BMI

Surat Terbuka Untuk Bapak Presiden

10:35 AM







Assalamuallaikum, Pak Presiden. 
Semoga kesehatan selalu menyertai Bapak sekeluarga.

Perkenalkan, Pak. Saya Fera Nuraini, seorang pekerja rumah tangga di Hong Kong, atau kami di Hong Kong menyebutnya sebagai BMI (Buruh Migran Indonesia). 

Pak Presiden, awal tahun 2014 ini, kami, para BMI di Hong Kong dikejutkam dengan adanya kasus penganiayaan terhadap kawan kami bernama Erwiana Sulistyaningsih (23) yang berasal dari Ngawi, Jawa Timur. Saya tidak tahu, apakah Bapak sudah mendengar kabar ini atau belum, karena Pak menteri Muhaimin sendiri baru tahu setelah saya colek di twitter.

Tahun 2012 Bapak ke Hong Kong dan menginap di Hotel Sangrila dengan pengawalan super ketat dari polisi Hong Kong. Semoga Bapak belum lupa, saat Bapak dialog dengan perwakilan WNI di Hong Kong, ada puluhan BMI yang berdemo di bawah hotel berharap untuk bertemu dengan Bapak untuk menyampaikan tuntutan kami kepada pemerintah. Tapi sayang, Bapak tidak mau menemui kami dan memilih berada di dalam hotel. 

Pak Presiden, Tahun 2013 kemarin, Saya tidak tahu apakah Bapak juga sudah tahu kabar ini atau belum. Kawan kami bernama Kartika disiksa selama 2 tahun di rumah majikannya. 2 tahun, Pak, dia disiksa, makan kurang, istirahat kurang juga gaji tak dibayar. 

Pak, kasus Kartika dan Erwiana bukanlah kasus kecil seperti pernyataan Menteri Tenaga Kerja Pilihan Bapak, Muhaimin Iskandar. Kasus ini membuat kami, para BMI di Hong Kong sangat sedih bercampur geram. 

Sayangnya, Pak, saya tidak atau tepatnya belum pernah mendengar ungkapan Bapak "prihatin" mengenai kasus yang menimpa kawan kami di Hong Kong, seperti kebiasaan Bapak saat terjadi musibah atau kasus yang menyeret nama Bapak dan keluarga. 

Pak, meskipun saya bekerja sebagai pembantu rumah tangga, setiap
hari saya sempatkan untuk membaca berita dari tanah air. Kasus korupsi, terorisme, banjir dan banyak kasus lain saya baca.

Saya ikut prihatin, Pak. Tapi yang membuat saya lebih prihatin adalah, saat partai yang Bapak pimpin sedang bergejolak, kenapa Bapak merespon dengan sangat cepat? Tidak perlu waktu 24 jam, Bapak langsung muncul di media memberi komentar tentang apa yang terjadi dengan partai yang Bapak pimpin. 

Tapi sayangnya, Pak, kenapa di saat ada warga negara Bapak yang bekerja di luar negeri, yang nyawanya sangat terancam, badannya kurus kering tinggal tulang, dan sudah lalu-lalang di media cetak dan eletronik, Bapak tidak meresponnya sama sekali?

Saya tahu yang Bapak urusi sangat banyak, 250 juta jiwa  lebih menyebar dari Sabang sampai merauke bahkan luar negeri. Tapi, kenapa Bapak lebih cepat tanggap terhadap Partai ketimbang rakyat?

Saya sangat ingat, Pak, tahun 2011, saat hari anak nasional dan anak-anak harus menelan kekecewaan karena tidak diperkenankan membacakan deklarasi dihadapan Presiden. Deklarasi hanya dihadiri oleh Bapak Wakil Presiden, sedang Bapak  lebih memilih menghadiri Rakornas dengan partai demokrat daripada mendengar suara anak-anak negeri ini.

400 anak dari seluruh Propinsi, mereka adalah anak-anak pilihan untuk mengikuti kongres tahunan Hari Anak Nasional, tapi apa yang terjadi? Mereka kecewa oleh Bapak  Presiden yang harusnya bisa menjadi bapak panutan bagi mereka.

Bapak Presiden, saya bekerja ke Hong Kong karena di tanah air sangat minim lowongan pekerjaan. Tahun 2005 saya tiba di Hong Kong setelah 6 bulan di penampungan. 

Bapak Presiden, saya pernah dipukuli oleh majikan saya, dijambak rambut saya, kepala saya dibenturkan ke pintu, saya tetap bertahan, Pak. Karena apa? Saya masih punya hutang yang harus saya bayar ke agen karena potongan gaji. Saya bertahan, Pak. Karena apa? Saya ingat dengan keluarga saya di kampung yang hidupnya susah. 

Saya pernah lapor ke agen, tapi apa hasilnya? Agen menyuruh saya bertahan sampai 2 tahun finis kontrak dan akan dicarikan majikan baru. Saya pernah ingin bunuh diri lompat dari lantai 16, Pak. Karena sudah tidak kuat dengan kondisi di rumah majikan, saya urungkan, Pak, karena saya teringat dengan wajah kedua orang tua saya.

Bapak Presiden,  saya, dan ratusan BMI di Hong Kong sangat berharap agar setelah kasus yang menimpa Kartika di tahun 2013 menjadi kasus terakhir. Tapi ternyata, Pak, masih ada kasus serupa yang menimpa kawan kami yakni Erwiana. 

Bapak Presiden yang saya hormati, kalau memang pemerintah belum mampu menyediakan lapangan pekerjaan dan masih ingin terus mengirimkan tenaga kerja ke luar negeri, saya berharap kepada Bapak Presiden untuk meningkatkan pembekalan dan perlindungan  bagi warga yang sedang bekerja di luar negeri. 

Saya tulis surat ini dengan harapan Bapak tahu akan kasus-kasus yang menimpa kawan kami di Hong Kong. Hong Kong bukanlah syurga bagi pekerja rumah tangga, Pak. Banyak kasus yang tidak tercium media dan bahkan pemerintah sendiri. 


Bapak Presiden, saya mohon maaf jika surat ini tidak berkenan di hati Bapak. Besar harapan saya kepada Bapak untuk lebih memperhatikan lagi warganya yang bekerja di luar negeri. Malaysia, Arab Saudi, Singapura, Taiwan dan negara penempatan lainnya juga sangat butuh perhatian.

Saya tekankan sekali lagi, Pak, Hong Kong  bukanlah syurganya bagi pekerja rumah tangga. 

Waasalamuallaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

--

Fera Nuraini, asal Ponorogo saat ini bekerja di Hong Kong

You Might Also Like

105 komentar

  1. Aah... membuat hatiku semakin tersayat, kondisi BMI, ketidak seriusan penanganan dari pemerintah, system yang bobrok, kondisi negara yang semakin carut marut, perebutan kekuasaan de el el.. rakyat miskin semakin ter-marjinalkan.

    ReplyDelete
  2. setiap BMI pasti mengalami tindak kekerasan namun tidak terungkap.
    semoga bapak presiden yang terhormat bisa membaca surat ini. amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebanyakan memilih diam karena takut :(

      Delete
  3. Kalau Susilo Bambang Yudoyono memang presiden Republik Indonesia, maka dia harus memperhatikan ini. Kalau tidak mungkin dia hanyalah sekelas presiden partai demokrat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang SBY hanya presiden partai saja kok om

      Delete
  4. Pelukkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk... :(((
    semoga ada hasil ya amin,,

    ReplyDelete
  5. Ya Allah... kisah sedih lainnya tentang kawan2 BMI. sabar ya, mbak. Semoga Allah SWT senanriasa melindungi, dan memberikan kemudahan. aku akan bantu share tulisan ini

    ReplyDelete
  6. Semoga bapak Presiden membaca ini ya mba, sabar :)
    Semoga Allah menguatkan temen2 BMI.

    ReplyDelete
  7. semoga nasib kawan2 BMI dapat segera membaik, tidak selalu menjadi 'anak tiri' di perantauan maupun negeri sendiri :(

    ReplyDelete
  8. Semoga cepat ditindaklanjuti dan Pak Presiden cepat tanggap dalam persoalan ini. Sedih dan terharu sekali ;'(.

    ReplyDelete
  9. Miris dan ironis :(
    Kisah yang selalu terulang, akibat ketidakpedulian pemerintah.
    Yuk, kita sharing biar semakin banyak yang tahu dan mau membantu.

    ReplyDelete
  10. Masya Allaah... semoga Allah memudahkan kita semua ...

    deep condolescence for all of you there, sist...

    ReplyDelete
  11. memilukan, mereka bertahan dari segala pnyiksaan hanya karena kontrak kerja yang belum habis dan hutang2 nya, kemana Muhaimin, Jumhur Hidayat dan Pak SBY, semoga hati nurani mereka mendengarnya

    ReplyDelete
  12. Semangat dan semoga perjuangannya membuahkan hasil ya

    ReplyDelete
  13. mba fera..aku bantu share ya dan semoga ada berita baik utk kasus2 yg menimpa teman2 BMI di HK

    ReplyDelete
    Replies
    1. آِمـــــــــــــــيْـنَ

      makasih mbak Edi

      Delete
  14. Indonesia memang butuh sosok orang yang selau mendengar asprirasi rakyat.
    Bukan hanya partai saja.
    Indonesia butuh sosok jokowi & ahok yang selalu mau duduk bersama dan mendengar keluh kesah masyarakat.
    Semoga dengan membaca surat ini pak presiden bisa sadar dengan tingkah lakunya yang tidak mau dekat dengan rakyat.
    Mari di tweet ke pak SBY langsung.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah saya twit berulang kali mbak, semoga dibaca pak SBY

      Delete
  15. Doaku untuk teman2 BMI di Hongkong yah mbak....semoga teman2 selalu dalam Lindungan Allah SWT dan diberi kemudahan untuk kasus ini....

    ReplyDelete
  16. Duh kakak Fera :'(
    ternyata prnah ngerasain juga,,,
    smoga kasus ini benar2 terakhir kali terjadi , aamiinn

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kakak ajeng :(
      amiinnn
      makasih doanya

      Delete
  17. semoga dimudahkan ya.... doa Warga NKRI selalu untuk saudaranya :D
    salam

    ReplyDelete
  18. q twit pax muhaimin...q twit pax SBY ndax da sexalipun respon merexa....merexa hanya tau xalau di tv atau koran sudah gempar baru turun tangan......oalah pax .....jgn cuma duduk dixursi dgn setumpuk xertas dan setiap bulandpt gaji.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Twitter Pak SBY dan pejabat lainnya, ada tim yg mengelolanya. Tapi kadang SBY langsung twit dengan tand #SBY. Gak setiap saat Pak SBY twitteran. Tapi insya'allah, kalo ada berita penting timnya akan menyampaikannya, dan sepertinya diteruskan ke kementrian terkait. Kl setiap saat twitteran, nanti anda-anda pasti bilang SBYkerjaannya twitteran melulu, nyany melulu, dlsb ..gitu kan..? Berjuang harus sabar, dan ingat-ingat dulu, yang memutuskan anda bekerja di LN adalah anda sendiri dengan segala alasan anda. Pemerintah wajib melindungi warganya di manapun berada, tetapi warga juga jangan baru ingat pemerintah setelah ada masalah. Kl senang, diam-diam saja, malahan membangga-banggakan negeri orang ketika pulang ke tanah air..

      Delete
  19. Saya juga salah satu BMI yang ada di Mekah Arab Saudi,turut prihatin atas derita yang dialami oleh saudari kita Erwiana Sulistyaningsih (23) yang berasal dari Ngawi, Jawa Timur semoga cepat sembuh,dan meski pun terlambat semoga dia akan mendapatkan hak2 nya mengingat berita ini sudah bukan rahasia alias sudah menjadi perbincangan publik,dan semoga majikan nya mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatan nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiinn
      Terima kasih pak atas simpati dan empatinya.
      Bantu share terus biar tidak lupa bahwa kasus ini masih sangat banyak yang tak terungkap, apalagi di Arab, masalah sangat banyak dan pemerintah malah mau membuka keran pengiriman lagi ke sana :(

      Delete
  20. akuu selalu meneteskan air mata jika melihat ft erwiana . dimana keadilan untuk rakyat kecil knp pemerintah menyaran kan damai mana bisa begitu enak sekalii ngomong aku ingin erwiana ttp maju ke jalur hukum agar tidak ada lg erwiana erwiana selanjutnya aq ingin erwiana memenjarakan majikanya seperti majikan kartika yg di ganjar 7 tahun pnjra plus denda

    ReplyDelete
    Replies
    1. mari kawal terus kasus ini, semoga keadilan berpihak pada Erwiana dan kita

      Delete
  21. ktkln tiada suara yang ada hanya suara buruh migran

    ReplyDelete
  22. benar sekali mbk, saya ikut perihatin, jujur saya benci sama pemerintah, bulshiit semua, saya dlu juga bmi di HK, mbk, skrg kerja di indo, dgn gajih yg kecil di bawah minimum, tdk bsia berbuat apa2 krn perusahaan banyak nyogok org pajak, pegawai pemerintah, mau koar2 jg percuma, malah ntr di penjara.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mbak, benar memang istilah pepatah
      "hujan batu di negeri sendiri lebih enak ketimbang hujan emas di negara lain"

      Delete
  23. share surat presiden ni k berbagai social media..nnt bakal jdo rame n biar bapak presiden cpet tanggap

    ReplyDelete
  24. sedih... sudah 'ditelantarkan' di negeri sendiri dgn minimnya lap.kerja, dikirim ke negeri orang pun disia-sia... sing sabar ya mbak fera, semoga segala sakit dan derita digantikan dgn terhapusnya dosa. semoga keadilan tuhan datang dan segera ada solusinya dr pemerintah untuk para pekerja diluar sana-pahlawan penghasil devisa negara tercinta ini!

    ReplyDelete
  25. Semoga Allah membukakan hati Presiden Indonesia YTH SUsilo Bambang Yudoyono membaca penderitaan rakyatnya..

    ReplyDelete
  26. miris membacanya.... :(
    Semoga SBY dan istrinya membaca surat terbuka ini dan menindaklanjuti dengan memberi bantuan hukum kepada teman-teman BMI, tidak hanya sekedar membaca saja.
    Keep strong mbak.... *hugs

    ReplyDelete
  27. Jika bapak membaca surat.ini smpatkan membaca komnnya pak,jangan cuma bekerja jika ada uang dan untuk kepentingan sendiri .yg kami harapkan sikap tegas dari pemerintah indonesia jangan menganggap sepele kasus bmi hk.bpk bisa menjadi presiden karena rakyat jika npk g bisa tegas dlm kasus.ini mendingan turun jabatan saja g ada gunanya menjabat sebagai presiden jika g nertanggung jawab

    ReplyDelete
    Replies
    1. SBY gk bakal turun, kata PRIHATIN pun gk keluar darinya :(

      Delete
  28. Q ja malu kok,,, punya bpk negara yg ga bertanggung jawab,,,,,,, bulsyit, ,,,,, turun ja dari jabatan sekarang,,,,, punya presiden jg ga berguna,,,,,,

    ReplyDelete
  29. saya BMI di taiwan ,merasakan jg kesedihan dn prihatin banget semoga pemerintah cepat mendengar ,dn cepat turun tangan .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga di Taiwan tidak ada kasus serupa mbak

      Delete
  30. Astaghfirulloh,,,,saya dulu pernah bekerja sebagai Administrasi pada sebuah PJTKI, tapi saya tidak bertahan sampai satu bulan, karna saya tahu tidak ada kepastian dan ketegasan Pemerintah kita apabila terjadi kasus yg serupa, ini sangat memprihatinkan.... :(
    untuk mbak Fera Nuraini, kEep strong ya mbak, jangan menyerah karna masi ada Allah yg akan selalu bersamamu, dalam setiap langkahmu...
    kEep istiqomah, semoga do'a2mu terkabulkan, aamiin ya robbal 'alamin
    dan untuk Bapak Presiden,,,semoga tergantikan oleh orang yg tepat,,, The Right Man On The Right Place

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiinm, makasih mbak
      Jadi tahu PJTKI seperti apa ya

      Delete
  31. Yang sering saya dengar kasus seperti ini terjadi di Arab Saudi atau Malaysia. Ternyata di Hongkong juga sering terjadi... Yang sabar ya sob,semoga Alloh SWT memberikan kekuatan dan ketabahan.Serta kasus ini cepat terselesaikan.Dan bagi korban semoga mendapatkan semua hak-haknya.. Aamiin ya Rabbal'alamiin...

    Mau nyinggung pemerintah males,soalnya percuma..

    ReplyDelete
    Replies
    1. HK masih ada kasus parah seperti Arab.
      Salah kalau pemerintah menganggap hk surganya BMI

      Delete
  32. Coba ada yg bantu di share ke fb ata twitter Bu Ani Yudhoyono. Biasanya cepet dapat tanggapan!

    ReplyDelete
    Replies
    1. sudah di share ke mana2, semoga sudah baca

      Delete
  33. President bukan tidak melihat dan tidak mendengar tapi sengaja tutup mata dan telinga , membuta dan menuli. Bginilah karakter pimpinan negara kita. Semoga ALLAH SWT cepat membukakan mata hatinya . Amin

    ReplyDelete
  34. Ya Robb..Allahu ya sobru alaik...insyaAllah....and justice for Erwiana

    ReplyDelete
  35. Yang sabar aja dulu ya, SBY lg sibuk ma partai nya, kami aja di sini(Arab Saudi) masih menunggu ketegasan dari SBY, ini surat teman'' dari Sumessy yg di tunjukan ke SBY, tolong di share juga ya sebab saya gk punya akun twitter,,>>> KEPADA YTH.

    BAPAK/IBU PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA YANG KAMI HORMATI.

    KAMI ATAS NAMA TKI/TKW OVERSTAYER YANG BERADA DI ARAB SAUDI
    TERUTAMA YANG BERADA DI DALAM TARHIL SUMESSY,
    MINTA PERHATIAN NYA MEMINTA TOLONG DENGAT SANGAT UNTUK SERIUS MENANGANI
    DAN MENGURUS KEPULANGAN KAMI TKI / TKI OVERSTAYER KE TANAH AIR.

    KAMI ADAKAN PETISI INI KAMI MERASA
    PIHAK KJRI LAMBAN DALAM MENANGANI PROSES
    PEMULANGAN OVERSTAYER INI, DIKARNAKAN ATURAN JAWEZET
    YANG BERUBAH - RUBAH.

    DAN YANG KAMI DENGAR PIHAK JAWEZET MEMINTA
    AGAR PEMERINTAH RI TURUN LANGSUNG MENGATASI TKI/TKW OVERSTAYER
    YANG BERADA DI SAUDI ARABIA/TERUTAMA YANG BERADA DI SUMESSY.

    KAMI SEMUA BERGANTUNG KEPADA KJRI, SEDANGKAN KJRI APA KATA JAWEZET NYA.
    KALAU BP PRESIDEN RI TIDAK BISA DATANG KE SAUDI ARABIA
    UNTUK MENANGANI TKI/TKW OVERSTAYER SECARA LANGSUNG.

    UTUS ORANG YANG TEPAT,TEGAS DAN BERTANGGUNG JAWAB
    UNTUK MENYELESAI KAN MASALAH INI.

    TERIMA KASIH ATAS PERHATIAN NYA.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mhaji mabook, Presiden punya menteri pak, yang menangani langsung masalah TKI. Bapak copy surat bapak ini ke web ini http://www.depnakertrans.go.id/contact.html
      bukan di BLOG teman spt ini. Kl begini, hanya menebar kemarahan dan caci maki ke pemerintah. Bapak tulis, lalu bapak simpan arsipnya. Semua komunikasi diarsipkan. Di web Kemenakertrans tsb ada no telp dan fax, gunakan sumber daya yang ada, dan apa yg sdh bapak lakukan diarsipkan. Berjuang jg harus sabar, tp jangan pakai caci maki. Masalah overstayer sdg diurusin, saya lihat berita TV, ada berapa ribu TKI overstayer di Saudi sdh pulang/tiba di tanah air. Semua proses gak ada yang bisa instan.

      Delete
    2. Yang belum dipulamgkan banyak, tapi ke Arab sudah mau ngirim lagi, duh

      Delete
  36. Mungkin PAK PRESIDEN juga baca tapi m3nganggap seperti baca iklan orang jual rumah atau iklan pisang goreng
    Karena sudah tidak menganggap kita yang hanya buruh migran seperti melihat ayam yang sibuk mencari makan di sekitaran kandang

    ReplyDelete
  37. Yang sabar ya mbak Fera...semoga kita dapat pemimpin yang betul2 peduli dengan nasib rakyatnya di manapun berada, tidak hanya sibuk mengurus kekuasaannya dan mempertahankan tahtanya serta keluarganya...Allah selalu bersama orang2 yang tertindas

    ReplyDelete
  38. Wah hebat sekali suratnya. Coba di poskan langsung ke Presiden RI selain disebarkan ke media sosial.

    Bisa berbagi gak, anda bilang pernah di penampungan, apa yang anda kerjakan di sana? Berlatih ketrampilan sesuai pekerjaan?

    Apakah anda sudah mengadukan Agen Penyalur Tenaga Kerja yang mengirim anda ke sana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di penampungan belajar bahasa, masak dan pekerjaan rumah tangga mbak

      Sampai sekarang saya tidak melapor majikan, agen, ataupun PT saya

      Delete
  39. Sungguh ironis dan miris. :(
    Semoga surat ini dibaca oleh Bapak SBY dan mampu membuka mata hatinya, untuk tak hanya 'prihatin', tapi juga bertindak cepat. Mudah-2an beliau tak hanya menjadi presiden partai demokrat, tapi adalah juga presiden republik Indonesia yang sesungguhnya. Ayo Pak SBY, response, please!

    Saya bantu share artikel ini, ya, Mba.

    Salam,
    Alaika

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mbak Alaika
      Besar harapan saya surat ini dibaca pak SBY

      Delete
  40. wah sipp bgts kace.....smga aj y ada respond.....

    ReplyDelete
  41. Kita berharap penuh kesabaran ... Karena kita dah tahu dan faham karakter bapak dan ibu pemimpin klo dpt surat atau berita seperti ini sok pura2 tdk tahu boro2 mendengar untung nyuruh mentrinya layaknya piaraan istana yg menganggap remeh tapi uang devisa di telan ... Luarbiasa kita punya pemimpin yg mementingkan partai dan keluarga sendiri .

    ReplyDelete
  42. saya BMI makkah saudi turut prihatin atas kejadian yg mnimpa sdri qt erwiana asal ngawi jatim. smoga pemerintah cpt merespont mslh ini dn mslh BMI di negara-negara yg lain..

    ikut share,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih ya solidaritasnya, semoga segera ditangani

      Delete
  43. turut prihatin, semoga lekas ditangani.
    salam

    ReplyDelete
  44. Sabar ya mbak, semoga cepat ada solusi kongkritnya dari presiden, mengingat tahun ini moment pemilu. Seringkali kasus seperti ini dijadikan senjata untuk mendongkrak simpati pada suatu tokoh atau parpol menjelang Pemilu.

    ReplyDelete
  45. Amin Semoga Bpak Presiden bisa Mengerti dan Prihatin Atas nasip rakyat nya ...bukan Partai ya .

    ReplyDelete
  46. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  47. Amin sem0ga bapak presiden prihatin akan kondisi korban ,,,dan semoga kasusnya di tangani ,,,
    buat mbk erwiana cepat sembuh

    ReplyDelete
  48. cuma bisa meng'aminkan, dan semoga cepat terselesaikan semua masalah nya

    ReplyDelete
  49. Usul buat jadi petisi tulis di Change.org..

    ReplyDelete