BMI

Dahlan Iskan, Antara Pujian dan Cacian

9:54 AM



Gonjang-ganjing kenaikan LPG 12 KG yang membuat sebuah nama goyang, yakni menteri BUMN,  Dahlan Iskan yang juga merupakan kandidat kuat pemenang konvensi capres partai Demokrat tak luput membuat banyak pihak saling adu argumen, perang urat saraf, perang komentar, dan perang-perang lainnya di banyak media masa. Entah drama apalagi yang akan dipertontonkan oleh pemangku kebijakan di negeri ini. Yang jelas, naiknya gas LPG 12 KG tentu sangat berdampak bagi masyarakat kita. 

Para penjual mie ayam atau bakso yang memakai LPG 12 KG pasti akan menaikkan harganya, padahal makan bakso atau mie ayam bagi masyarakat kita sudah menjadi sesuatu yang "wah", ini di kampung saya.  Atau bisa jadi akan mengurasi porsi tapi dengan harga yang sama, seperti kasus mengecilkan bakso karena naiknya harga daging sapi. Bahkan kemarin saya membaca kabar bahwa ada pedagang yang memasak makanannya setengah matang, karena apa? gas mahal, duh.

Dahlan Iskan, menteri BUMN yang dulunya menjabat Dirut PLN ini memang sepertinya menjadi target bagi orang-orang yang tidak suka dengan polahnya yang selalu diliput oleh media. Meski Dahlan Iskan sendiri mengakui kesalahannya karena kenaikan harga LPG di luar sepengatuannya. Apa mungkin? Hanya Tuhan yang tahu. Tapi bagaimana mungkin tidak tahu, wong Pertamina adalah milik BUMN pimpinan Dahlan Iskan sendiri. 

Tapi apapun reaksi mereka terhadap Dahlan Iskan, sebebarnya tidak terlalu berpengaruh bagi orang-orang yang sudah kadung cinta terhadap sosok menteri nyentrik ini. Saya sendiri yang sudah membaca buku-buku tentang sosok beliau pun sebenarnya tidak terlalu terpengaruh oleh cacian dan makian yang tertuju untuk Dahlan Iskan atau tuduhan-tuduhan korupsi yang mengarah padanya.

Kalau Jokowi menjadi "media darling" sebenarnya Dahlan Iskan pun juga bisa, toh Menteri BUMN ini punya media sendiri, Jawa Pos yang mempunyai cabang di mana-mana. Tapi saat namanya muncul di banyak media, orang yang tidak suka selalu menuduh sebagai pencitraan, hiyuh.

Tapi, saya harus jujur mengakui kalau pak Dahlan ini adalah sosok  yang saya kagumi. Tahun 2012 saat datang ke Hong Kong dengan Presiden dan beberapa menteri dengan pengawalan super ketat dari polisi Hong Kong dan menginap di hotel Sangrila, hanya Pak Dahlan yang "kelayapan" keluar dari rombongan dan mampir ke Victoria Park.



Banyak  Buruh Migran Indonesia (BMI) yang tidak tahu kalau ini adalah seorang menteri. Foto ini saya minta dari Pak Rachmat (Bank Mandiri) yang menemani beliau jalan-jalan di Causeway Bay, sekalian bertemu dengan saudara Pak Dahlan yang bekerja di Hong Kong.  Pun juga pernah saya tulis di Kompasiana dan membandingkan sosoknya dengan Konjen RI di Hong Kong yang saat itu dijabat oleh Teguh Wardoyo. 

Akhirnya harga LPG 12 kilogram tetap naik sebesar Rp 1.000 per Selasa (6-01-2014). Tidak tahu apakah yang 3 kilogram juga ikutan naik, kalau iya, semakin sengsaralah rakyat karena hanya mampu membeli LPG yang 3 kilogram seharga Rp 16.000 (di kampung saya). Dan berita pagi ini sangat berwarna karena partai Demokrat mengklaim SBY yang telah menurunkan harga LGP dari sebelumnya Rp 3.959 per kilogran menjadi Rp 1.000 per kilogram. Jadi, tabung LPG 12 kilogram naiknya Rp 12.000 bukan Rp 47.508. 

Dan, apapun cerita dan kisah dari seorang Dahlan Iskan, pasti akan selalu menarik untuk diikuti. Karena bagaimana pun banyak sekali orang-orang yang mengharap beliau menjadi pemimpin negeri ini. Lalu Jokowi gimana? Mari sama-sama menunggu skenario Tuhan, kira-kira tahun 2014 ini akan menjadi dan seperti apa. Dan siapa yang akan menjadi penghuni istana negara setelah SBY selesai masa jawatannya. 

Selain itu, kira-kira harga apalagi yang dinaikkan pemerintah demi menutupi kebocoran anggaran. 

You Might Also Like

6 komentar

  1. yang 3 kg gak naik mbak harganya, cuma yang 12 kg yang gila2an harganya...


    Pak Dahlan Iskan nampaknya tdk terlalu protokoler ya orangnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, saya telpon rumah di kampung juga harganya gk naik.

      Betul, pas ke Ponorogo yang ngawal cuma 2 orang, itupun jarahnya hampir 10 meter dengan Pak DI

      Delete
  2. Kalau pemerintah cuma bisa menaikkan harga barang, teman2 BMI lebih mulia lagi dengan menaikkan harga diri bangsa diluar negeri melalui etos kerja yang mengagumkan....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya pak betul, makasih sudah diingatkan untuk tetap menjaga nama baik bangsa

      Delete