BMI Hong Kong

Modern Slavery: Setelah Erwiana Kini Ada Siti Fatimah

10:51 PM

    Tamparan dan pukulan majikan Siti (dok. Rina)

Erwiana, BMI asal Ngawi yang disiksa majikan selama 8 bulan kerja di Hong Kong dan dirawat di Rumah Sakit Islam Sragen telah diijinkan pulang ke rumah pada hari Rabu, 5 Februari 2014.

Dalam konferensi pers yang diadakan di RS dan dihadiri oleh banyak media tersebut, Erwiana   berharap agar pemerintah Indonesia mengambil tindakan hukum terhadap siapapun pihak-pihak yang bertanggungjawab atas kasus yang menimpanya. 

Erwiana berharap agar kasusnya menjadi kasus terakhir yang dialami Buruh Migran Indonesia. Harapan Erwiana ini juga yang menjadi harapan ribuan buruh migran bukan saja yang bekerja di Hong Kong, tapi di seluruh dunia. 

Hanya berselang satu hari kepulangan Erwiana dari RS tempat dia dirawat, Hong Kong kembali diguncang dengan kasus baru yang menimpa BMI asal Jepara, Jawa Tengah. Siti Fatimah (30) bekerja 5,5 bulan di daerah Tsueng Kwan O, tak jauh dari apartemen majikan Erwiana. 

Siti  lari dari rumah majikan pada tanggal 6 Februari 2014 setelah mendapat tamparan dan pukulan dari majikan perempuan. Di rumah  majikan Siti ada majikan laki-laki dan perempuan serta dua anak berumur 2 dan 5 tahun. Majikan perempuan tidak kerja. 

Saat majikan perempuan menampar Siti, majikan laki-laki memperingatkan tapi tak dihiraukan oleh sang istri. 

"Jisin, ngo jeng goi olei coye kema." Gila, aku ambil dia untuk kerja. Begitu selalu jawaban sang majikan perempuan. 

Majikan perempuan Siti selain ringan tangan juga cerewet. Hanya gara-gara sehelai rambut di lantai, tamparan sudah pasti akan Siti terima. Dan kalau pekerjaan salah Siti tidak akan diberi makan.  

Siti melarikan diri saat majikan perempuannya masuk kamar mandi.  Siti buru-buru mengambil KTP (HK ID) dan uang HK$ 50 lalu turun ke bawah dan menelepon polisi. Sebelumnya, majikan Siti berkoar-koar, "silahkan lapor polisi, aku tidak takut, aku ini orang paling kuat di Hong Kong."


Menurut Siti, pandangan matanya saat ini kabur dan sedang menjalani pengobatan. Kalau 1 Minggu belum ada perubahan, kemungkinan Siti akan menjalani operasi. 

Ternyata harapan Erwiana dan ribuan buruh migran belum terwujud. Masih ada kawan BMI yang mendapat perlakuan kejam dari majikan. Hong Kong bukan lagi surganya buruh migran. Julukan baru sepertinya semakin menguat. Hong Kong, Kota dengan Peradaban Perbudakan Modern.


Sumber: KJRI Hong Kong dan hasil wawancara dengan Rina (BMI yang bertemu Siti saat visum di rumah sakit dan menemani Siti sampai dijemput pihak KJRI).




You Might Also Like

5 komentar