babi

Pentol Sapi Dicampur Daging Babi Membuat BMI Takut Makan Bakso

12:07 AM

Gak tau pentol apa ini

Setelah kasus daging babi yang disulap menjadi daging sapi, atau telur ayam palsu sekitar tahun 2011, akhir-akhir ini heboh lagi soal adonan campuran antara daging sapi dan babi yang dinamai "ngau yun" atau pentol bakso daging sapi.

Seperti kasus di Indonesia yang juga heboh. Pentol bakso ada campuran daging babinya dan banyak pedagang bakso yang meskipun tidak ikut mencampur adonan daging sapi dengan babi ikut menikmati imbasnya, dagangannya kurang laku dan banyak pelanggan takut untuk membeli.

Di Hong Kong mencari makanan halal memang tidak terlalu sulit karena banyak sekali terdapat warung Indonesia, tapi kalau ingin makan di warung atau restoran China yang berlabel halal sangat susah. Katanya soup ikan, tapi tetap saja ada  daging babinya. Dan banyak lagi makanan yang namanya tidak dijelaskan terbuat dari bahan apa saja.

Untungnya saya sendiri sangat jarang makan penthol bakso yang dijual di pasar atau supermarket. Apalagi setelah ada berita bahwa pentol sapi dicampur dengan daging babi, saya jadi sangat menghindari untuk membeli.

Saya pernah melihat di TV bagaimana proses pencapuran antara daging sapi dan babi sampai menjadi penthol. Ternyata perbandingannya sangat jauh. 25% daging sapi dan 75% daging babi. Warnanya merah persis seperti daging sapi semua. Dan setelah jadi penthol, katanya justru lebih enak yang dicampur dengan daging babi dibanding dengan penthol yang semuanya terbuat dengan daging sapi. Aneh kan?

Bagi orang Hong Kong mungkin ini tidak menjadi masalah, karena daging babi adalah makanan mereka sehari-hari. Tapi sangat menjadi masalah bagi kaum muslim yang mayoritas adalah BMI yang tinggal di Hong Kong. Mendengar kabar ini tentu saja banyak BMI yang takut saat mengonsumsi penthol, jangan-jangan ada campuran babinya.

Orang China memang pintar, pintar berbuat licik (maksudnya) untuk mencari keuntungan tanpa memikirkan hak-hak konsumen yang dia langgar. Tapi masalah ini sudah dibawa ke jalur hukum. Semoga saja mereka kapok untuk berbuat kesalahan yang sama. 

Tapi kalau mengingat kasus serupa pernah terjadi, rasanya kok pesimis pencampuran daging babi dan sapi akan benar-benar hilang dari bumi China atau Hong Kong L


Yah, untung saya punya langganan bakso halal. Penjualnya orang Indonesia yang sudah puluhan tahun di Hong Kong. Harganya menurut saya paling mahal diantara bakso-bakso Indonesia yang ada di Hong Kong, dan tentu saja ada label halalnya. Semoga benar-benar halal. Saya yakin halal yang si-empunya orangnya baik dan religious, semoga penilaian saya tidak salah.

Bakso Arema namanya

You Might Also Like

4 komentar

  1. Tetap berhati-hati.. itulah kuncinya, agar terhindar dari makanan haram itu.

    ReplyDelete
  2. Lho, Kakak Fera sekarang nulisnya di sini? Di kompasiana gak nulis lagi?

    ReplyDelete