BMI

Kisah Cinta Antara BMI Hong Kong dan Korea

10:48 AM

       (google images)

Tahun 1999 aku mengenalnya saat masih duduk di bangku SMK. Saat itu aku lagi sedang PSG (Pendidikan Sistem Ganda) dan dia juga PSG, kebetulan tempat kami berhadapan, aku di kantor dinas peternakan, dia di bengkel. Saat itu aku kelas 2 dan dia kelas 3. Sebut saja namanya Ahmad.

Cinta pun mulai bersemi diantara kami sampai tahun 2001 aku lulus sekolah. Tahun 2002 aku berangkat ke Hong Kong, sedang dia ke Korea. Sayangnya hubungan kami terputus oleh komunikasi. Tahun 2002 hape atau media sosial belum menjamur seperti saat ini.

Tahun 2004 aku pulang cuti ke Indonesia, saat menikmati cuti inilah aku bertemu dengan temannya Ahmad yang bercerita kalau Ahmad sering menanyakan kabarku dan meninggalkan nomer Korea untukku.

Saat aku kembali ke Hong Kong, aku mencoba untuk SMS Ahmad. Dan sejak saat itu, hubungan kami terjalin kembali. Telepon, SMS dan kalau hari Minggu kami menghabiskan waktu untuk chatting. 

Juli 2006 aku finis kontrak dan pulang  kampung, Ahmad pulang kampung bulan November 2006. Jarak sebulan kepulangannya, kami lalu menikah.

Hidup berumah tangga kami nikmati bersama, suka dan duka kami menjalaninya. Kami dikaruniai anak perempuan tahun 2007. Sayangnya hanya sebentar kami diijinkan merawat malaikat kami ini. Karena sakit yang tak tertolong, kami harus merelakan kepergiannya. 

Sedih. Kami sudah berusaha semampu kami untuk mengobati penyakitnya dengan biaya yang tak sedikit, sayangnya Allah lebih menyayanginya.

Tahun 2009 aku memutuskan kembali untuk bekerja di Hong Kong, potongan 7 bulan kembali aku nikmati. Pun juga dengan suamiku yang berangkat kembali ke Korea tahun 2011. 

Hubungan kami yang terpisah antara Hong Kong Korea kami jalani kembali seperti saat masih pacaran. Bedanya, saat ini dipermudah dengan banyaknya media sosial yang membuat kami bisa irit untuk urusan komunikasi. 

Saat nelepon, kami berbagi cerita soal apa saja. Tentang kondisi di Hong Kong atau pun Korea, tentang kegiatan libur kami atau berbagi kabar soal keadaan keluarga di kampung halaman. Kebetulan setiap Minggu aku aktif ikut kegiatan organisasi. Tiap Sabtu malam atau sepulang libur, aku selalu berbagi cerita tentang kegiatan apa yang aku ikuti ke suamiku.

Kami berencana akan pulang bersama tahun 2017 nanti. Saat ini kami sama-sama mengumpulkan modal untuk membangun usaha. Saling percaya dan tetap menjaga komunikasi menjadi kunci kami dalam menjalin hubungan jarak jauh ini.

"Jaga kesehatan dan jangan lupa sholat ya." Pesan suamiku setiap kali akan menutup telpon. 

Menjalin hubungan jarak jauh ada yang bilang gampang-gampang susah. Godaan terbesar adalah hadirnya orang ketiga. Tapi sejauh ini kami merasa nyaman dengan hubungan kami. Toh bukan setahun dua tahun kami menjalaninya. Dari saat masih pacaran sampai hubungan pernikahan kami yang sudah 8 tahun.

Saling menjaga kepercayaan dan komunikasi, saling jujur dan komitmen untuk setia sampai pada waktunya kami akan berkumpul kembali nanti. 

--
Ini kisah cinta seorang kawan BMI Hong Kong yang suaminya bekerja di Korea. Banyak sekali pasangan suami istri yang terpaksa berjauhan sementara  untuk mencari modal demi keluarga. Kalau ingat dengan tujuan awal pergi ke luar negeri untuk apa dan demi siapa, pasti keinginan pindah ke lain hati tidak akan pernah ada.

Semoga bisa mengambil hikmahnya




You Might Also Like

6 komentar

  1. barokallohulakuma...semoga samara aminn,nggak mudah hidup berjauhan dengan pasangan,hongkong-korea...jauh ya mbk hehe

    ceritanya nano2 ya disini,,seneng

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, LDR ini :D
      ada yang sukses tapi tak sedikit yang gagal, semoga mereka tetap bisa

      Delete
    2. Tidak mudah utk menjalin kasih dg pasangan dg berjauhan, sifat cemburu dan curiga selalu ada dlm hubungan itu serta ego masing2 yg menurut mrk bener serta kesombongan mrk, hubungan bisa putus di tengah jalan.

      Delete
    3. niat dan komitmen serta tumuan awal, kembali lagi ke sini mbak :)

      Delete
  2. asslmkm mbk..betul sekali.berat bila suami istri berjauhan apalagi dlm jangka waktu yg panjang.aku tau betul perasaannya.hanya selslu berdoa semoga alloh selalu melindungi suamiku yg mencari nafkah buat ksmi sampai ke negeri korea.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiinn, semoga komunikasi selalu lancar ya mbak

      Delete