BMI

Begini Rasanya Kehilangan Lalu Menemukannya Kembali

11:40 PM

Hape jadul yang sering sekarat



Hape saya memang tergolong sudah jadul, tapi masih kuat lah untuk teleponan 3 jam lebih tanpa henti, meskipun sehari hanknya bisa 10 kali. Mati sendiri lalu hidup sendiri, beda dikitlah dengan hidup segan mati tak mau.

Minggu, 3 Maret 2013 saat pulang dari libur naik bus, hape saya ini tertinggal di bus. Kebetulan saya duduk di bangku atas, dan penumpang hanya beberapa saja tidak penuh. Karena ngantuk sekali, saya pun sampai tertidur sedang hape saya taruh diatas tas dan saat turun saya lupa dengan hape saya.

Begitu turun dari bus, yang rencananya ingin menikmati semangkuk ngaulam min terpaksa gagal setelah teringat kalau hape tertinggal. Di miscall berkali-kali tidak ada yang angkat, duh. Akhirnya naik bus lagi menuju terminal akhir untuk mencari hape, berharap hape saya disimpan oleh sopir bus. Feeling saya sih sangat kuat, hape saya pasti selamat.

Setelah sampai terminal, buru-buru saya mendekat ke bus nomor 90B.

“Em koi, Sike, ngo em kinco tinwa.” Saya bilang ke sopir kalau kehilangan hape di bus.

“Lei, siha wanha, hai siong pin.” Coba kamu cari di atas ada gak.

“Hoak.” Jawab saya dan lalu naik ke bus menuju lantai atas. Mendeket ke kursi tempat 
saya duduk, melihat ke bawah, ke samping tapi tidak menemukan apa yang saya cari. Saya coba miscall lagi ke nomor hape yang hilang, tidak ada nama suara lagu Broken Angel yang dari tahun lalu belum saya ganti.

Duh, hape saya tidak ada. Sopir pun tidak tahu, emaakkk. Saya pun turun dari bus dan bilang ke sopir kalau hape saya tidak ketemu.

“Ngo em ci wo.” Katanya. Dia bilang kalau bus ini baru datang, saat saya tanya apa iya saya salah masuk, bus. Dia jawab “enggak” untuk memastikan.

Saya menjauh dari bus dan mencoba untuk menelepon hape saya lagi. Nada sekali, dua kali, tiga kali, empat kali ada yang angkat.

“Wai.” Suara laki-laki di sana. Ada rasa bahagia merasuk tiba-tiba. Yah, semoga hape saya selamat.

“Wai, hallo Koko, muisia, liko hai ngo tinwa.” Saya bilang permisi dulu lalu bilang ke dia kalau ini hape saya.

“Hamai lei em kin co tinwa?”  Apa kamu kehilangan hape, tanya dia.

“Haiya, hai pasi kotoa.” Iya, di bus, jawab saya.

Lalu dia bertanya dimana saya tinggal. Saya beri tahu  tinggal di blok mana. OK kamu tunggu saya di depan Maxim ya, katanya. Maxim toko roti ya, tanya saya. Iya, 10 menit lagi nyampek sana. Kamu pakai baju warna apa, tanya dia lagi. Saya jawab baju saya warna biru dan pakai kerudung.

“Hoak, hai koto tang ngo lah.” Jawabnya ramah.

“Hoak. Em koi say, Koko. Toce say.” Jawab saya.

“Mo hak he.” Balasnya dan telpon pun ditutup.

Saya berjalan menjauh dari terminal bus menuju ke tempat yang dijanjikan. Tidak sampai 5 menit saya sudah sampai. Melihat ke kiri kanan, ternyata belum ada orang yang mendekati saya. Sabar dulu, hape saya kan selamat meski pun kondisinya sudah sekarat.
Akhirnya dari jauh saya melihat seorang laki-laki mendekati saya sambil tersenyum,

“Cece, hamai lei em kinco tinwa?” tanya dia.

“Haiya.” Jawab saya sambil tersenyum.

“Hamai liko hai lei ko tinwa.” Sambil menunjukkan hape berkondom hitam, hiks.

“Haiya, haiya.” Jawab saya.

“Coba kamu telpon ke sini, aku ingin memastikan apa benar ini hape punya kamu.” Pintanya.

“Hoak.” Jawab saya lalu memencet nomor ke hape yang dia pegang.

Yes, bunyi.

“OK. Hape tak kasih ke kamu, lain kali hati-hati ya.” Katanya sambil menyerahkan hape saya.

“Hoak. Cenhai emkoi sai lei wo. Toce say.” Ucap saya berterima kasih tanpa bertanya namanya siapa dan blok berapa karena dia langsung berlalu setelah hape berada di tangan saya.

Akh, ternyata masih ada orang jujur di bumi ini. Ternyata feeling saya tepat juga bahwa hape saya pasti kembali. Meski hape saya umurnya hampir 4 tahun, tapi saya tetap setia  (karena saya memang tipe setia :D) menjaganya dan merawatnya dengan baik. Sama seperti benda lain, karena ingat bahwa untuk mendapatkannya butuh perjuangan yang panjang (halah). 

Terima kasih Sinsang, ternyata lebih tepat saya panggil tuan karena sepertinya anda sudah berkeluarga. Semoga rejeki anda lancar ya. 

Gagal makan ngaulam min, akhirnya saya pun berlabuh ke KFC. Meskipun sebenarnya bosan dengan makanan ini, apa boleh buat adanya cuma ini. Sambil makan pikiran saya menerawang ke mana-mana. Seumur-umur, sepertinya baru kali ini saya ketinggalan hape karena saya termasuk orang yang bukan pelupa akut (ngeles).

Berharap tidak lupa lagi setelah ini. 

You Might Also Like

3 komentar

  1. hpnya udah mirip punya saya,,
    sering nge restart sendiri,,
    kadang perlu digoyang2 dikit biar sadar :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihihi..... penting gak malu-maluin ya bang :D ganti sama
      iPhone aja bang, enak loh

      Delete
  2. masih rezeki tak akan kemana mbak Fera hihi

    ReplyDelete