BMI Hong Kong

Majikan Gila! 2 Tahun Harus Membangunkan Tuan Setiap Hari

4:29 PM

        (depokklik.com)


"Singsang .... singsang .... heisanaaaaa." Tuan, tuan, banguunn

Begitukah teriakan saya setiap haru saat membangunkan Tuan, selama 2 tahun, setiap hari. Mengetuk pintu sampek tangan saya berdarah sering kali saya alami demi bisa si Tuan membuka pintu pertanda bangun.

Jangan tanya gimana jengkelnya saya selama 2 tahun mendapat pekerjaan aneh ini. Jam 12 siang mulai mengetuk pintu,

"Sinsang heisana."

"Tak lah." Iya, jawab tuan dari dalam kamar.

Jarak 10 menit mengetuk pintu lagi. Dengan jawaban yang sama, 10 menit mengetuk lagi. Sampai jam menunjukkan angka 1. 

Kadang saya diemin sampai jam 1.30 siang baru mengetuk pintu lagi. Lalu dia bangun dan bilang, 

"Kok jam segini baru bangunin."

"Heh, dari jam 12 dibangunin gak bangun." Jawabku kesal.

Yang lebih parah adalah saat dia harus kerja pagi. Jam 5 pagi saya tetap harus bangun, menggedor pintu di saat semua orang masih enak tidur.

Kadang sengaja saya keraskan ketokan pintungan biar Nyonya bangun dan bangunin suaminya, ya karena mereka tidurnya gak sekamar. 

Kadang Nyonya marah kalau mendengar ketukan pintu terlalu keras waktu saya membangunkan Tuan, tapi biar tahu bagaimana pekerjaan saya setiap hari bangunin suaminya.

Jengkel, marah, geram dan entah perasaan apalagi saya rasakan. Bayangkan, 2 tahun, setiap hari, entah siang kalau dia kerja malam, atau pagi buta kalau dia masuk kerja pagi, saya harus mengetuk pintu membangunkannya.

Iya kalau diketuk sekali langsung keluar, kadang sampek 2 jam bangunin baru dia bangun keluar dari kamar.

Kalau jari saya sakit karena mengetuk pintu setiap hari lalu berdarah, saya akan memakai sarung tangan kain. Dengan sarung tangan ketukan akan lebih keras, eh tapi ternyata bangunnya susah juga.

Kadang saya pakai kayu atau apalah untuk mengetuk pintu, biar tetangga tahu sekalian bagaimana brengseknya majikan Laki ini, bangun tidur saja harus dibangunin, dan setiap hari.

Sepertinya hanya majikan saya yang begini, bangun tidur nyuruh PRT-nya membangunkan. Gak mikir rasa malu didengar tetangga padahal pintu rumahnya selalu dibuka entah musim dingin apalagi panas, otomatis banyak tetangga mendengar.

Pekerjaan ini menjadi bahan tertawaan saat saya pindah majikan. 

Majikan Edan. Majikan ra nggenah. Kem soia. Majikan Jizin. Dan sederet komentar lain.

"La kok kowe betah 2 tahun." Tanya banyak teman ke saya.

Ya gimana lagi, potongan gaji, biaya agen, bahasa kantonis masih minim dan banyak alasan kenapa memilih bertahan. Tahun 2005-2007, tanpa libur sama sekali, tak punya, tidak tahu dunia luar.

OK cukup. Itu dulu. Sekarang? Saya tidak akan membiarkan diri ini teraniaya lagi :D

You Might Also Like

10 komentar

  1. Bose malesan banget ya, Mba. Hrrrrr

    ReplyDelete
  2. apa boleh buat ya dek... ABis kita butuh sih jadi mereka semena2 :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bunda, makanya dibetah-betahin, padahal tersiksa banget

      Delete
  3. Pengalaman hidup yang menarik mbak. Sekarang bahasa Kantonisnya udah lancar dong ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bahasanya ya sedikit banyak paham lah mbak

      Delete
  4. masa-masa seperti itu mengingatkan kita untuk semakin banyak bersyukur pada setiap kemudahan yang kita temui... terimakasih sudah berbagi mbak.

    ReplyDelete