BMI

Ketakutan Saat Berangkat ke Luar Negeri dan Pulang Kampung

4:19 PM

Liburan hari Minggu


Bekerja di luar negeri selalu identik dengan gaji tinggi, padahal bekerja di luar negeri itu tidak semuanya bergaji tinggi. Pun juga dengan kenyamanan dan keamanan. Kalau nasib berpihak, pasti akan mendapatkan rasa aman dan nyaman di tempat kerja, tapi kalau pas kena apes, yang terasa pasti sakit dan sengsaranya.

Tidak mudah memutuskan bekerja ke luar negeri, apalagi bagi yang belum punya pengalaman sama sekali, terlebih dengan umur yang belum genap 20 tahun. Butuh pertimbangan matang dan juga keberanian untuk memutuskan “iya, aku bekerja ke luar negeri.” Atau bagi yang sudah punya anak, istri atau suami, banyak pertingan lagi untuk meninggalkan keluarga.

Pun juga saat memutuskan  ingin pulang “seterusnya” dari luar negeri, dalam artian, tidak akan kembali lagi bekerja di luar negeri dan mulai memikirkan membuka usaha sendiri di kampung halaman. Tidak mudah juga memutuskan hal ini, apalagi sudah merasakan bagaimana enaknya bekerja di luar negeri. Gaji yang bisa mencukupi kebutuhan keluarga di rumah dan juga kebutuhan sendiri, menikmati hari libur bersama kawan-kawan, atau setiap hari bisa melihat dan merasakan suasana luar negeri yang tentu jauh beda dengan kondisi kampung halaman.

Pikiran-pikiran buruk pasti terlintas, contohnya, “nanti kalau di kampung ngapain ya, uangku cuma segini, biasanya setiap bulan dapat gaji kalau pulang siapa yang mau ngasih gaji, dan sederet pikiran lain yang menunjukkan rasa takut.

Apapun alasannya, berangkat ke luar negeri atau memutuskan pulang ke kampung halaman dan tidak akan kembali lagi bekerja ke luar negeri adalah sama-sama dibutuhkan keberanian luar biasa.

Tapi satu hal yang menjadi pegangan manusia bahwa rejeki sudah ada yang mengatur. Di manapun kita berdiri, di situ pasti ada rejeki. Besar kecil tergantung bagaimana cara kita mensyukurinya.

Punya uang Rp 5 juta, kalau bisa memanfatkan dengan baik untuk membuka usaha, pasti hasilnya ada. Tapi, meskipun punya uang Rp 50 juta, kalau tidak bisa memanfaatkan dengan baik, ya pastinya akan habis entah kemana.

Jadi, buat kawan-kawan BMI yang masih takut memutuskan pulang karena sebuah pertanyaan, atau banyak pertanyaan berkeliaran di atas kepala “nanti di rumah mau ngapain”, mulai sekarang sebaiknya meraba-raba, kira-kira usaha apa yang cocok saat kita pulang kampung kelak. Toh tidak selamanya kita akan bekerja di luar negeri, bukan? Kita punya keluarga yang menunggu di rumah, punya kampung halaman yang menanti perubahan.  


So, saatnya memikirkan masa depan setelah puas bekerja di luar negeri. Pulang ke kampung halaman dan memulai usaha baru dengan bekal yang kita dapat di luar negeri. Jangan takut, rejeki ada di mana-mana J

You Might Also Like

6 komentar

  1. mengapa harus takut pulang? bukankah hujan air mata di negeri sendiri lebih bahagia daripada hujan duren di negeri beton? :)

    selamat ya, ini blog nya sungguh menginspirasi. Teruskan, dan kutunggu dikau di kabar-kabar selanjutnya. Yux, ngendong ke blog ku juga ya....

    salam dari wonosobo,

    udmari.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mbak sudah mampir, salam kenal ya.

      Makanya saya gak takut pulang ni :D semangat pulang, waktunya membuka sesuatu yang baru di kampung halaman

      Delete
  2. mungkin takut pulang gara2 tidak berhasil dan takut balik karena takut akan diperas oleh KTKLN...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini bukan soal KTKLN om :D

      makasih sudah mampir

      Delete
  3. mau nambahin ce, masalah intern keluarga juga bisa jadi penyebabnya menunda nunda dan ketidak jelasan waktu lamanya merantau, contohnya “ah tidak ada yang mengharapkan kepulanganku, mereka hanya butuh uangku” seperti itu banyak ce.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang banyak juga keluarga yang hanya mengharapkan kiriman kita tanpa mau mengerti kondisi kita di tempat kerja gimana.
      Apalagi yang kadung tiap bulan menikmati jatah kiriman, kalau anaknya pulang otomatis jatah gak ada, nah bagaimana harusnya para BMI ini tidak memanjakan keluarga dengan cara yang salah.

      Lebih baik kasih modal untuk usaha kecil-kecilan di rumah atau nyewa tanah untuk bertani, jadi biar ada pemasukan sekaligus mendidik keluarga agar tidak manja :)

      Delete