ani

Libur Penuh Kesibukan yang Mengasikkan

5:52 PM

Acara Mission di Central



  
Libur Minggu selalu menjadi hari yang menyenangkan. Kegiatan baru menambah kesibukan dari yang sebelumnya bisa pergi ke sana kemari untuk jalan-jalan, sekarang harus benar-benar meluangkan waktu tersendiri untuk me time (halah).

Minggu, 3 Maret 2013, seperti biasa, bangun tidur masih sering molor, masih belum tega meninggalkan hangatnya selimut ditengah cuaca dingin yang masih menyelimuti Hong Kong. Suhu 13 derajat membuat tidur sangat nyenyak, suara alarm yang sudah disiapkan pun tak terdengar padahal hape nempel dengan badan, duh.

Mandi lalu siap-siap untuk berangkat menunggu bus yang akan membawa ke Causeway Bay, markas biasanya BMI berkumpul untuk menghabiskan liburan.
Agenda Minggu cukup padat, undangan mampir untuk meliput di acara ulang tahun Victoria Dancer.

Jam 11 sampai tempat ternyata acara belum dimulai. Tanya kepada ketua panitia katanya masih nunggu juri. Jam terus berputar, masih ada tugas lain menunggu. Saya harus print surat lalu mengopinya untuk dibagi ke teman-teman di Central.

Ngeprint dan ngopi surat di Causeway Bay tidak tahu tempatnya, terpaksa harus ke Wanchai. Jam 12.30 saya tinggalkan acara Victoria Dancer, tanpa pamit lalu segera menuju ke pemberhentian Teng-teng (Tram) untuk menuju Wanchai.

Sekitar 10 menit naik tram, turun, lalu segera mencari tempat untuk print dan foto copy. Tidak butuh waktu lama, setelah beres telpon berbunyi,

"Nda, lagi dimana?" suara di sebrang sana bertanya.

"Di Wanchai lagi foto copy." jawab saya.

"Ngo do ngo a, makan bareng yuk di tempat Bu Amin." pintanya dengan melas karena lapar, dari pagi belum makan katanya.

"Hoak. Ketemu di mana. Time Square ya?" jawab saya

"OK, tak tunggu di sana ya."

"OK, habis foto copy tak meluncur ke sana." balas saya.

Setelah foto copy beres saya segera meluncur ke tempat yang dijanjikan, meski saya terpaksa belok dulu untuk mampir ke Toko Malaysia membeli jilbab.

Dengan langkah cepat saya merapat ke Time Square. Senyum buncis menyambut saya plus pelukan dan cipika-cipiki tentunya. Sambil ngobrol kami berjalan menuju tempat Bu Amin untuk makan siang.

Tidak sia-sia makan disini karena menunya sangat enak di lidah saya dan saya berhasil melahap seporsi besar nasi ayam goreng tanpa sisa, yeaahh. Ani pun saya kalahkan. Sambil ngobrol sana-sini kami duduk-duduk untuk menunggu perut kami bisa ajak jalan lagi. Yah, liputan lain menunggu. Ada demo di depan KJRI.

Jam 2 kami beranjak dari tempat Bu Amin menuju KJRI. Yel-yel sudah terdengar dari jarak 1 KM. Kami segera merapat mendekat ke barisan. Melihat beberapa teman dari media lain sedang mengambil gambar kawan-kawan yang sedang orasi. Sekitar 100 BMI melakukan demo di depan KJRI untuk menuntut beberapa hal yang selama ini mereka terus perjuangkan tak kenal lelah.

Tak lebih dari 10 menit saya di depan KJRI, saya pun beranjak meninggalkan Ani dan lainnya untuk menuju ke Central. Langkah kami beradu cepat bersama 2 teman lain dari ATKI kami menuju ke MTR. Naik MTR menuju Central tak buruh waktu lama, tidak lebih dari 5 menit lalu kami keluar Exit K.

Suara MC terdengar jelas saat kami mendekati panggung acara. The Mission For Migrant Workers on the Ocasion of its 32 Anniversary Present. Begitulah yang tertulis dalam banner panggung. Buruh Migran dari berbagai negara berkumpul di sini untuk berbagi kebolehan masing-masing. Dandanannya pun beragam. Berbagai seni budaya mereka tampilakn bergantian.

Disela-sela acara, saya jalan kesana-kemari untuk menemui beberapa teman yang sudah janjian sebelumnya untuk melanjutkan diskusi kami. Cuaca memang dingin. Semakin malam angin berhembus tambah menusuk ke tulang. Tapi tetap semangat berdiskusi sambil menikmati makanan mendengarkan diskusi lain untuk persiapan menyambut Hari Perempuan Internasional.

Akh, libur Minggu yang berkesan, meski kaki pegal luar biasa. Jam 19.30 saya pamit untuk pulang. Mencari halte bus yang akan membawa saya menuju ke tempat tinggal. Meski agak muter-muter karena saya memang malu bertanya, akhirnya ketemu juga bus tujuan, meski bukan yang caya cari. Tak apalah, meski agak lama, saya bisa tidur saat naik bus, pikir saya. Dan memang benar saya bisa menikmati tidur saat bus berjalan meski hanya sebentar.

Nikmat itu sederhana :) 

You Might Also Like

5 komentar

  1. penyakit kita sama Fera, suka tidur di angkutan umum. Nikmaaat kayak tidur di ayunan....

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul om :D lebih enak dari pada di kasur kan?

      Delete
  2. Seru memang bs menikmati hari Minggu penuh santai :)
    Kunjungan baliknya ya mbak.

    ReplyDelete