blogger bmi

Ayo! Gerakkan Penamu Demi Perubahan Buruh Migran

5:15 PM

Berbagi dunia tulis-menulis sambil ngopi

Sabtu, 27 April 2013, untuk ketiga kalinya saya berkesempatan main ke Shelter di kawasan Jordan. Shelter Bethune House namanya, adalah tempat penampungan sementara BMI yang terkena kasus dan sedang menunggu kasusnya ditangani oleh Labour.

Banyak cerita dan kisah saya peroleh dari sana dan hampir semua adalah kisah sedih. Ada BMI yang lari dari rumah majikan karena sering dipukuli dan tidak mendapat makan yang layak, ada yang kerjaannya melampaui batas, ada juga yang diperlakukan tidak manusiawi dan sederet masalah lain yang membuat mereka memilih kabur.

BMI memilih kabur karena sudah tidak kuat mendapat perlakuan buruk dari majikan. Untungnya para BMI ini berani untuk berontak dan keluar dari tempat mereka bekerja lalu mencari keadilan. Mereka ditampung sementara sambil menunggu kasusnya ditangani oleh pihak Labour.

Ada satu cerita yang membuat saya miris. Seorang BMI, sebut saja namanya Ani,   bekerja di sebuah rumah yang lumayan besar. Majikan perempuan selalu di rumah, anaknya dua sedang majikan laki-laki bekerja. Setiap hari Nyonya selalu marah dan memukul Ani saat pekerjaan Ani tidak memuaskan. Bahkan kedua anaknya dan suaminya pun sering dipukuli sampai berdarah-darah.

Ani menceritakan hal ini sambil menangis, teringat dengan suami dan anaknya sendiri di Magetan, Jawa Timur sana. Niat Ani ingin membantu keluarga terpaksa harus berhenti sejenak sampai kasusnya selesai dan mendapat majikan yang baru. 

Atas perlakuan buruk majikan ini, Ani memilih untuk kabur dan menelepon salah satu akitivis buruh migran di Hong Kong. Sebelumnya Ani sudah mencari-cari informasi bagaimana caranya saat terpaksa harus kabur atau break kontrak dari rumah majikan. Beruntung Ani sudah mengantongi nomor telepon mana yang harus dia hubungi saat terkena masalah.

Ternyata di tahun 2013 ini, masih saja ada orang yang memperlakukan pekerjanya layaknya budak belian. Padahal di Hong Kong, hukum ketenagakerjaan lebih tegas dibanding di Indonesia, tapi nyatanya masih saja kecolongan.


Dibanding saya, mungkin Ani masih jauh lebih beruntung. Medio tahun 2005, saat saya masih awal-awal bekerja di Hong Kong, jangankan nomor telepon para aktivis buruh migran, nomor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) saja saya tidak tahu, hape pun tidak punya, mencuri telepon di rumah majikan sama sekali tidak berani.

Saat di Shelter, saya berbagi sedikit kisah saya ke mereka dengan harapan mereka juga mau membagi cerita dan kisah yang mereka miliki menjadi sebuah tulisan supaya dibaca oleh orang lain. Siapa tahu dari tulisan para BMI yang terkena kasus dan sedang menunggu di Shelter ini bisa menjadi inspirasi BMI lain atau calon BMI yang sangat ingin bekerja ke luar negeri.

Di era digital seperti saat ini, sebagai BMI, memanfaatkan dengan sebaik-baiknya gadget yang dimiliki untuk kebaikan tentu menjadi sebuah keharusan. Facebook, Twitter, dan Blog adalah media untuk kita bersuara dan salah satunya melalui tulisan. 

Apalagi di Hong Kong, internet lumayan lancar dan sangat terjangkau, tentu sangat disayangkan kalau kesempatan yang ada tidak digunakan sebaik-baiknya.  Itu yang selalu saya tekankan ke mereka, pun juga dengan kawan-kawan yang punya keinginan besar untuk menulis tapi tidak tahu caranya, atau masih bingung cara memulainya.

Saya yakin, setiap BMI punya cerita atau kisah yang entah lucu, sedih atau unik. Kalau mereka mau berbagi cerita mereka ke dalam bentuk tulisan dan bisa dinikmati oleh banyak orang, tentu orang-orang di luar sana akan tahu tentang kondisi BMI di tempat kerja itu seperti apa. Lika-liku dan seluk-beluknya bekerja di luar negeri itu bagaimana

Pun juga orang-orang yang sering menganggap remeh para BMI yang identik dengan orang-orang bodoh dan berpendidikan rendah, pasti mata mereka akan terbuka  lebar bahwa BMI juga manusia yang derajatnya sama bahkan ada yang punya kemampuan lebih dibanding mereka yang bekerja sebagai pejabat. 

Karena tulisan bisa membawa perubahan. Semangat terus buat kawan-kawan yang sedang belajar menulis. Ayo gerakkan penamu dan yakinlah kalau kamu pasti bisa. Bisa membawa perubahan melalui tulisan.

Kayauu!!

You Might Also Like

0 komentar