jambalaya

Lomba Kebaya Modern BMI Hong Kong

12:36 AM

Ini pemenangnya


Minggu, 23 Juni 2013 saya berkesempatan melihat acara lomba busana kebaya modern yang diadakan oleh Jambalaya Dancer. Jambalaya  adalah sebuah organisasi BMI di Hong Kong yang kini berumur 5 tahun. Dalam Anniversary ini diadakan lomba antara lain Karaoke dangdut, Dancer dangdut, Busana Tomboy Funky dan Kebaya Modern.

Saya akan membagi cerita soal lomba kebaya modern yang menurut saya paling menarik. Ada 79 peserta yang ikut dalam lomba ini. Busana yang mereka kenakan juga tergolong wah dan wow menurut saya. Bergantian mereka naik ke atas panggung dan memeragakan busananya lengkap dengan sanggul dan riasan ala model papan atas.

Dengan sepatu yang hampir semua peserta mengenakan hak tinggi dan kebaya yang ekornya panjang menjuntai, ada yang sampai 2 meter, 3 meter atau lebih. Sambil berjalan mengelilingi panggung dan tersenyum ke arah juri dan penonton. Meski saya lihat banyak juga yang kesulitan berjalan karena kebaya yang terlalu ribet sampai keinjek-injek dan bahkan ada yang hampir jatuh saat baru melangkah.

Saya sempat mewawancarai peserta lomba setelah peragaan usai dan menunggu pengumuman.

Lia Maharani, BMI dari Trenggalek dan 3 tahun bekerja di Hong Kong sudah berkali-kali ikut lomba peragaan busana dan pernah juga menjadi juara. Saat saya tanya soal busana yang dia kenakan untuk lomba ini, meminjam atau punya sendiri. Lia menjawab kalau kebaya yang dia pakai meminjam ke salon dan sekaligus juga merias wajah sekalian sanggul rambut. “Habis berapa mbak untuk semuanya” tanya saya. “500 mbak semuanya.” Wow, angka yang cukup fantastis. Meminjam kebaya, merias wajah dan sanggul rambut HK$ 500.

Adel, dari Blitar sudah 6 tahun di Hong Kong. Ini baru pertama kali mengikuti lomba peragaan busana, sebelumnya dia aktif di organisasi ATKI. Ternyata busana yang dia kenakan juga menyewa dan tarifnya pun sama dengan Lia yakni HK$ 500.

Wuih, tarif yang lumayan juga ya, tapi masih ada yang lebih mahal lo, HK$ 500 ini tarif paling minimum soalnya. Ini tentu akan menjadi ladang bagus bagi BMI yang sudah mahir merias wajah, akan menjadi ajang promosi sekaligus mencari pengalaman juga penghasilan tentunya saat ada acara-acara lomba serupa.

Melihat begitu banyaknya peserta yang ikut lomba dan juga memperhatikan riasan wajah yang halus juga kreasi kebaya yang bagus-bagus membuat saya kagus dengan para BMI yang begitu kreatif. Nanti saat mereka pulang ke Indonesia seterusnya dan membuka salon, pasti mereka bisa bersaing.

Waktu duduk manis di kursi juri paling depan, kebetulan ada orang Hong Kong yang sibuk memotret lalu duduk di samping saya. Saya tanya dia apa suka dengan peragaan busana seperti ini. “Iya, saya sudah berkali-kali melihat acara seperti ini, biasanya ada teman Indonesia yang ngasih tahu.” Jawabnya.

“Menurutmu, busana mereka bagus-bagus gak.” Tanya saya.

“Tak pik lenga.” Sangat (special) bagus. Jawabnya

“Kesini bawa teman lain gak.” Tanya saya lagi.

“Enggak, saya sendiri ke sini.” Jawabnya lagi sambil tetap sibuk memotret peserta lomba yang lenggak-lenggok di atas panggung.

Saya melihat ke belakanga ternyata ada beberapa orang Hong Kong dengan kamera besar-besar dan lensa yang panjang sibuk mengambil gambar. Sesekali mereka tersenyum dan terlihat sangat menikmati acara ini.

Wah, ini tentu bisa menjadi ajang promosi tentang keindahan busana Indonesia yakni kebaya. Apalagi kalau para potografer itu mau membagi ke media cetak atau paling tidak menulis di blog.


Dan silahkan nikmati foto-foto ini. 

Pangan ya ekornya 

Sanggulnya tinggi banget 

Ini juga panjang ekornya

Bagus-bagus kan?

Cantik ya

Cameranya, gak nguati

  
Nah ini orangnya yang ngobrol dengan saya

Semua foto koleksi pribadi tapi ngambilnya dengan hape. 

You Might Also Like

0 komentar