BMI Hong Kong

Tentang Bara JP Hong Kong dan Harapan Terhadap Jokowi

8:59 PM






Barisan Relawan Jokowi Presiden atau BaraJP telah terpencar bukan saja di kota-kota di seluruh Indonesia tetapi juga di luar negeri dan salah satunya adalah Hong Kong, dimana ada 170 ribu lebih WNI di Hong Kong dan 90% lebih adalah buruh migran.

BaraJP sendiri isinya kebanyakan bukanlah orang yang tergabung di partai PDIP tetapi mereka adalah orang-orang yang menetapkan pilihan untuk Jokowi dalam Pilpres 9 Juli mendatang.

"BaraJP dideklarasikan di Hong Kong sejak 25 Agustus 2013, anggota aktif sekitar 50 tetapi yang ikut-ikutan acara BaraJP lumayan banyak." Kata Tri Sugito selaku koorditaror BaraJP Hong Kong.

Lalu, apa sih harapannya jika Jokowi terpilih sebagai Presiden dalam pilpres mendatang?

BaraJP berharap pemerintah baru nanti lebih mengutamakan memperbanyak lapangan pekerjaan agar menjadi TKI di luar negeri bukan lagi menjadi pilihan.
Kemudian untuk yang sudah ada di luar negeri diharapkan tidak dipersulit saat mengurus dokumen dan membenahi birokrasi yang memeras TKI serta merevisi UU agar lebih condong membela TKI.


Setelah Jokowi ditetapkan sebagai Capres dari PDIP, BaraJP giat melalukan blusukan ke daerah-daerah pinggiran di Hong Kong untuk memberikan informasi seputar pemilu dan mengenalkan sosok Jokowi beserta misi visinya.

Tri Sugito jilbab merah (Foto: Tri Sugito)

"Kita bukanlah orang partai, kita hanya para BMI yang percaya jika Jokowi jadi presiden akan membawa banyak perubahan buat bangsa dan negara kita." Tuturnya.

"Meskipun kita terpisah jauh dari Indonesia, tapi jiwa kita tetaplah Indonesia. BaraJP Hong Kong bukanlah partai, hanya orang-orang yang menginginkan perubahan dan berharap pada sosok Jokowi yang dikenal bersih, jujur, sederhana dan apa adanya." Tambahnya.

"Setelah Pilpres nanti usai, secara otomatis BaraJP juga akan bubar, dan jika Jokowi benar terpilih jadi Presiden tetapi kebijakannya ada yang merugikan rakyat, kita juga akan tetap mengkritisi pemerintahannya." Panjang lebar Tri Sugito menjelaskan.

Selama ini banyak sekali orang, kususnya buruh migran apatis terhadap politisi. Itu salah satu penyebab (sepertinya) yang menjadikan angka golput sangat tinggi di Hong Kong waktu pilihan legislatis April lalu. Ada yang sengaja golput tak memilih Caleg karena tidak kenal figurnya, ada yang golput karena sudah tak percaya lagi dengan pemilu, ada juga yang golput saat pileg saja dan sengaja menunggu menggunakan hak pilih saat Pipres Juli mendatang.

Pilihan Presiden semakin dekat dan suhu politik juga semakin memanas. Perang antar pendukung Capres/ Cawapres begitu kentara di media sosial. Apalagi banyak media yang kebetulan si-empunya yang menjadi pendiri atau pengurus partai berkoalisi dengan kandidat Caprew/ Cawapres, hampir setiap saat menawarkan berita berisi pasangan Capres/ Cawapres.

Hal diatas disadari betul oleh BaraJP di Hong Kong kususnya. "Kami bisa memilah dan memilih berita dan tidak begitu saja menelan mentah-mentah berita yang menjelekkan  Jokowi." Curhat Tri Sugito.

Well, Pilpres semakin dekat. Dua kandidat dipastikan akan bertarung pada 9 Juli mendatang. Perubahan Indonesia 5 tahun kedepan di tangan Anda semua warga Indonesia di manapun berada. Tentukan pilihanmu agar negara kita berada di tangan pemimpin yang tepat.

BaraJP di Hong Kong tentu tidak mengatasnamakan semua BMI Hong Kong akan mendukung Jokowi-JK karena masing-masing punya pilihan. Dan meskipun pilihan kita beda, kita tetap menginginkan pemerintahan baru akan membawa perubahan.

Adu visi misi atau adu dukungan selagi positif tentu boleh saja. Tapi jangan sampai menjelekkan lawan main yang bisa jadi akan berbuah benalu bagi calon pemimpin yang Anda dukung.

-
Saya seorang BMI Hong Kong, bukan penulis atau wartawan, hanya Blogger biasa yang gemar mengamati dunia politik tanah air. Bukan partisipan partai atau Capres tertentu. Tapi saya akan menggunakan hak pilih pada 9 Juli nanti. 



You Might Also Like

2 komentar

  1. Sy tdk menyukai politik, jg tdk memihak satu diantara dua, akn tetapi, demi melihat masa Megawati dl, dimn byk aset negeri ini yg dilepasnya utk luar negeri dg alasan yg tdk relevan...dan jg kasus2 suami beliau yg tertutupi, rasanya apakah bl bpk satu ini menjd Presiden, beliau tdk melakukan hal yg sama?...bl dilihat betapa beliau begitu manut sm Ibu Partainya....wallahu'alam bi shawab...

    ReplyDelete
  2. semua serba mungkin, kalau berandai2 bisa juga beda, Prabowo pun asuhan dan mantu pak Harto, apakah akan seperti pak Harto ? belum tentu juga, kalau mau pilih tanya hati nurani, simak ceramah dan ikuti debat, serta pelajari track record nya, sisanya serahkan sama yang Maha Kuasa dan Maha Mengetahui, manusia cuma ikhtiyar mba

    ReplyDelete