BMI Hong Kong

Caleg Ganteng Ini Peduli TKI

3:40 PM

   Caleg Yoga saat membagikan kartu nama.


Itu hanya judulnya, soal buktinya bagaimana, kita tunggu saja kalau Caleg ini benar-benar sudah duduk di Senayan.

Namanya Yoga Dirga Cahya, Caleg  DPR RI Dapil II Jakarta Pusat dan luar negeri dari Partai Amanat Nasional (PAN). Caleg ganteng ini (kata banyak orang sih ya) sering keluar masuk Hong Kong sekitar setahunan ini untuk mencari dukungan yang akan membawanya duduk di kursi DPR RI. 10 tahun menetap di Singapura, gajinya saat bekerja di Singapura hampir mirip dengan anggota DPR, ya kurang lebih Rp 60 jutaan lah. 

Kebetulan Minggu kemarin saat kumpul-kumpul dengan kawan-kawan dari IMWU, Pak Yoga lewat di depan kami dan ada saja mbak-mbak yang meminta foto bersama. Ya karena penasaran, saya pun mendekat, tepatnya di depan toilet umum Victoria Park. Bukan mau foto bareng, bukan. Saya mendekat karena ingin wawancara (gayane koyo wartawan ae :P).

Ini petikan wawancara dengan Caleg ganteng dari PAN, lumayan panjang sih, kalau mau baca sampek habis semoga Anda tambah ganteng dan cantik. OK simak.

Fera (F): Halo Pak Yoga ya?
Yoga (Y): Halo, iya mbak.

F: Saya Fera, Pak. Yang kemarin komen-komenan di Facebook
Y: Ohh, iya mbak Fera, akhirnya bisa ketemu juga.

F: Bisa minta waktu, saya pengen wawancara sebentar, Pak.
Y: Oh bisa mbak, kita numpang duduk sini ya.

Akhirnya kami numpang duduk di atas permadani putih yang digelar oleh kawan-kawan yang duduk di sana. Kerena kebetulan semua lapangan Victoria Park dari lapangan bola sampai lapangan rumput dikuasai oleh pemerintah Hong Kong untuk persiapan pameran bunga tahun ini. Nasib BMI tak punya tempat selama beberapa Minggu.

F: Pak Yoga, saya mau tanya ni. Kan rakyat Indonesia atau kususnya BMI yang ada di Hong Kong sudah banyak yang melek politik dan mereka sudah apatis terhadap partai politik dan para politikus. Bagaimana cara Pak Yoga meyakinkan ke mereka, kususnya para buruh migran ini agar mau memilih dan tidak golput?

Y: Kita sangat paham dengan kondisi ini mbak. Sebenarnya bukan saja di Hong Kong, tapi di Indonesia dan bahkan dunia bahwa rakyat sudah tidak percaya dengan partai politik. Nah, ini menjadi tugas saya dan juga tim sukses saya untuk meyakinkan ke mereka bahwa politik bukanlah sesuatu yang kotor. Politik kotor itu jika hanya memanfaatkan politik hanya untuk kepentingan pribadi. Itu yang selalu saya katakan ke mereka.

Kalau Anda ingin mengubah suatu sistem, Anda harus masuk ke sistem tersebut. Anda tidak bisa hanya teriak-teriak saja. Kita melakukan kampanye yang namanya kampanye putih. Kampanye putih adalah "bersih, transparan dan profesional"
Kalau kampanyenya bersih, Insyaallah nanti akan jadi politisi bersih dan kalau kampanyenya kotor ya akan  jadi politisi kotor.

Jadi tolong jangan dilihat partainya, tapi lihatlah Calegnya. Bisa gak dia membawa aspirasi kita nantinya. Kita bisa lihat profil Calegnya seperti apa, baik apa enggak.

F: Kenapa memiilih PAN, Pak? Padahal perolehan PAN tahun 2009 juga gak tinggi-tinggi amat. 

Y: Saya memilih PAN karena saya ditawari dan cara PAN sendiri dalam
merekrut Caleg itu sangat profesional. Kita gak bisa asal
masuk, karena semua ada prosedurnya, ada fit and proper testnya. Di PAN saya tidak perlu nyetor duit, saya juga gak dikasih apa-apa oleh PAN. PAN memberi kesempatan kepada saya, silahkan ambil aspirasi dari teman-teman yang ada di luar negeri.

F: Trus saya denger konsennya Pak Yoga akan menghapus KTKLN. Selain itu apa saja, Pak?

Y:  Kita ada banyak program sebenarnya, salah satunya namanya TKI Sejahtera. Selain itu ada pengaturan perlindungan TKI di luar negeri. Mengupayakan supaya TKI yang bekerja di luar negeri itu mempunyai ketenangan batin saat bekerja, saya juga ingin menghapus terminal TKI di bandara Selapanjang itu menjadi terminal umum. Jadi tidak dibedakan antara TKI dan bukan TKI.  Jadi semua bisa masuk ke sana. Membersihkan bandara dari percaloan dan juga membersihkan PJTKI yang nakal dan juga menertibkan PJTKI. Semua sumbernya kan ada di  UU nomer 39/2004. Nanti saat saya jadi, saya akan upayakan UU itu untuk direvisi agar isinya lebih memihak pada para TKI.

F: Oh iya, di acara Mata Najwa itu saya melihat salah satu panelis mengatakan bahwa sebenarnya penggunaan istilah TKI  itu tidak disukai oleh para aktivis  yang memperjuangkan TKI di luar negeri, kenapa tidak mengunakan istilah BMI, Pak? 

Y: Jadi gini ya mbak, karena dalam UU masih menggunakan istilah TKI dan audiens atau penonton Mata Najwa kebanyakan adalah orang di Indonesia atau orang Indonesia yang ada di luar negeri dan tahunya atau pahamnya dengan sebutan TKI, maka saya pakai sebutan TKI. Kalau saya pakai sebutan BMI nanti mereka tidak paham jadi lebih mengerti kalau menggunakan istilah TKI. Jadi intinya supaya mereka paham dengan TKI di luar negeri. Dan paham bahwa saya adalah Caleg yang ingin memperjuangan para TKI yang ada di luar negeri.

F: Bagaimana cara Pak Yoga meyakinkan ke anggota DPR yang lain bahwa TKI itu layak untuk diperjuangkan? Bukan saja demi kepentingan partai, tapi benar-benar demi kepentingan seluruh rakyat?

Y: Kebetulan Pak Hatta (Ketua PAN) sendiri juga sangat mendukung dan para anggota partai juga mendukung. Kalau partai mendukung otomatis fraksi partai juga mendukung. Dan kalau  fraksi sudah mendukung, itu akan memudahkan kami untuk melobi partai-partai lain, bahwa para TKI kita di luar negeri itu juga punya hak yang sama untuk dilindungi.

F: Terus dari PAN sendiri, adakah rencara untuk menghentikan pengiriman TKI ke luar negeri? Atau sudah adakah cara agar orang tidak tertarik untuk bekerja ke luar negeri? 


Y: Dari PAN sendiri belum, karena bagaimana pun bekerja ke luar negeri itu adalah hak mereka. Tapi kami akan memperbaiki pembekalan para TKI yang akan bekerja ke luar negeri. Agar supaya TKI kita lebih dihargai oleh negara lain. Kita tidak bisa memaksa orang untuk bekerja ke luar negeri dan kita juga tidak bisa melarang mereka untuk bekerja ke luar negeri. 

F: Menurut Pak Yoga sendiri, tanggapan pemerintah kita terhadap kasus yang menimpa Anis (jarinya dipotong majikan) atau kasus Erwiana itu bagaimana?

Y: Saya tidak suka tanggapan yang "reaktif" atau pemerintah hanya menyelesaikan masalah yang sudah timbul. Harusnya pemerintah bisa mencegah. Monitoring lebih diperketat terhadap pengiriman TKI ke luar negeri. Karena bagaimana pun mencegah lebih baik daripada mengobati. Saat di majikan kita cek lagi, ada masalah enggak si sana.

F: Pak Yoga kan sudah lumayan lama ni keluar masuk Hong Kong, tentu tahu kinerja KJRI Hong Kong seperti apa, sudah pernah ketemu belum, Pak?

Y: Sudah, saya sudah ketemu dengan KJRI. Menurut saya kinerja KJRI masih banyak yang harus diperbaiki. Kalau saya lihat KBRI Singapura lebih baik, lebih efisien dalam melayani TKI. 
Kita beri kesempatan lah ya buat Pak Chalief untuk mendisiplinkan dan mengatur bawahannya agar bekerja lebih baik lagi, agar bisa lebih fokus lagi dalam melayani buruh migran. 

F: Harapan Pak Yoga terhadap pemilu tahun ini apa? kususnya terhadap buruh migran.

Y: Jangan golput ya, semua harus milih, karena sekali lagi bahwa golput tidak akan menyelesaikan masalah. Sekarang ada Caleg yang peduli terhadap TKI, yang ingin memperjuangkan kepentingan TKI yang ada di luar negeri, beri kesempatan itu padanya untuk bekerja. Ada caleg yang ingin KTKLN dihapus, ambil kesempatan itu.

F: OK terima kasih Pak Yoga, moga sukses ya
Y: Sama-sama mbak, Insyaallah, amin.

-
Ini obrolan singkat dengan Caleg dari PAN nomor urut 7. 

Sekarang semua kembali kepada pemilih, kususnya buruh migran. Mau golput atau memberikan hak pilih Anda kepada wakil yang Anda percayai? 

Semoga saja para Caleg  yang awalnya sangat manis sekali saat mencari pendukung ini tetap manis dan lebih manis lagi saat sudah duduk di Senayan sana.

Tak bisa dipungkiri dan sepertinya sudah hukum alam, saat benar-benar menjadi anggota legislatif DPR mereka akan lupa dan terbuai dengan kedudukannya. Inilah salah satu yang membuat rakyat apatis dengan para politikus.

Pesta demokrasi sebentar lagi. Penentuan 5 tahun ke depan akan ditentutan bulan depan. Pada akhirnya semua kembali ke Anda. 

Mau pulih siapa? Cukup Anda saja yang tahu. 




You Might Also Like

5 komentar

  1. Maju terus pantang mundur...!!
    Saya siap until memilih caleg bersih
    Hid up kampanye putih

    ReplyDelete
  2. sebener nya tidak perlu ada pemilihan karena semua manis di bibir hanya rayuan agar jadi pemenang

    ReplyDelete