Ani SBY

Mak, Aku Rindu Suapan Tanganmu

12:34 AM


Emak tercinta tiada duanya


"Mak", begitu biasanya saya memanggil orang yang telah melahirkan saya ke dunia ini. Mak saya ini orangnya sangat biasa dan sederhana, tapi sangat luar biasa di mata saya, anak perempuan satu-satunya ini. Katanya sih saya sampai saat ini belum disapih, jadi nanti kalau menikah harus ada proses menyapih.

"Nyapih" ini bahasa Jawa, yang artinya adalah memisahkan anak dari ketergantungan minum ASI. Biasanya anak akan disapih saat umur 2 tahun, atau sebelumnya. Saya yang sampai umur 3 tahun lebih masih menyusu dan tidak mempan disapih dengan jamu-jamu super pahit, terpaksa harus pakai cara lain. 

Saya masih ingat saat itu, waktu umur 4 tahun saat Mak lagi menumbuk gaplek (ketela kering untuk dijadikan nasi), saya menarik-narik bajunya minta menyusu. Karena sudah capek dan air susu sudah tidak keluar lagi, Mak lalu masuk ke kamar dan mengolesi payudaranya dengan lipstik warna merah. Saya melihat payudaranya merah dan mengira itu adalah darah merasa ketakutan dan setelah itu saya tidak minta ASI lagi. 

Waktu kecil, kemana pun Mak pergi saya selalu ikut. Selalu nangis kalau ditinggal, pokoknya kemana pun harus ikut, meski harus jalan kali jarah jauh. Dan saat ini, saya yang harus melangkah jauh meninggal Mak dengan Bapak di rumah, di kampung halaman.

Saya tahu dan sadar bahwa setiap jengkal langkah kali saya ada doa dari Emak dan itu yang membuat saya ringan melangkah, kemana pun dan dimana pun. 

Mak, pada masanya nanti anakmu
akan menjaga dan merawatmu. Saat ini. Aku di negeri sebrang berkat doa dan ridlomu, Mak. Bukan tanggal ini saja kuperingati sebagai hari Ibu, untukmu, Mak. Karena bagiku tiada hari tanpamu, Mak. 

Setiap kali pulang kampung, rasanya ada yang kurang kalau belum merasakan suapan dari tangan Emak. Iya, biasanya kalau Emak lagi makan saya pasti mendekat dan membuka mulut ini di depannya. Dan suapan pertama dan berikutnya pun saya nikmati. Suapan dari tangan Emak nikmatnya luar biasa meaki makan hanya berlauk sambel dan krupuk.

"Hati-hati ya, Nduk" ini adalah kata yang selalu kuingat, Mak. Juga menjadi doa darimu untukku. I love you, Mak. Aku rindu suapan dari tanganmu. 

You Might Also Like

4 komentar

  1. Selamat Hari Ibu :)

    Saya sampe saat ini masih disuapi sama mama kalau lagi pengen, walaupun hanya makan sambel rasanya nikmat sekali hehehe

    ReplyDelete
  2. miyip, smoga selalu sehat Maknya ya ...

    ReplyDelete