50FinalisSB2014

Tantangan Srikandi Blogger Edisi Jual Diri

5:15 PM


Coretan ini sebagai syarat penilaian 50 Finalis Srikandi Blogger 2014. Setelah masuk ke Juri, rasanya sayang kalau tidak diposting di Blog. Namanya juga Blogger, jadi apa-apa pengen di-Blog-kan 😄
OK silahkan dinikmati sampek habis.

--

Halo... halloooo,
Akhirnya tiba juga giliran saya untuk mempromosikan diri saya yang manis ini #halah :D

Maakk, kenalkan, nama saya Fera Nuraini. Nama asli ini Mak,  di semua media sosial dan semua biodata saya namanya Fera Nuraini. Lahir dan besar di kota Reog, Ponorogo Jawa Timur. Ada Emak blogger dari Ponorogo gak? Lulus S3 (SD, SMP, SMK) administrasi. Bercita-cita jadi polwan, pramugari (biar bisa keliling dunia) dan sekretaris kantor, tapi semua kandas. 


Umur saya, hiks gak usah disebut ya mak, belum ada 30 kok. Saya masih single atau sendirian. Saya perjelas deh mak, saya masih jomblo. Ada adik cowok atau ponakan atau teman gak mak? boleh kenalin ke saya, siapa tahu jodoh #ngarep

Sejak umur 20 tahun saya sudah melancong ke negeri beton, tempat si Andy Lau dan Jacky Chan biasa main film, Hong Kong, itu tahun 2005 Agustus saya tiba di HK (ketahuan umurnya, hiks) sampai saat ini. Menjadi seorang pekerja rumah tangga (PRT) atau kami di HK lebih familiar dengan sebutan BMI (Buruh Migran Indonesia).

Bekerja di luar negeri dan jauh dari keluarga tentu tidak mudah. Budaya, bahasa, kebiasaan, makanan dan adaptasi lumayan sulit saat awal-awal di HK. Pelan tapi pasti saya bisa melewatinya. 


2 tahun mengurus anak berkebutuhan kusus, saya dituntut untuk sabar dan iklas. Pukulan, jambakan, cubitan dan teriakan keras setiap hari saya terima. Bukan saja dari anak yang saya asuh (umur 17 tahun, cowok) tapi juga dari Nyonya. Sabar dan orang tua, ini alasan saya bertahan sampai 2 tahun dan tidak kabur meski itu bisa saya lakukan.

Semua kenangan saya tulis di buku diary yang masih tersimpan rapi sampai sekarang. Sudah berbentuk draf di laptop dan berharap bisa meneruskan cerita tentang pengalaman saya kerja di HK menjadi sebuah buku. True Story About BMI in HK. Doakan ya mak. 

Mengenal dunia Blog sejak tahun 2009 dan aktif menulis 2010
akhir. Berawal dari "tidak ingin menjadi pembaca terus menerus" saya beranikan diri untuk menulis. Tulisan pertama yang saya posting bukan soal buruh migran malah, tapi soal gagalnya Pak Bambang Widjojanto (bener gak nulisnya) menjadi ketua KPK yang dikalahkan oleh Pak Busyro Muqodas (nulis di blog keroyokan K). 

Lalu tulisan berikutnya mulai nyerempet ke pengalaman soal menjadi buruh migran di HK dan isu-isu terbaru tentang BMI HK. Bekal WIFI gratis  di rumah dan waktu longgar membuat saya selalu mencari bahan untuk terus menulis. saya punya prinsip (halah) harus menghasilkan 1 tulisan per harinya.


Tahun 2012 saya membuat 
Blog pribadi di sini http://bmi-hk.blogspot.hk/?m=1  dan menjadi kontributor kusus Hong Kong untuk portal berita di http://buruhmigran.or.id/  
Portal ini berisi tentang isu-isu TKI atau BMI yang bekerja di luar negeri. Termasuk HK yang lumayan aktif mengirim berita (kan saya mak kontributornya :D). Pusat Sumber Daya Buruh Migran (PSD-BM) ini pusatnya di Jogja. Jadi kalau ada tetangga Emak yang menjadi TKI di luar negeri dan punya masalah, bisa menghubungi redaksi, ada nomor kontak yang siap dihubungi. ِِInsyaallah siap membantu.

Pegiat PSD-BM sendiri menemukan saya juga berkat tulisan saya di Blog. Keren kan mak? Berkat menulis di Blog, saya jadi kontributor dan mengirim tulisan tentang kondisi BMI di HK untuk dibagi ke media dan untuk diketahui oleh khalayak, ini loh HK dan para pekerja di sana (berbangga dikit mak ya gak papa :D). 

Selain kontributor online di portal tersebut, saya juga pernah menjadi kontributor koran cetak berbahasa Indonesia yang terbit di Hong Kong. Koran ini berisi tentang BMI di HOng Kong. Di HK juga banyak koran cetak lo mak, dan kontributor/ wartawannya ya para BMI. Keren gak sih :D

Di kalangan BMI, saya sering dipanggil sebagai "penulis" atau "wartawan". Tapi saya menolak sebutan itu. Penulis? duh, belummm, jangan sebut saya penulis. Wartawan? Haduuhh, terlalu berat, sebut saja saya ini BLOGGER, ini lebih keren menurut saya. Saya sering bilang ini ke kawan-kawan BMI yang memanggil saya "penulis" tadi.

5 kali saya didapuk jadi juri di acara ulang tahun organisasi di Hong Kong. Ada panggung berdiri di lapangan Victoria Park (pernah denger kan mak?) dan saya duduk di meja juri sebelah kanan panggung. Juri lainnya para ekspatriat yang ada di Hong Kong atau para bule yang kebetulan jadi aktivis di Hong Kong dan hanya saya yang menjadi TKI. Lombanya ada gubahan lagu progresif isu BMI, lomba busana dari daur ulang, dancer dan tari tradisional.  Hiks, awalnya gak PD mak, serius. Saya yang sesama BMI menjadi juri untuk BMI dan bersanding dengan para juri dari kalangan bukan BMI. Minder. Tapi itu dulu, setelah kedua, ketiga, dan seterusnya saya PD. Panitia memilih saya jadi juri tentu punya pertimbangan lain.

Dari yang dulunya hanya menjadi penonton saat ada even di lapangan dengan panggung besar yang jumlah penontonnya ribuan, saya bisa duduk di kursi dan meja juri. Berkat jadi Blogger. 

Sejak aktif menulis di Blog, saya sering mengajak kawan-kawan sesama BMI untuk ikut menulis. Sering berbagi soal dunia menulis ke kawan-kawan di organisasi, baik via online atau saat libur, berharap akan muncul penulis baru atau blogger baru di kalangan BMI Hong Kong. 

Untuk prestasi, karena saya tidak pernah ikut lomba, makanya gk pernah dapat juara (hahahaaha). Pernah masuk 20 besar untuk tulisan "Kisah Pertama Di Negeri Rantau" dan telah dibukukan, saya denger-denger sih mau ditranslet ke Bahasa Inggris.

Hari Senin-Sabtu full time di rumah majikan. Disela-sela pekerjaan tetap menulis dan nyuri-nyuri balas komentar. Minggu menghabiskan waktu untuk libur, bertemu kawan-kawan sesama BMI, berbagi tentang apa saja, isu terbaru, ilmu-ilmu
baru, cerita baru dan ini yang selama ini menjadi inspirasi saya untuk terus menulis. 

Baru bulan Desember ini saya gabung di Komunitas Emak2 Blogger tapi sudah sangat banyak ilmu yang berhasil saya bawa lari :D Semangat di tengah keterbatasan, kebersamaan, saling support dan tetap peduli terhadap sesama yang salah satunya dibuktikan dengan #KEBPeduliBencana. Bagi yang ingin membantu saudara kita yang terkena musibah, monggo kirim ke mak Irma Susanti, Rekening BCA-0662857546. Berapapun nilai  rupiah yang emak keluarkan akan sangat membantu mereka. 

Ini yang membuat saya sangat salut dengan para Emak-emak yang tetap punya kepedulian besar terhadap sesama. Sekali lagi, saya tidak salah tempat begabung di sini. Kalau Emak-emak Blogger kopi darat, pasti yang jadi bahan pembicaraan bukan tas, sepatu, baju atau aksesoris dengan brand luar negeri, tapi topik tulisan dan seputar blog yang menjadi bahasannya, iya kan mak? 

Rasanya masuk  50 besar..... Maaaaakkkkkk....... Saat itu saya lagi masak di dapur dan nyuri buka Twitter saat nenek mandi. Banyaaaakk mensen masuk yang ada hastag #50FinalisSB2014 lalu saya masuk ke web KEB. Allahu Akbar. Langsung nangis baca nama-nama yang ada dalam 50 besar itu. Cuma saya seorang yang menjadi BMI. Bangga tentunya, saya bisa bersaing dengan Emak-emak hebat dari seluruh nusantara. 

Sempat kucek mata karena gak percaya, lalu pindah buka Facebook. Eh ada mensen yang menyebut saya masuk menjadi 50  finalis calon Srikandi Blogger, huwaaaa tambah banyak air mata yang menetes.

Sungguh, menjadi bagian dari komunitas Emak2 Bloger membuat saya yang dulunya tidak PD ini menjadi semakin PD. Mbak Anazkia adalah salah satunya yang menjadi inspirasi saya. Bahwa profesi tidak menghalangi seseorang untuk berkarya.


Bersama KEB dan ikut Srikandi Blogger 2014 lalu masuk menjadi #50FinalisSB2014 adalah sebuah kebanggaan luar biasa bagi saya. Berharap tidak akan berhenti sampai di sini. Saingan berat tapi tetap saling menyemangati seperti tidak sedang bertanding padahal ini adalah sebuah pertandingan dan itulah para calon Srikandi Blogger dalam Kumpulan Emak-emak Blogger.

Saya bangga menjadi bagian dari komunitas ini. Keterbatasan waktu, kesibukan menjaga anak dan suami bagi para Emak2 dan aktifitas kerjaan tidak menyurutkan semangat para Emak2 untuk terus menulis dan tetap peduli terhadap sesama yang sedang tertimpa musibah/ bencana.



Selamat buat para finalis. Peluk cium dari jauh ya maaakkkk. Sekian acara jual diri. Doakan cepat laku mak #eh. Doakan jadi juara 😘


Dan ini foto saya saat libur Minggu di Hong Kong, dan foto sama Bang Ahmad Fuadi itu waktu ketemu di Acara ulang tahun K. kebetulan saya jadi salah satu nara sumbernya, pun juga dengan Bang Fuadi. 

NB: Mungkin ada yang menilai tulisan ini ada kesan pamer atau sombong. Namanya juga "edisi jual diri" jadi apapun yang pernah dialami dan dimiliki mencoba untuk dikeluarkan untuk diketahui orang banyak kususnya para Juri :)

You Might Also Like

14 komentar

  1. Putriku, betapa haru aku membaca tulisanmu. Sebuah semangat yang membara yang datang dari sebuah keterbatasan. Sungguh bapakmu ini tak bisa berkata banyak, karena tak tahu harus berkata apa.selain rasa bangga yang bersemayan di dada.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih atas semua doa dan semangatnya om, itu lebih dari cukup buat saya.

      Delete
  2. keren mak, sukses ya buat SB nya... btw, kerjanya full seminggu atau 5 hari kerja mak? bagi waktunya buat ngeblog gmn mak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kerja Senin-Sabtu mak, ngeblognya nyuri2 hahahaha

      Delete
  3. Hebat y mbak .... Slm knl y fbnya boleh aadd?

    ReplyDelete
  4. Mak... salut banget sekaligus bangga padamu :)
    dirimu menginspirasi... terus berkarya mak... semoga sukses & barokah selalu :)

    ReplyDelete
  5. Mak.. catharnya kirim ke gramedia coba mak... :) ggod luck yaa, dikau kereenn

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih sarannya mak, belum selesai nulisnya :) doakan cepet kelar

      Delete