BMI Hong Kong

Kubatalkan Niat Golput Demi Jokowi

9:40 AM



       foto google images



Joko Widodo, lahir di Solo, 21 Juni 1961, lulusan UGM, menjabat Gubernur DKI Jakarta pada 15 Oktober 2012. Sebelumnya Jokowi menjabat sebagai Wali Kota Surakarta tahun 2005-2012. Periode pertama 5 tahun dan terpilih kembali di periode kedua, baru dua tahun lalu diboyong ke Jakarta. 

Dari berbagai survei yang dilakukan, nama Jokowi selalu berada diurutan pertama diatas Prabowo, Megawati, Wiranto dan nama lain. 

14 Maret 2014 bisa jadi hari yang paling ditunggu-tunggu oleh orang-orang yang menginginkan Jokowi menjadi Presiden. Bertempat di rumah Pitung Marunda, Jakarta Utara, Megawati  memberi mandat kepada Jokowi sebagai calon Presiden dari PDIP. Mandat itupun ditulis dengan tangan oleh Megawati.  

Antara Pujian dan Cacian

Dalam dunia politik, pujian dan cacian layaknya sayur tanpa garam. Pun juga dengan Jokowi. Banyak yang memuji tapi yang memcaci juga tak kalah banyak, terlebih dari lawan politiknya sewaktu kalah dalam pemilihan Gubernur di DKI.

Banyak yang kegirangan saat Jokowi benar-benar dinobatkan menjadi Capres oleh Megawati. Kekawatiran yang sebelumnya adalah jangan-jangan Megawati sendiri yang akan maju, kalau benar, siapa yang mau milih. "Daya jual" Mega tentu sangat jauh jika dibandingkan dengan Jokowi.

Meski demikian, tak sedikit juga yang kecewa karena Jokowi nyapres di saat warga DKI sangat berharap banyak terhadap Jokowi dan Ahok. Di bawah kepemimpinan Jokowi-Ahok, DKI mulai bergeliat dan banyak perubahan, terutama urusan birokrasi yang selama ini menjadi kendala lambannya roda pemerintahan

Pileg sudah dilaksanakan di Hong Kong tanggal 30 Maret 2014 di lapangan Victoria Park, Causeway Bay. Sekarang tinggal menunggu pemilihan Presiden yang akan digelar bulan Juli nanti. 

Ngomongin soal Capres, banyak sekali kejadian seru waktu Pileg di Hong Kong.  Simak suara kawan-kawan BMI Hong Kong yang berhasil saya rekam saat Pileg 30 Maret 2014 di lapangan Victoria Park, Causeway Bay.

Ani (samaran) dari Indramayu, 10 tahun lebih di Hong Kong dan ingin menggunakan hak pilihnya. Tahun 2004 dan 2009 pernah mendapat surat suara tapi tidak dia gunakan dan tahun dia justru tidak mendapatkan kertas suara dan datang ingin menyoblos berbekal KTP Hong Kong. Saya coba pancing dia kenapa tahun ini memilih ikut pemilu. 

"Kita kan butuh pemimpin yang baik, yang tidak pake senjata tapi karena dia pernah menjadi pemimpin dari tingkat bawah. Pernah menjadi Walikota dan Gubernur." Katanya. Tentu bisa nebak siapa dan kemana arah pilihannya :D

"Loh, kok gak ada foto Jokowinya to, mbak." Kata seorang Ibu yang ikut antri di lapangan lalu dijawab oleh yang lain, "Bu, hari ini belum nyoblos Presiden, tapi nyoblos Caleg dulu."

"Oalaahh, tak kiro nyoblos Presiden. Pantes gambare Jokowi gak ono."  Jawabnya polos.

Lalu ada juga yang benar-benar datang ikut partisipasi pemilu setelah Jokowi mendeklarasikan diri sebagai Capres.

"Tahun ini aku gak jadi golput, aku pilih Jokowi." Kata seorang BMI asal Malang.

"Yo jelas Jokowi to ya. Selain sesama wong Solo, memang Pak Jokowi kerjanya bagus kok." Kata BMI berbaju putih waktu kami berdiri di pagar pembatas.

"Kenapa sih gak langsung nyoblos Presiden saja. Kemafan (repot) ndadak nyoblos Caleg disik." Keluh BMI asal Ponorogo yang gak sabar pengen segera melihat Jokowi jadi Presiden.

Tahu Ira kan? Yang jualan jamu keliling lapangan dengan goyang ngebornya? Yang sudah mengantarkan orang tuanya naik haji berkat jamunya? Ira dari tahun 2000 bekerja di Hong Kong sampai saat ini.

Saya sempat mencegat dia untuk tanya soal pemilu juga.

"Stop. Mandek sik jogednya. Mau tanya soal pemilu hari ini. Sampean nyoblos gak tadi?" Tanya saya.

"Nyoblos dong. Ya meskipun nasibku gak berubah, aku memang dari dulu selalu ikut pemilu. Tapi Presidennya ganti apa enggak aku yo tetep jadi  bakul jamu." Jawabnya.

"Tapi dari dulu memang keluarga saya itu selalu nyoblos PDIP." Kata Ira dengan jujur.


Ada yang berasalan ikut berpartisipati menjadi warga negara yang baik dengan ikut menggunakan hak pilih, ada yang bilang demi masa depan anak cucu nanti. Ada juga yang karena libur jadi sekalian memanfaatkan waktu untuk ikut nyoblos. 

Jam 9 pagi lebih saya naik MTR menuju ke Causeway Bay dan bertemu sesama BMI yang juga berangkat libur. Mereka juga ngobrolin soal pemilu tahun ini.
Ada 3 BMI yang berjalan barsam sambil ngomongin capres.

"Nanti aku nyoblos Jokowi pokok'e" 

"Aku iyo, biar ada perubahan."

"Iyo, sopo ngerti nek Jokowi dadi Presiden kita gak perlu kerja jadi PRT lagi." Mereka berbalas jawaban sepanjang Sau Kei Wan menuju Causeway Bay.

Lalu saya coba nimbrung pembicaraan mereka.

"Mbak, mau ikut pemilu hari ini?"

"Iya mbak, mau nyoblos Jokowi." Jawab salah satu diantara mereka.

"Mbak, hari ini belum pilihan Presiden, hari ini masih milih calon legislatif atau caleg  dulu, anggota DPR mbak." Jawab saya.

"Heh, la terus Presidene kapan, Mbak?" Tanya mereka serempak.

"Nanti bulan July."

"Oalaaahhhhh." Iya, jawabnya memang panjang gini :D

"La terus kalau gak kenal  calegnya itu gimana?"  tanyanya lagi.

"Bisa pilih partainya salah satu, Mbak."

"Oohhhh gitu."

Ternyata  masih ada yang belum tahu kalau Minggu, 30 Maret 2014 kemarin itu adalah Pileg dan bukan Pilpres. Di lapangan Victoria Park pun banyak yang mengira kalau hari itu adalah pemilihan Presiden, banyak yang tanya foto Capresnya mana kok gak ada.

"Kenapa harus Pileg, langsung milih Presiden aja kan enak."

"Gak jadi nyoblos aku, nanti aja kalau pas milih Presiden aku ikut."

"Pantesan poto Jokowi di kertas suara tadi gak ada, ternyata belum pilihan Presiden."

Dan sederet komentar lainnya. Saya, Mbak Anis Hidayah dan Mas Wahyu Susilo dari Migrant Care yang kebetulan ada di TPS hanya senyum-senyum melihat mereka di sekitar lapangan dengan berbagai macam komentar ini.

"Wis pokoknya Jokowi Presiden. Gak urus Pileg Pileg opo kuwi." Kata seorang BMI dari Jawa Tengah.

"Wis kadung semangat ate nyoblos, ternyat gak enek fotone Jokowi." Curhat BMI dari Cilacap.

Jadi saya tidak heran kalau nama Jokowi sering banget terdengar di
lapangan hari itu. 

Jokowi oh Jokowi, kubatalkan niat Golput demi Jokowi.


You Might Also Like

4 komentar

  1. Semoga harapan2 kita bisa diwujudkan melalui pemerintahan baru kelak. Amiiin. Jokowi For President 2014-2019 Indonesia Hebat Indonesia Baru!

    ReplyDelete
    Replies
    1. آِمـــــــــــــــيْـنَ
      hope
      hope

      Delete
  2. amin..smoga pa jokowi teladan bgi kita BMI hongkong yg ingin perubahan

    ReplyDelete
    Replies
    1. آِمـــــــــــــــيْـنَ mbak

      Delete