BMI Hong Kong

May Day 2014: End Slavery Now!

8:44 AM

      Akhiri perbudakan

May Day atau hari buruh di Hong Kong selalu diperingati dengan acara turun ke jalan dan melakukan aksi di depan gedung pemerintahan Hong Kong.

Pun juga dengan May Day tahun ini yang jatuh pada hari Kamis. Ribuan orang turun ke jalan baik buruh lokal maupun asing termasuk di dalamnya buruh migran dari Indonesia, Filipina, Nepal, Banglades dan banyak lagi yang tergabung dalam IMA (International Migrant Alliance).

May Day tahun ini, banyak sekali para buruh lokal dari berbagai kalangan ikut turun ke jalan, termasuk sopir bus dan mereka yang bekerja di kantor pos.

Para BMI sendiri sudah mulai merakat di lapangan bola Victoria Park sejak pagi. Banyak acara yang mereka lakukan sebelum jam 1 siang tiba lalu dilanjutkan menuju ke KJRI melakukan aksi di sana.

Dengan pengawalan ketat dari polisi aksi di depan KJRI berjalan lancar. Kasus Erwiana masih terus didengungkan dalam aksi ini. Kontrak mandiri, hapus KTKLN dan sistem online juga masih menjadi tuntutan BMI Hong Kong.

Jam 2 siang aksi di depan KJRI usai dan massa kembali ke lapangan untuk bergabung dengan buruh lokal yang dikomandoi oleh HKCTU.

Jam 3 massa pun bergerak menuju Central Goverment Office. Tuntutan para buruh migran tahun ini adalah: 

1. Naikan upah minimum menjadi HK$4,500 dan masukan PRT migran ke dalam perlindungan Undang-Undang Upah Minimum.
2. Cabut 2 minggu visa (Aturan Tinggal Baru) dan aturan visa yang mendiskriminasikan PRT migran.
3. Jadikan tinggal diluar rumah majikan (live-out) sebagai pilihan dan cabut aturan wajib serumah dengan majikan (live-in).
4. Tetapkan jam kerja standar untuk seluruh buruh di HK termasuk PRT migran
5. Segera tuntaskan persoalan agen tenaga kerja yang jahat dan ilegal secara efektif.
6. Ratifikasi kesepakatan Konvensi International Labour Organization (ILO) C189 tentang perlindungan PRT yang mengatur hak-hak standar bagi kondisi kerja dan tinggal seluruh PRT.

May Day di Indonesia baru tahun ini ditetapkan sebagai libur nasional setelah terus mendapat desakan dari para buruh di tahun-tahun sebelumnya. Dan sama seperti di Hong Kong dan negara-negara lain, di Indonesia juga diwarnai aksi turun ke jalan untuk menuntut berbagai macam kebijakan yang dinilai sangat tidak berpihak terhadap kaum buruh.
   di depan KJRI


    merapat kembali ke lapangan setelah aksi di KJRI

Selamat hari buruh untuk para buruh dimana pun. Selalu berharap nasib buruh akan lebih diperhatikan lagi oleh pemerintah. Dan harapan yang sama, semoga buruh migran di luar negeri jumlahnya semakin berkurang. 

Ciptakan lapangan kerja untuk rakyat dan semoga kasus Erwiana bisa menjadi ujung tombak perubahan  kebijakan dan perbaikan perlindungan bagi kaum migran di luar negeri.

You Might Also Like

2 komentar