AMCB

Mengikuti Persidangan Kartika, BMI yang Dianiaya Majikan Selama DuaTahun

10:13 PM



Justice for Kartika, justice for all migrant

Untuk pertama kalinya saya mengikuti Persidangan kasus penganiayaan terhadap BMI bernama Kartika Puspitasari 18-9-2013 yang digelar di pengadilan tinggi Wanchai. Pukul 2.30 waktu Hong Kong, sidang dimulai dengan pembacaan kronologi. 

Kartika, BMI Hong Kong yang bekerja selama 2 tahun pada majikan bernama Tai Chi Wai (42) dan Catherine Au Yuk Shau (41) sering mendapat penyiksaan dan tidak diberi makan layak serta gaji yang tidak dibayar. Bahkan saat ditinggal pergi berlibur ke Thailand, tubuh Kartika diikat di kursi dan tidak diberi makan minum selama 5 hari. Lebih tidak manusia lagi Kartika dipaksa memakai pampers.

Dalam sidang kali ini, banyak sekali BMI yang ikut masuk ke ruang sidang untuk menyimak vonis terhadap mantan majikan Kartika. Kartika tidak hadir dalam sidang ini, dari pihak KJRI diwakili Sendra (konsul ketenagakerjaan) dan staf lain. 

Pukul 1 siang, puluhan BMI dibawah naungan Asian Migrant Coordinating Boby (AMCB) dan International  Migrant Alliance (IMA) malakukan aksi Justice for Kartika di depan pengadilan dengan dukungan dari beberapa masyarakat  lokal Hong Kong yang bersimpati terhadap kasus ini. Banyak media lokal yang meliput aksi BMI yang memberi dukungan terhadap Kartika sejak kasus ini mencuat.


Dengan pertimbangan majikan Kartika yang mempunyai anak kecil, pengadilan memutuskan hukuman untuk majikan laki-laki 3 tahun 3 bulan dan majikan perempuan 5 tahun 6 bulan serta denda sebesar HK$ 120 ribu (setara Rp 174 juta).
Denda ini belum termasuk hak-hak Kartika selama bekerja 2 tahun.

Ganika, selaku juru bicara Jaringan BMI (JBMI) Cabut UUPPTKILN no. 39/2004 menyatakan bahwa vonis terhadap mantan majikan Kartika ini terlalu ringan dan kurang adil. Tapi kita tetap menyambut baik hasil keputusan ini. Ini bisa menjadi pembelajaran bagi para majikan di Hong Kong agar tidak memperlakukan pekerjanya seperti budak, tambahnya.

Hong Kong yang mendapat sebutan  "surganya BMI" pun seakan runtuh sebutan dengan mencuatnya kasus Kartika. Apalagi pihak KJRI sendiri yang terkesan menutup-nutupi masalah ini. Kalau saja bukan media lokal Hong Kong yang memberitakan, mungkin kasus ini tidak akan tercium sama sekali.


Dukungan dari AMCB, IMA dan warga lokal Hong Kong terhadap Kartika



Drama penyiksaan Kartika oleh aktivis lokal Hong Kong.


Ganika, ketua ATKI dan juru bicara JBMI sedang melakukan orasi.


Konferensi pers sesaat setelah sidang Kartika usai.

KJRI, sebenarnya di Hong Kong ini untuk apa sih? 

You Might Also Like

0 komentar