Fera Nuraini Blogger BMI

Tarif Toilet Lebih Mahal dari Segelas Teh

5:18 PM

    (Google images)

Tahun 2009 saat pulang kampung saya sempatkan untuk jalan-jalan ke Jakarta. Bersama dengan saudara, selama seminggu saya habiskan untuk main ke beberapa tempat wisata yang ada. Lumayan juga untuk mencuci otak dan pikiran. Yang paling berkesan dari perjalan saya adalah saat mampir ke toilet.

Toilet, tempat yang paling dibutuhkan manusia, bukan? Saya jadi teringat kata-kata bapak saya waktu  masih kecil. "Saat  membangun rumah baru, yang paling diutamakan dan harus didahulukan  adalah toilet dan dapur."

Kenangan yang sampai saat ini masih teringat adalah saat saya main ke Puncak Bogor Jawa Barat. Kebetulan pas mau pulang hujan turun sangat deras. Akhirnya kami mampir di warung pinggir jalan yang ada di sana. Sambil menunggu hujan reda kami pesan teh hangat dan pisang bakar. Hmmm, lumayan untuk menghangatkan badan dan ngisi perut yang sedari pagi belum terhampiri oleh makanan tapi hebatnya bisa naik sampai ke puncak air terjun Cibeureum.

Semua orang pasti tau kan efek apa yang akan timbul setelah minum teh panas. Ke toilet? Itu sudah pasti. Warung ini punya toilet yang letaknya di bawah jadi harus menuruni tangga kayu. Saat mau ke toilet saya diingatkan oleh saudara saya untuk bawa uang Rp 1000.

"Emang bayar ya?" tanya saya.

"Di sini mana ada toilet gratis" jawab dia dengan tersenyum.

Akhirnya saya pun turun. Dan memang di pintu tertulis tarif penggunaan toilet plus kotak uangnya.

Kami tunggu 1 jam sampai 2 jam hujan belum juga reda. Akhirnya kami pesan teh lagi untuk ke dua kalinya. Baru setengah jam teh kami sudah habis dan hujan malah tambah deras. Kami pesan teh lagi untuk ke tiga kalinya. Saat saya mau ke toilet untuk kedua kalinya tanpa diingatkan saya bawa uang Rp 1000 untuk dimasukkan ke dalam kotak yang ada di toilet. Giliran ketiga kalinya saya tanya ke saudara saya lagi.

"Eh, aku mau ke toilet lagi ni, bayar lagi gak?"

"Ah gak usah lah" jawab dia.

"la iya, masa kita di sini 3 jam, ke toilet 5 kali harus bayar smua. Tarif toiletnya lebih mahal dari harga tehnya"

Saudara saya ketawa saja. Saya bilang lagi "secangkir kopi di kampung cuma Rp 500 perak, di sini sekali ke toilet Rp 1000. Yang bener aja" kataku lagi.

Kami tertawa bersama di tengah-tengah hujan yang belum juga reda. Untung penjualnya gak denger :D

Saat pulang kembali ke kota  tercinta, Ponorogo, saya menggunakan jasa kereta api. Saya ingin menikmati indahnya pemandangan di jalananan yang dilewatinya sambil jeprat-jepret dengan kamera poket. Saat istirahat di salah satu stasiun, masinis memberi waktu 30 menit untuk istirahat. Dan ini saya gunakan untuk ke toilet.

Bayar lagi?  Itu sudah pasti. Hari gini, mana ada toilet gratis :P

Saya lupa di stasiun mana. Di toilet tersebut tertera tarif yang beda-beda, kalau sekarang kayaknya tarifnya dua kali
lipat.

BAK : Rp 500
BAB : Rp 1000
Mandi : Rp 2000

Ada seorang ibu yang karena tergesa-gesa dia lupa membayar toilet. Si penjaga yang melihat langsung menegur,

"Ibu belum bayar."

"Berapa mas?"  tanya si ibu

"Rp 1000, bu." si ibu menyerahkan uang kertas ribuan ke penjaga tadi. 

Saya hanya senyum-senyum sendiri melihat kejadian ini sambil mengingat waktu di Puncak kemarin. "Memangnya penjaga tau ya kalau Ibu tadi BAB kok disuruh bayar Rp 1000" saya berkata dalam hati.

Menurut saya toilet 'harus' bayar sih tidak masalah. Yang penting kebersihan dan kenyamanannya terjamin.

Tidak bermaksud membandingkan dengan toilet di luar negeri lo ya. Contoh saja toilet di Hong Kong,  bersih, tidak bayar, dan di setiap toilet ada petugas cleaning service yang selalu mengontrol dan membersihkannya tiap 2 jam sekali.

Maukah negara kita mencontohnya? Entahlah. Sepertinya toilet di sini tidak begitu penting. Apa lagi sampai dibahas di rapat pleno DPR *halah*

You Might Also Like

8 komentar

  1. soalnya yang bersihkan toilet harus dibayar mbak, begitu juga airnya kan bayar, sabunnya dsb. Menurut saya wajar sih. kan jasa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bayar sih kalau kondisi
      toilet bersih gak papa mbak, kadang becek dan kotor :D

      Delete
  2. ahaha iya mba jadi lebih mahal daripada harga teh ya kalo ditotal, ya udah pesen teh lagi aja #eh

    ReplyDelete
  3. Iya mba, masa ke toilet bayar semua sih. Saya pernah ke tempat wisata bahkan BAK saja 2rb. Huhu
    Bahkan, ada slogan gini ke toilet saja minimal seribu, masa klo infaq kurang dari itu sih *kalau ini nyindir org yg berinfaq

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha, katanya seiklasnya, tapi kenapa ada tulisan BAK 1000 dan BAB 2000 ya

      Delete
  4. Saya kalau mau dolan pastu sedia banyak uang receh, mba. Pertama; utk pengamen. Kedua; utk toilet.

    Kan di negara ini memang ada bisnis toilet. Jadi, saya gak kaget. Hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha hanya di Indonesia toilet jadi ladang bisnis ya mak

      Delete