Ahmad Fuadi

Semua Berawal Dari Mimpi

3:27 PM

Berharap suatu saat saya bisa seperti ini, dengan orang yang ingin membaca buku tulisan saya




Sudah hari kelima di tahun 2014. Kalau ditanya soal resolusi apa di tahun ini, jujur saya tidak bisa jawab. Entah kenapa, di saat mungkin kebanyakan orang akan menyusun rencana apa saja yang akan mereka lalui selama setahun ke depan, saya malah tidak memikirkannya sama sekali. Biarlah semua mengalir saja, tanpa dipaksa dan terpaksa (halah).

Tapi boleh dong saya  berbagi harapan? Eh, beda gak sih dengan resolusi? (iya, beda). Semoga di tahun ini menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya. Pesan Bapak waktu berpisah di bandara adalah, "prioritas utamamu ki harus jodo, nduk. Men wong tuo ayem."  Nah loh. 

"Injih Pak" jawab saya.

Pesan Bapak saya selalu terngiang sampai saat ini. Jodoh. Hmmm, bukankan jodoh sudah ada yang mengatur? Sebenarnya saya bukan tipe pemilih sih, tapi kalau ada yang lebih baik, tentu saya akan memilih yang terbaik diantara yang baik. Dan saya tidak mau merasakan sakit hati lagi (mulai curhat).

Di sisi lain, berharap "sesuatu" yang sempat tertunda bisa saya selesaikan tahun ini juga. Berharap kejutan-kejutan lain akan menghampiri hidup saya, seperti tahun 2013, banyak kejutan yang tak pernah saya pikirkan sebelumnya. Kalau saya berharap mendapatkan jodoh di tahun 2014 ini wajar dong (kalem).

Pulang ke kampung, main ke Pati bertemu Aulia, bermain ke Jogja yang selama ini saya impikan, singgah lagi di Jakarta menjadi nara sumber di acara ulang tahun Kompasiana, lalu mengikuti sosialisasi mengenai Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (UU-KIP) di Jakarta. Ini adalah kejutan yang sama sekali tidak ada dalam benak saya. Eh ada lagi, mendapatkan tiket gratis Garuda Indonesia Airlines ke Hong Kong. Alhamdullilah. 

Mimpi berikutnya adalah, saya memegang buku yang di sampulnya ada tulisan  Fera Nuraini. Aih, ini kayaknya keren sekali #Plak. Bangun Fer, bangun. Eh, gak salah dong saya mimpi seperti ini. Bukankah semua berawal dari mimpi?

Seperti buku-buku Ahmad Fuadi dalam Trilogi Negeri 5 Menara, Ranah 3 Warna dan Rantau Muara yang menjadi inspirasi saya untuk terus menulis. Dan siapa sangka saya bisa berfoto bersama Bang Fuadi waktu di acara Kompasiana, ini sesuatu yang sama sekali tidak saya pikirkan. Meski pernah menghadiri acara waktu pemutaran film Negeri 5 Menara di Hong Kong, tapi saya tidak sempat meminta tanda tangan dan foto bareng. Alhamdullilah, Allah memberi jalan kemudahan sewaktu saya di Jakarta.


Ya, semua berawal dari mimpi. Dan saya akan terus merangkai mimpi-mimpi saya, setinggi mungkin, sejauh mungkin. Bukankah tidak ada sesuatu yang tidak mungkin? Bagi Dia yang Maha Punya. 




You Might Also Like

4 komentar

  1. bermimpi itu harus, agar kita punya tujuan..
    semoga semua mimpinya terwujud yaa, mbak Fera.. :-)

    ReplyDelete
  2. Salam kenal mbak

    saya dari Abu dhabi

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal juga mbak
      makasih sudah mampi :)

      Delete