Ani SBY

Keprihatinan Seorang BMI Terhadap Ibu Negara

4:00 PM

Ibu negara sedang masak (Tempo.co)

Ibu negara kita ngambek lagi gara-gara komen dari salah satu warganya tidak sesuai dengan hatinya.  Seperti biasa, Ibu negara kita ini memang gemar berbagi foto di Instagram. 

Komen yang masuk dari akun bernama  @winnyherya bunyinya begini, “Aduh, Ibu masak aja masih pake cepol sama lipstick, tapi cantik.” 

Dan, Ibu negara kita ini pun langsung memberi respon, isinya  begini, "“Memang salah? lagi pula rambut saya hanya pakai bando saja, Cepol apa ? Perhatikan baik2 dong, Sebetulnya mau disanggul, mau diurai, mau diikat rambutnya ketika masak, sah2 saja memang ada aturannya ?”



Menirukan bahasa Bapak negara kita, SBY, "prihatin". Jujur saya sebenarnya prihatin terhadap Ibu negara kita ini. Bu, kapan ya Ibu ngomongin para tenaga kerja di luar negeri yang kebanyakan kaum Ibu? Yang jangankan merawat rambut, kadang mandi pun dibatasi.

Saya seorang tenaga kerja wanita, Bu, yang oleh negara diberi sebutan "Pahlawan Devisa" yang tidak merasakan adanya seorang Ibu negara. Saya tidak tahu kenapa, Bu. Sudah ketiga kalinya saya membaca berita soal Ibu ribut-ribut gara-gara komentar dari salah satu warga negara di Instagram tidak sesuai dengan hati Ibu. 

Ibu, saya tahu, hobi Ibu adalah memotret, mungkin juga memasak. Bahkan saat upacara bendera pun Ibu  terlihat asik memotret ketimbang mengikuti jalannya upacara secara khusuk. Maaf Bu, jujur saya kecewa, punya Ibu negara yang sensitif gara-gara komentar warganya di foto milik Ibu yang Ibu upload yang mungkin niatnya hanya bercanda menjadi hal yang membuat Ibu sensitif lalu diberitakan media seluruh Indonesia.

Bu, saya seorang tenaga kerja wanita, atau TKW, atau kami yang kebetulan bekerja di Hong Kong lebih familiar dengan sebutan BMI. Bu, kapan ya Ibu mau berbaur dengan kami, atau memotret kami saat kami berdemo di depan KJRI untuk menuntut hak-hak kami yang masih dirampas oleh agen dan PJTKI? 

Bu, kapan Ibu mau berbaur dengan kami, yang tinggal di shelter karena berbagai kasus. Ada yang diperkosa, dipukul majikan, tidak diberi makan, foto kami, Bu, foto tangan kami, foto luka-lula di tubuh kami karena kekejaman majikan kami, Bu. 

Lalu, silahkan Ibu upload dan lihat komentar apa yang masuk. Bu, lihatlah, kami, para buruh migran ini, sama seperti Ibu. Bedanya, mereka meninggalkan anak-anak mereka demi bisa sekolah dan makan layak. Demi meraih hidup yang lebih baik. Sedangkan Ibu, masih bisa menikmati kebersamaan dengan keluarga dan berfoto-foto kapan saja.

Seandainya tulisan ini pun menyinggung perasaan Ibu, saya mohon maaf. Semoga peran Ibu negara bisa saya (kususnya) rasakan. Dan semoga saya tidak lagi membaca komentar Ibu yang bernada tidak terima di media gara-gara foto yang Ibu upload di Instagram.

Fera Nuraini
Seorang buruh migran yang bekerja di Hong Kong.

You Might Also Like

4 komentar

  1. mba,,udah dikonfirmasi yg balas komen itu pasti bu Ani? kalo memang iya bener bu Ani,,sayang bgt yaa,,ini bukan yg pertama kali yaa,,kmrn2 jg sudah pernah kyk gni kn,,prihatin jg jadinya,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu memang akun resmi Bu Ani, mbak. Sudah dihapus itu, sama kayak kejadian2 sebelumnya, ribut lalu dihapus juga :D

      Delete
  2. Jadi first lady tapi sukanya narsis sendiri , ngurusi keluarga kususnya bojo saja . Tdk pernah ada kiprah lain dlm organisasi unicef lah , memberi penyuluhan di desa kususnya kaum ibu2 , ikut prihatin turun lapangan , eh fi bilangin jkt banjir apa jawabnya @ jkt banjir kok nyari bu ani , kan mestinya nyari bu jokowi sama bu ahok @ apakah kira2 pantas disebut sebagai ibu klo dibilang bgtu ngelempar jawaban kayak anak kecil yg tak mau diperingatkan . Bukan prihatin menyikapi tapi sadis menyikapi , seolah2 dia bilang aku @bu ani tidak mau tahu yg penting keluarga selamat bisa ngumpul makan ₩₩₩₩ rakyat mau terendam banjir kek hanyut kek bodo amat , tapi jawaban bu ani sangatsingkat , dan menyakitkan buat rakyatnya . Sungguh tak mengira our fist lalady is very selfish ! Para BMI berani mati , org jawa bilang @ lungo gudyo upo tohe nyowo # tetapi ibu negara tiddak berani seperti BMI malu kita punya pemimpin tdk berani mati , opo artine pemimpin , kok perane koyo jowo kuno @ Macak , Manak lan Masak atau 3M # Sumur , ndapur lan kasur atau 3R . Ckckck di bilang gitu aja pain in the ass boso jowone loro silite # ora gelem introspeksi sebagai panutan dan teladan kaum ibu kususnya bangsa indonesia .

    ReplyDelete
  3. Sesekali narsis dong sama bmi kalau memang ibu ani memiliki hati yg lembut rendah hati menyatu dgn jeritan hati rakyatmu . BMI berjuang membantu negara karena negara tidak bisa menciptakan lapangan pekerjaan , kami jd buruh tdk hanya menyumbang masalah , kami menyumbangkan devisa milyaran lebih besar dibandingkan masalah2 yg terjadi. Insaf dong bu ani . Bmi juga seorang wanita seperti bu ani , punya hati dan perasaan yg lebih menyatu dan menjiwai bineka tunggal ika dan pula mengamalkan pancasila , sangat toleran, punya rasa kemanusian yg besar walau keadilan kami masih tertindas . Maaf ya bu jika ibu tersinggung , kami berharap dengan rasa tersinggung itu melahirkan kearifan ibu sebagai ibu negara .

    ReplyDelete