bmi hongkong

Jogja, Kau Membuatku Jatuh Cinta

11:32 PM


                Pantai Ngobaran

Yogjakarta, atau kebanyakan orang akan menyebut dengan “Jogja” saja adalah sebuah kota dengan berbagai macam keunikan. Baru tahun ini saya berkesempatan singgah di kota yang sudah saya idamkan dari dulu. Seperti apa sih Jogja?

Pertanyaan terjawab setelah kaki saya menginjak di sana. Ya, kaki saya berdiri di tanah Jogja. Kalau boleh jujur sebenarnya Jogja tidak jauh beda dengan kota-kota lain di Indonesia. Tentang bangunan rumahnya, suasana lalu-lintasnya yang ternyata sudah kena sindrom macet meski belum separah Jakarta.

3 malam  menginap (19-22 November 2013) di Jogja di rumah seorang kawan, mbak Nisrina namanya, makasih ya mbak sudah memberi tumpangan buat saya :D.  Di Jogja yang paling terkenal adalah Malioboro, Candi Prambanan dan pantai Parangtritis, ini dari saya kecil sampai sekarang belum berubah. Padahal banyak sekali tempat wisata lain yang tidak kalah menarik dengan kedua tempat tersebut. 

Salah satunya adalah kabupaten Gunung Kidul, di mana banyak sekali terdapat tempat wisata yang bisa disebut masih perawan dan belum terjamah banyak orang. Salah satu pantai yang saya kunjungi adalah pantai Ngobaran, hari Kamis 21 November 2013. 

Perjalanan dari Jogja, tepatnya Umbulharjo ke Pantai Ngobaran memakan waktu 2 jam saja. Jalanan berliku naik turun menjadi tantangan tersendiri. Untung saya diboceng jadi bisa menikmati perjalanan. Kalau ini saya harus mengucapkan banyak terima kasih spesial buat Mas Khayat yang sudi mengantar, juga mbak Nisrina dan mbak Yuna. 

            Degan di pinggir pantai, cocok


           Gak capek to mas-mbak bro? :D


            Unyu-unyu-anya :P

 Luka di telapak tangan sudah sembuh belum mas bro? Semoga meninggalkan bekas yang tak bisa hilang selamanya #kalem 



      Gaya apa ini, ndak jelas :D


      Duo imut :)

   Langit dan laut yang tak kan pernah bisa kulihat di negeri beton.


          Diperjelas, degan ini bikin kangen. 


Saat melihat warna air  pantai yang biru, mata saya langsung segar, fresh banget. Setelah parkir motor lalu kami pun mendekat. Yihaaaa, ini pantai cakep banget, subhannaallah, indahnya. Tidak akan saya  temui pantai secantik ini di Hong Kong, serius.

Es degan menjadi teman kami ngobrol sambil menikmati suara deru ombak yang tidak begitu besar. Di kejauhan terlihat pulau kecil dan kapal. Rasanya enggan beranjak dari sini. Ditambah cuaca yang sangat bersahabat. 

"Serius mau berangkat ke Jakarta sore ini?" Goda Mas Khayat.

"La piye, mas. Tiketnya sudah dibeli ini." Jawabku.

"Dibatalin aja, ganti besok."    

"Iya mbak, ganti besok aja." Profokasi mas Khayat, mbak Nisrina, mbak Yuna berhasil menggoda imanku. Dan saya nyerah :D

"Rugi sudah sampek sini, nanti kita bisa lihat sunset sekalian di Parangtritis." Tambah mas Khayat.

"Hah? Serius?" Tanyaku

"Iya, dari sini kita jalan ke sana. Makanya undur besok aja ke Jakartanya." Waaaaaaaaa kompor meleduk.

OK. Saya pasrah. Dan pelarian terakhir adalah menelepon mas Afif di kantor Infest untuk mengubah jadwal berangkat ke Jakarta dari yang awalnya tanggal 21 November jam 6 sore menjadi tanggal 22 November pagi.

Setelah sukses mengganti tiket dan setelah makanan plus degan yang kami pesan habis, kami beranjak menuju pesisir pantai Ngobaran. Yup, menyentuh pasir dan air yang jernih juga melihat rumput laut dan bintang laut dari dekat. Meski ombak tidak begitu besar tapi cukup mampu mengobati kerinduan saya yang sudah 4 tahun tidak menginjakkan kaki di pantai Nusantara, sebelumnya, tahun 2009 pernah ke Anyer.

Cerita ini belum selesai masih akan  berlanjut. Masih tentang Jogja dan warna-warna di dalamnya.

You Might Also Like

12 komentar

  1. owh,ini yang jalan2 kemarin toh??terima kasih sudah memebuatku jingkrak2 mbk...mupenggg..kangen jogjahhhhh huhuhuhu

    ReplyDelete
  2. cantik pantainya, cantik pulak turisnya dan bikin ngiler degannya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayuk main ke sini mak, tunggu saya pulang tapi ya :)

      Delete
  3. Aaah... membuatku iri saja. Apa saya masih mampu menahan pulang hingga dua tahun kedepan setelah membaca ini ya?
    -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau pulang jangan balik ke LN lagi cit. Serius ini, daripada bikin galau 😁

      Delete
  4. Jogya memang ngangeni ya....ijin link skalian ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mbak Fitri, saya aja ketagihan ke Jogja

      Delete
  5. Kapannn ya aku bisa ke jogja... keren bgt ya sepertinya. *pantas aja teman saya g pernah bosan lho mak balik lagi. Balik lagi ke jogja..."

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayo sama saya mbak :)
      pasti betah di sana

      Delete