JKW4P

Rakyat Jelata Apatis Terhadap Caleg

2:25 PM


"Milih sinten sidane pas coblosan niko?" Tanyaku waktu telpon Bapak kemarin.

"Bingung aku, kertase gur tak wolak-walik. La gambare uakeh, gek cilik-cilik."Jawab si Bapak.

"La trus, nyoblos mboten?" Tanyaku lagi.

"Ora, gur tak buka, kok bingung dewe, yo wis tak lipet maneh kertase." Jawabnya

Oalaahhh.

Cerita lain lebih lucu, ada yang setengah jam di dalam bilik suara hanya bolak balik kertas karena bingung mau nyoblos yang mana. Ini rata-rata dialami oleh pemilih yang sudah sepuh, umur 60 tahun ke atas.

Dan akhirnya karena bingung, mereka hanya membolak-balik kertas lalu dilipat lagi dan dimasukkan begitu saja ke dalam kotak suara.

Ini cerita yang terjadi di kampung saya. Bagaimana di kampung lain? Pasti ada yang mengalami hal yang sama. 

Dan ternyata ada juga yang mencari-cari foto Jokowi padahal belum waktunya nyoblos Jokowi :D

Selain pendataan kacau, ternyata sosialisasi bagaimana cara mencoblos juga kacau. Apalagi di kampung-kampung, seperti kampung saya, bisa saja banyak terjadi kecurangan.

Misalnya ada kader dari partai atau caleg tertentu yang yang ada di TPS mengarahkan pemilih untuk mencoblos partai atau caleg tertentu dengan memanfaatkan kebingungan para pemilih ini. 

Dan ternyata rasa apatis terhadap para caleg juga menjalar ke warga di kampung halaman saya.

"Alaahh, nyoblos ra nyoblos paling aku yo tetep macul nek sawah." Begini komentar sodara saya lainnya.

Pemerintahan yang baru belum tentu menjamin harga pupuk murah dan harga jual padi, jagung dan hasil tanaman lainnya memuaskan. Paling nanti pas panen tiba harganya turun, giliran mau nanam lagi harga pupuk yang mahal.

Yah, ini fenomena yang sudah sangat lama terjadi dan telah berganti berapa kali pemimpin dan pemerintahan, perubahan signifikan belum ada. 

"Milih ra milih podo ae paling, boyok sampek bengkung macul neng sawah yo ra enek wong peduli." Curhat Bapak.

"Wakil rakyat opo? Makili urip penak wong mlarat sih iyo." Tambahnya lagi.

Heh, Bapakku kok ya mudeng  ya kalau wakil rakyat itu hanya mewakili hidup enak di sana dan bukan mewakili apa yang menjadi aspirasi rakyat.

Ya sudah gitu aja sementara cerita dari di Bapak dan pemilihan kemarin. 

You Might Also Like

4 komentar

  1. Wah surat suara bapakmu bisa di bantuin nyoblos sama mereka tuh Fera

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga enggak om, wah kalau banyak yang dibantu nyoblos bahaya ni

      Delete
  2. Bener sekali Mak... banyak yang apatis terhadap caleg.
    Di TPS ku aja yg gak datang ada 85 orang.

    ReplyDelete
  3. Kita gak bisa nyalahin juga mak, karena itu hak mereka

    ReplyDelete