AMCB

Cerita dari Balik Shelter

12:36 PM


Minggu di Victoria Park



Shelter, tempat di mana BMI berkasus tinggal ini punya beribu macam cerita. Ada yang karena dipukul majikan, gaji underpay, gaji tak dibayar, lari dari rumah majikan karena perlakuan buruk, dituduh mencuri dan juga kasus perkosaan.

Saling memberi semangat dan menguatkan, ini yang terlihat di shelter. Tidak merasa sendirian menghadapi kasusnya karena banyak yang menjadi tempat curhat mereka. Banyak yang memiliki masalah yang sama jadi bisa saling berbagi.

Ada satu BMI yang 1 tahun tinggal di shelter karena menunggu kasusnya. Saat ini dia sudah mendapatkan majikan baru dan bekerja di sana 2 Minggu. Sebelumnya dia sering kerja partime di majikan ini. Sebut saja namanya Neta (samaran).

"Mbak, aku diajak ke Jepang sama majikanku" Katanya dengan wajah sumringah.

"Oh ya, wah majikanmu baik banget"

"Iya, ni lagi nunggu sedang diurusin visanya" tambah dia dengan wajah  makin sumringah.

Cerita lainnya juga mengalir darinya. Majikannya baik banget. Serumah ada kakek dan nenek, majikan laki dan perempuan dan satu anak umur 1,5 tahun. Dia bekerja satu rumah dengan pekerja dari Pilipina yang sudah 20 tahun di sana.

Meski jatah Neta libur setiap Sabtu karena Minggunya diambil pekerja Pilipina semua, dia tetap bersyukur karena majikannya baik. 

"Aku gak berani mau minta libur Minggu, soalnya dia sudah lama kerja di sana" curhatnya.

"Bilang sama majikan, masa gak dikasih." 

"Sudah, majikan nyaranin aku libur 2 kali Sabtu dan 2 kali Minggu, gantian sama dia, tapi dia gak mau, ya sudah." Katanya.

Neta, satu dari sekian banyak BMI yang pernah merasakan hidup tinggal di shelter. Masih banyak cerita lain yang ada di shelter. 1 tahun di shelter menunggu kasusnya
bukan perkasa mudah. Neta bisa bangkit dan bekerja di majikan baru dengan semangat baru. Tapi
banyak juga BMI yang memilih pulang ke Indonesia karena trauma dengan kasusnya dan memutuskan tidak bekerja ke luar negeri lagi.

"Aku trauma melihat wajah majikan orang Hong Kong." Entah berapa kali saya mendengar kalimat ini saat bertemu dengan BMI yang terkena kasus.

Kawan, kamu tidak sendirian menghadapi kasusmu. Banyak pundak yang siap jadi sandaranmu. Banyak kawan yang siap menjadi tempat curhatmu. Tetap semangat.

Because you're not alone.


You Might Also Like

0 komentar