blogger bmi

Shek O Menelan Korban, Kronologi Titin dan Trauma Para Sahabat Terhadap Air

8:35 AM





Minggu, 4 Mei 2014, BMI di Hong Kong kembali berduka. Seorang BMI bernama Titin Ratnawati (32) asal Lumajang meninggal dunia saat sedang menikmati liburan di pantai Shek O. 

7 orang BMI yang sedang libur asik berpose di pesisir Tai Tau Chau, Shek O. Dua diantara mereka borpose diujung bebatuan dan mendadak datang ombak tinggi dan besar, salah satu dintaranya terseret dan tergulung ombak. Dalam hitungan menit pertolongan datang dari tim rescue.Titin ditemukan jarak 50-100 meter dari tempat kejadian. Naasnya, Titin dinyatakan meninggal dunia ketika dilarikan ke rumah sakit. 

Demikian kabar yang beredar di Facebook dan Whatsapp kawan-kawan buruh migran Minggu malam. Berita ini juga sudah menyebar di media elektronik Hong Kong.

Menurut Zulia, salah satu teman Titin dalam rombongan, jam 8.30 mereka berkumpul di Sau Kei Wan lalu naik Siupa menuju ke Shek O. 

Jam 9.30 pagi mereka mulai berjalan menyusuri pantai sambil berfoto. Berfoto ria kira-kira 10 menit lalu tiba-tina ombak tinggi datang. Masih menurut Zulia, saat itu Titin berdiri di tebing dan ombak datang menyapunya bersama teman yang lain. 

"Ombaknya tinggi sekali, waktu Titin berdiri di tebing itu ombaknya  ada satu meter lebih di atas kepala Titin." Katanya waktu dihubungi lewat telpon tadi malam.

Kemudian Zulia menelepon 999 lalu bantuan pun datang dan Titin ditemukan.

Titin, bekerja di Hong Kong 10 tahun dan ikut majikan yang sekarang sudah 7 tahun. Rencana Titin bulan Juni cuti pulang ke Indonesia dan tiket sudah dibeli. Majikannya waktu di Rumah Sakit Chaiwan terlihat sedih dan menangis. Maklum Titin ikut mereka sudah 7 tahun. Bisa dibayangkan bagaimana kedekatan Titin dengan majikan.

Di mata para sahabatnya
sendiri, Titin adalah sosok cantik, periang, gaul, ramah dan tidak sombong. 

"Meski sudah umur 32 tahun tapi gak kelihatan dan kami kenal
belum lama langsung akrab, saya langsung suka berteman sama dia." Kata Zulia.


Rasa trauma dialami teman Titin. Saat melihat air mengalir dari shower, perasaan takut dan ngeri dia rasakan. 

"Pokoknya aku gak akan main ke pantai lagi. Melihat air mengalir mengguyur badan sendiri aja takut. Membayangkan saat Titin terkena ombak dan berusaha minta tolong tadi." Curhatnya.

Ini bisa jadi pembelajaran bagi
BMI yang sedang libur di pantai untuk lebih berhati-hati lagi. Pantai Hong Kong yang ombaknya tidak sebesar pantai-pantai di Indonesia ternyata berbahaya. Apalagi
bagi yang tidak bisa berenang.

Minggu pagi Hong Kong sempat diguyur hujan yang membuat jalanan lumayan becek. Semoga arwah Titin tenang di sisi-Nya dan keluarga tabah menerima cobaan ini. 


You Might Also Like

5 komentar

  1. Tulung agung apa lumajang mbak Fera?

    ReplyDelete
  2. tragis mbak. Ya Alloh. pulang tinggal baju ke kampung halaman.

    ReplyDelete
  3. Tragissss tak dpt aq bayangkan

    ReplyDelete
  4. Turut berduka cita, Mak :( Sedih banget. Dan kebayang kalau teman2 alm. sampai trauma. Aku yg jauh di sini aja jadi ngeri bayangin pantai :( May she rest in peace, Amiinn..

    ReplyDelete