ATKI

Fendy Ponorogo, BMI Paling Go Blog

5:44 PM

 Blog Fendy Ponorogo

     
Sekitar tahun 2008, waktu saya libur cuma sebulan sekali. Biasanya kumpul dengan teman di lapangan rumput. Pas ada panggung BMI di lapangan, saya masih cuek saja saat itu. Tak ada niat mendekat untuk melihat, paling hanya mendengar dari jauh.

Nah, suatu ketika, saat MC memanggil satu nama untuk naik panggung menyanyikan lagu Malaysia, saya masih cuek. Tapi begitu dia menyanyi dan suaranya pun enak didengar, tepuk tangan penonton cukup membuat saya tersenyum.

"Itu Fendy lagi nyanyi. Dia anak Ponorogo." Kata teman saya yang juga dari Ponorogo.

"Haimeh." Jawabku datar.

Lalu untuk kesekian kali, saat di lapangan ada panggung BMI, Fendy lagi-lagi disuruh naik dan menyanyi. Ternyata  penampilan Fendy selalu ditunggu oleh "fans".

Dan dudulnya saya yang baru "ngeh" dengan Fendy yang menyanyi lagu Malaysia menjadi lagu gubahan perjuangan saat acara ulang tahun PILAR bulan Juni 2013 lalu.

Dan inilah orangnya yang saya ceritakan itu.

  Duduk sama orang Go-Blog itu keren :D 

Fendy, nama yang tak asing lagi di kalangan BMI kususnya Hong Kong. Penampilannya tomboy dan lebih suka mengenakan topi dan tas ransel saat libur.

Fendy saat ini  aktif di Persatuan BMI Hong Kong Tolak Overcharging (PILAR) dan menjabat sebagai sekretaris. PILAR adalah sebuah aliansi yang beranggotakan 20 lebih  organisasi BMI yang ada di Hong Kong.


Flashback ke belakang tentang kisah hidup Fendy yang berhasil saya gali. 

Fendy besar di Ponorogo, sama dengan saya, cuma kami beda kecamatan. 

Tahun 1996 Fendy meninggalkan Ponorogo untuk bekerja ke Malaysia. Tahun 1996 saya masih SD ini. Di Malaysia bekerja sebagai pekerja rumah tangga, lalu akhirnya lari dari rumah majikan dan berpindah-pindah kerja di pabrik, tidak genap 2 tahun Fendy pulang ke Ponorogo dan jarak beberapa hari masuk ke penampungan untuk proses Hong Kong, tahun 1998.

Setelah menikmati hidup di penampungan beberapa bulan, Fendy terbang ke negeri beton, potong gaji 2 bulan, mendapat majikan super cerewet yang berakibat pada turunnya berat badan Fendy sebanyak 4 KG. Karena tidak kuat, tahun 2000
Fendy pulang ke Indonesia, dan jarak beberapa bulan masuk PT lagi dan kembali ke Hong Kong dengan potong gaji 7 bulan.

Majikan kali ini juga cerewet, dengan rumah villa tingkat 3 plus taman dan setiap Minggu dapat jatah libur. Tahun 2001, Fendy mulai mengenal organisasi ATKI. Berawal dari banyaknya teman yang terkena kasus dan mereka tinggal di Shelter Bethune House, dan saat libur Fendy sering main ke sini. Fendy pun tertarik untuk gabung. 

Di majikan kali ini, Fendy bertahan 3,5 tahun dan memutuskan untuk
Break kontrak dan mencari majikan lagi. Mendapat majikan baru hanya menikmati libur sebulan 2 kali, itupun hari Sabtu. 

"Kadang kalau Minggu gitu aku nyuri waktu keluar untuk ke lapangan, tapi ketahuan majikan dan pasti dimarahi." Curhat Fendy.

Setelah finis 2 tahun, Fendy mencari majikan lagi dan itu bertahan sampai saat ini, 7,5 tahun. Merawat 2 anak perempuan yang selalu mengundang tawa saat diceritakan ke kawan-kawan waktu libur. 

Apa sih suka dukanya berorganisasi, Fen? Tanya saya via telepon.

"Sukanya itu banyak temen, tambah saudara, tambah pengalaman, bisa berbagi pengetahuan, seperti hak-hak BMI Hong Kong. Meski tidak dibayar, tapi semua itu melebihi bayaran atau uang, Fer." Jawabnya.

"Kalau dukanya, hmmm apa ya. Kadang miris kalau melihat ada teman yang buta hukum. Seperti hak libur, gaji dan lainnya. Contohnya kayak Erwiana itu. Itu cuma yang kelihatan lo ya, yang gak kelihatan juah lebih banyak." Tambah Fendy.

Fendy berharap kepada kawan-kawan BMI untuk gabung di organisasi, biar tidak di goblok'i sama agen atau majikan di negara penempatan. 

"Jangan baru ada masalah baru teriak-teriak." Katanya penuh semangat.

Nah, tentu sudah pada tahu kalau Fendy punya BLOG, alamatnya di 
http://fendyrahayu.wordpress.com/

Kalau boleh jujur ni, sebenarnya dari tahun 2012 (seingat saya) saya sudah menyarankan Fendy untuk membuat Blog. Alasannya kenapa? 

Saya sering melihat status Fendy, baik di akun Facebook maupun di Grup dan Fanspage yang dia kelola, isinya sangat bermanfaat buat kawan-kawan BMI. Kalau dimasukkan ke Blog, sampai kapan pun akan tetap terdokumentasi di sana dan mudah dicari saat dibutuhkan. Beda kalau di Facebook yang cepat bergeser dan hilang.

"Aku  ki wong go blok  a, Fer. Gak eruh masalah ngono kuwi." Dia berasalan.

"Emange wong nge-Blog kudu pinter disik ye, Fen." Saya mendebatnya.

"Menurutku ki wong sing nge Blog mesti pinter, Fer." Jawabnya lagi.

Saya masih ingat betul saat itu, kira-kira pertengahan tahun 2013, saya kembali meyakinkan Fendy untuk bikin Blog, karena saya lihat statusnya dan gaya bahasa Fendy sangat enak untuk dinikmati.

"Ndang gawe Blog lah, Fen." Desakku

"Sik lah, Fer. Aku ki rung yakin, aku sik rung iso, aku ki wong go blok." Jawabnya lagi.

Puncaknya adalah pertengahan bulan November 2013, Fendy benar-benar membuat BLOG dan menasbihkan diri sebagai seorang BLOGGER di Wordpress dan juga BMI yang GO-BLOG. 


Dua hari yang lalu, saat saya tanya soal Blog, Fendy dengan penuh semangat bercerita soal Blog-nya.

"Gimana Fen rasanya go-Blog?"

"Sueneng aku Fer saiki. Apa lagi kalau pengunjung banyak. Itu pas kasus Erwiana, aku sampek kaget, masa pengunjung Blogku sampai 30 ribu semalam."

"Makanya, itulah keuntungan BLOG, Fendy. Bisa dilihat yang baca dan berapa banyak yang berkunjung ke Blog."

"Iyo Fer. Seneng lihat pengunjung banyak. Tambah semangat aku go Blog." Curhatnya penuh semangat.

"Masih meragukan kekuatan BLOG, Fendy?" Dan kami pun tertawa bersama.

Sebenarnya bukan hanya Fendy yang saya kompori untuk membuat BLOG dan membagi ceritanya ke Blog. Semoga setelah melihat semangat Fendy dalam nge-Blog, kawan-kawan lain juga tergerak untuk ikut go-Blog.

Percayalah, menjadi BLOGGER itu KEREN. Contohnya yang nulis ini, halah.

OK Kakak Fendy, teruskan go-Blognya dan tularkan semangat nge-Blog ke kawan-kawan lain di organisasi. Semakin banyak BMI yang menulis semakin bagus. 

Mari melawan doktrin GOBLOK terhadap BMI dengan GO-BLOG. 

You Might Also Like

9 komentar

  1. Gaya tulisan kak Fendy emang bikin ngangenin, unik... natural :-D

    Terimakasih mbak Fera yg slalu jadi inspirasi kawan kawan buat ngeblog , walaupun pada dasarnya ga bisa nulis , tapi melihat semangat mba Fera, saya jadi tularan maksain nulis .

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena masing-masing orang punya gaya bahasa sendiri mbak, yuk terus menulis di blog ya

      Delete
  2. mbk aq pernah didata bwat pemilu sama mbk" yg di victory ktanx mo di tlp balik tp sampai hr ini lom jg di tlp udah tutup kah pemilu di hk ... go go bloger BMI mbk fera n mbk fendy kalian inspirasii qt smua ....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Soal pemilu saya kurang tahu mbak, coba tanya sama kawan yang lain atau KJRI

      Delete
  3. Saya beberapa kali singgah di Blognya Fendy, kadang ninggalin jejak, sering juga tidak.
    Gaya bahasanya juga enak di nikmati, sama kayak anak Ponorogo yang satu laginya ini. :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, om dian juga punya gaya bahasa sendiri,
      apalagi fotonya, kerenn

      Delete
  4. saya kagum saya mbak Fera dan mbak Fenfy, Semoga makin banyak orang-orang yang rela berjuang untuk rekan-rekan BMI lainya

    ReplyDelete