BMI Hong Kong Disiksa

Menakertrans: Penganiayaan PRT Relatif Kecil, Baru Dua di Hong Kong

9:27 AM



Seperti biasa, pemerintah tidak mau belajar dari kasus-kasus yang menimpa para pekerja rumah tangga di luar negeri atau Buruh Migran Indonesia (BMI) yang terkena kasus penganiayaan yang tergolong sangat parah.

Kasus Kartika  mencuat pada Agustus 2013 dan saat ini masih menjalani sidang untuk menuntut kasus perdata, sedang majikannya sendiri telah divonis 3 tahun 3 bulan untuk terdakwa majikan laki-laki dan terdakwa perempuan selama 5 tahun 6 bulan. Tak hanya penjara, kedua mantan majikan Kartika itu juga harus membayar denda sebesar HK$ 120 ribu (setara Rp 174 juta). Denda ini belum termasuk hak-hak Kartika selama bekerja 2 tahun.

Awal Januari 2014, publik Hong Kong digemparkan lagi oleh kasus baru bernama Erwiana Sulistyaningsih, BMI yang dipulangkan secara diam-diam oleh majikannya dalam kondisi banyak terdapat luka di tubuhnya. BMI Hong Kong marah, geram, sedih dan perasaan campuk aduk menjadi satu. 

Masih sangat jelas dan bekas itu belum hilang atas kasus yang menimpa Kartika, kini ada lagi kawan kami yang mengalami hal serupa. Parahnya lagi, Erwiana dipulangkan oleh majikannya hanya dengan bekal uang Rp 100 ribu dan baju yang menempel di badan juga ancaman dari majikan yang akan membunuh keluarga Erwiana jika melaporkan kasusnya ke orang lain. Kenapa hal ini masih terjadi? 

Tahun 2012 Presiden SBY datang ke Hong Kong, apa yang dia lakukan saat bertemu dengan pemerintahan Hong Kong?

Tahun 2013 Menteri Tenaga Kerja juga ke Hong Kong dan bertemu dengan pemerintahan Hong Kong? Apa yang mereka bahas?

Jumhur Hidayat juga ke Hong Kong meski dengan cara diam-diam, apa yang dia lakukan saat di Hong Kong?

Muhaimin di salah satu media (detik.com) berujar bahwa kasus penganiayaan PRT di Hong Kong relatif kecil, baru dua yang terjadi. What? Baru dua, Pak? Baru yang diekspos media secara besar-besaran, Pak. Masih banyak kasus lain yang tidak tercium media.

Kalimat "baru dua" seakan menunjukkan kalau Muhaimin tidak ada rasa empati sama sekali terhadap BMI yang diayaniaya di luar negeri. Ini menunjukkan pemerintah sangat menganggap sepele kasus yang "baru dua" ini terjadi di Hong Kong, negara yang kebanyakan orang sebut sebagai "Syurganya BMI."

    Screen shot dari detik.com

Apakah harus menunggu ratusan Kartika dan Erwiana kemudian pemerintah baru mengambil langkah tegas? Mengambil langkah untuk menutup PJTKI dan agen nakal? Atau bertindak tegas terhadap negara penempatan untuk lebih memperhatikan para pekerja migran?

Kalau pemerintah tetap seperti ini dalam menyikapi kasus penyiksaan dan penganiayaan terhadapt BMI di luar negeri, sampai 100 kasus yang mencuat ke media pun, sepertinya akan tetap dianggap "baru 100".

Mari kawal terus kasus ini, jangan sampai pemerintah lupa bahwa masih sangat banyak kasus lain yang butuh untuk ditangani. Macau, Arab Saudi, Malaysia, Taiwan, Singapura dan negara penempatan lain. Jangan sampai "baru muncul" di media pemerintah "baru akan" bertindak. 

You Might Also Like

60 komentar

  1. Perikemanusiaan Pak menteri satu ini perlu dipertanyakan.

    ReplyDelete
  2. Sepertinya BMI HK harus mem-blow up setiap kasus sekecil apapun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul yu, kalau tidak
      kita sendiri, siapa lagi?

      nunggu media gak mungkin, mereka kan mikir bisnis

      Delete
  3. Pak menteri. Ini gak pernah hidup mlarat. Jadi ya,,,menyepelekan kecil., hup!!
    perkera begini apa termasuk perkara kecil

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mata hatinya sedang buta dan tuli, semoga segera sembuh

      Delete
  4. seandainya kejadian ini menimpa anak p mentri ..gimana ya perasa anya ???????? Kenapa harus menyepelehkan hal yg kecil..sedangkan majikan dan pengusaha hongkong banyak yg peduli dengan kasos itu... ?????? di mana pemerintah indonesia ?????

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harusnya menteri malu, bukan malah mau menjadikan HK sebagai model penempatan tenaga kerja :(

      Delete
  5. sing bener ja pax xalau relatif xecil xenapa lum xelar masalahnya...mikir paxai otax pax jangan paxai dengxul ...merexa juga punya hati dan xeluarga...jangan hanya mengeluarxan peraturan saja ...apa itu KTKLN yg xatanya xartu utx melindungi tki indonesia...mana yg terlindungi.....xenyataan tax sesuai dgn xerja lapangan...KENYATAAN MASIH BANYAX YG PROTES....mana tanggung jawab pemerintah

    ReplyDelete
  6. Hadechhhh ngomong doang enteng Pak
    Buktikan dulu sebelum bilang kecil
    Kalo masalah kecil cepatlah selesaisakan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga tidak sibuk dengan partainya si pak menteri inj

      Delete
  7. Kalau bkn dari kt pak menteri tdk bisa makan,py mbl,rmh dan kapasitas lainnya yg mewah.toh kalian jg kami yg gaji kalian.jd kalau gomong jgn asal keluar pak menri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak mikir sampek segitu pak menterinnya, mbak

      Delete
  8. baru dua yang kena kasus penganiayaan. dan yang mati kasus nya ketutup berapa?
    kok gak mikir. ini lo nyawa bukan makanan yang bisa disingkirkan setiap waktu.
    dasar .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kapan ke HK lagi ya, kita ajak dialog di lapangan

      Delete
  9. maxanya pax xalau ngomong dipikir dulu...jangan dudux ja diruangan ber AC sexali xali lach turun xelapangan jgn nyuruh bawahan doanx.......

    ReplyDelete
  10. Huhhh... jd pemerintah kok cuma mikir kemakmurannya sendiri gk mikir nasib rakyat gimana mau maju indonesiaku?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haruskah gantian impor pejabat dari luar negeri?

      Delete
  11. Wahhh imin apa km buta ya lihat di lapngan dl yg terexpost jd brita national baru klihatan dua lihat tu di selter selter kerja itu pakek otak jangan pakek dengkul.... km kerjanya hanya mikirin partaimu doank.... datang ke hk bukannya melihat rakyatmu tp mlah berkampanye.... klu para tki ada yg sukses dan menjadi brita dunia km ikut nebeng saja.kyk pahlawan kesiangan .. g tau malu tp klu ada tki yg kena musibah bukannya cepat di bantu mlh jumpa pres segla bilng masih dua dasar mata duitan. KTKLN YG KM CIPTAKAN MN BUKTINYA JANGAN HNYA OMDO DOANK MOGA CEPAT MAMPUS N SEKARAT KM IMIN

    ReplyDelete
    Replies
    1. sabar mbak, kawan2 BMI geram dengan kasus ini, tapi pernyataan imin lebih membuat kita geram
      lagi

      Delete
  12. Mungkin pak mentri itu harus ad salah 1 dr saodara dia yg dapat masalah bru dia sadar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya harus merasakan dulu seperti apa rasanya menjadi Erwiana atau keluarganya biar empatinya keluar

      Delete
  13. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  14. Replies
    1. Mentri gk punya prikemanusiaan blas..
      mau ne uang tok

      Delete
  15. Mestinya bpak belajar tegas dri hal yg sedikit dan kecip pak, bkan mlah menyepelekanya
    Pantas negara ndk maju" org pejabatnya buta mata hatinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menterinya lagi sibuk dengan partai masian

      Delete
  16. ntar kalau dach ada yg mati warganya baru xelimprungan bikin ini bikin itu demi perlindungan HOAK pak........makanya sekali2 mikir nasib orang kecil jgn mikir perut tok....tuh berkas masalah setumpuk jgn dilihat saja tapi dibaca diteliti....bulsit KTKLN

    ReplyDelete
  17. Replies
    1. Negara kaya raya, katanya
      Tapi kenyataannya.....

      Delete
  18. Min,,muhaimin,,mulutmu rong tau Keno tabok wajan ye?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tempilink lambene pke sutil panaz sisan mbak...
      Gegett banget inyonglah..

      Delete
    2. Iyooo ,,mripate Juling kui no mas,,,
      Ra ketok kasus sing wis"

      Delete
  19. Baru dua.. Lambemu minnn.. Minnn..

    Klo nyanyi dipikirr.. Ini bukan masalah 2 atau 3..
    Baru 2 saja bpk departemen bpk (Depnaker) N kroni2 bpk yg terkait utk urusan BMI diluar negeri gak bisa ngurus mpe tuntas!!!

    Jgn pernah anggap SEPELE hal yg "sedikit", ini bukan ttg jumlah, tp ini menyangkut HAM melekkk'o minnnn...
    Tunjukkan EMPATI, SIMPATI N kePRIHATINanmu utk korban N keluarga korban jg utk teman2 BMI.

    MORE AWARE... MORE CARE..
    OPEN YOUR EYES, OPEN YOUR EAR!!!

    ReplyDelete
  20. Pemerintah e mek bingung mikir seng. Te korupsi tok... Ono.duwek.ae matane ijo...g prnh peduli m.rakyat e....kpan mw.maju indonesia pak lek mek.ngurus rakyat e ra becus... G usah dadi menteri..dadio tukang sapu ae...huftttt

    ReplyDelete
  21. Buka mata kalian pak ... Lihat rakyat mu ...

    ReplyDelete
  22. muhaimin itu sebenarnya orang tolol,begok,n gak punya hati nurani,orang sudah durhaka sama pamanya sendiri yaitu gus dur,kelihatan sekali omonganya kalau gak pernah peduli sama TKI...udah jelas n nyata'' pembantu dianiayan di siksa gak mau membela kayak mau lepas dari tanggung jawab...di saudi arabia ribuan orang yang masih ada didalam penjara n gak bisa pulang sekarang mau di buka lagi PJTKI buat ke saudi arabia...manusia macam apa itu muhaimin,hewan ajja bisa berfikir,muhaimin manusia tapi gak bisa berfikir...dasar biawak kepala manusia :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. dia hanya mikir dewisa yang maauk tanpa mikir pemgirim devisanya

      Delete
  23. Tengok lah ke bawah pak,,,!!! Ojo ndangak ae.

    ReplyDelete
  24. Julukanya pejabat tp g punya otak...... coba aja klo kasus ini menimpa keluarganya br tw rasa,,,, binatang Aja msh perduli dg habitatnya tp knp manusia yg diberi akal sehat tdk memikirkan sesama....... terutama para pejabat yg ada diotaknya hanyalah uang........... stupid

    ReplyDelete
    Replies
    1. hewan saja lebih disayangi letimbang manusia :(

      Delete
  25. bingung mau komen apa,terlanjur gerram liat sistem pemerintahan indonesia. dari presiden,menteri dan aparat gak ada yg bisa dipercaya,giliran kampanye aja koar2 mau bela rakyat. parah!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cari massa soalnya, janji duluan, realisasi belakangan

      Delete
  26. Itu mentri yg perlu merasakan martil baru keluar rasa empatinya mba vera . Kapan ya bmi mengadakan demo bubarin aja pnp2tki jika tdk bisa melakukan tugasnya , karena devisa masuk ke menejemen negara yg tak karuan , kalau pemerintah bisa memisahkan devisa dari bmi , bmi karuan bisa menunjuk org yg bisa dan melakukan di bidang ketenagakerjaan melek hukum

    ReplyDelete
  27. Iya mba aku juga geram saat melihat kata " baru dua " itu seolah olah tki itu ayam yg di setor ke pedagang yea ayam nya mati dua buang aja ke sungai masih banyak telor kok gk bakalan rugi jgn takut kecuali ayam itu mati semua barulah mereka rugi ... Aku cuma bisa ambil nafas dan ku kepalkan tangan ku ini .... AStagfirullahaladzim setan berdasi gumamku ... Seandainya keluarga dia yg mengalaminya bagaimana rasanya its realy f**k you know ...

    ReplyDelete