kita yang akan menemaniku menghabiskan  sisa-sisa terakhirku di Hong Kong, Ani. Bersamanya (semoga) nanti kita akan kembali merangkai cerita baru, di tanah baru yaitu tanah di mana kita selalu merindu saat jauh darinya, Indonesia.

Anggap saja tulisan ini sebagai kado. Saya tidak bisa memberimu apa-apa. Saya hanya ingin dunia beserta isinya tahu bahwa SAHABAT adalah anugrah yang sangat istimewa, nilainya melebihi intan dan berlian paling mahal sekalipun.

Jalan bersama


Berpetualang bersama



Selalu merindukan saat-saat berbagi denganmu


Sahabat sejati merupakan perlindungan yang pasti.
Sahabat, bahagia itu sederhana, sesederhana saat aku mengenalmu dan bisa berbagi apa saja bersamamu.

You Might Also Like

5 komentar

  1. Speechless..
    Terpaksa bengong sambil ngemut lolipop :D
    Ini nulisnya pasti sambil ngebayangin wajah gw yg unyu dan menggemaskan tapi banyak dosa hahaha..
    Sst gak boleh bilang loe gue! *pasang tameng tentara sebelum ada sendal melayang*

    anyway, Sahabat ada dimana2. Mereka datang tanpa kita undang pergi taj usah diantar (semacam jaelangkung :lol: ).

    ReplyDelete
  2. Jiyaha ngaco ini mas admin blogger. Saiya belum kelar nulis komennya eh kok langsung publish :evil:

    Intinya begini Feraku yg manis. Ceritanya ngerayu biar dibeliin kado lagi. Kalau kemarin sudah dibeliin tas "kremes" yah sapa tahu nanti bakalan dibeliin sepatu Prada huwahaha.

    Daku kan selalu ada untukmu. Siang malam pagi dan petang. Dini hari nggak ya, itu jatah buat sponge bob nanti. *nyengir jelek*

    Selama internet masih menyala di Indonesia kita akan tetap berkencan dengan porsi yang sewajarnya. Ahh.. Ngomong apa lagi? Sudah ya nggak kuat ini mau nyari tong dulu, embernya gak muat nampung iler eh air mata guee...

    ReplyDelete
  3. Setelah Tas Kremes, sepatu Mia-Mia menyusul :D

    Ntar kalau dapat angpau kita menggila bersama lagi, mau dibawa kemana ayo aja, hajaaarrrr

    :D

    ReplyDelete
  4. hehehe...keyen! logatnya emang gitu ya? kirain cuma kalau lagi ngobrol sama aku! nek ngomong jowo kaku iku ancene kaku opo digawe kaku yo? :D

    utang lunas udah datang baca dan komen! hehehehe! nitip link blogku ya? http://sastramayaonline.blogspot.com http://favenews.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang kaku, mas :D
      Kalau ngomong Jakarta luwes dia

      Siap meluncur ke TKP.

      Delete