Blogger BMI Hong Kong

Klarifikasi Tulisan (Tentang TKW dan Pelacur)

10:05 PM

     (biangpenasaran.blogspot.com)


Sebelumnya saya ucapkan selamat menjalankan ibadah puasa, semoga puasa kita lancar dan dijauhkan dari segala godaan.

Di sini saya ingin  minta maaf gara-gara tulisan saya yang saya kutip dari detik.com membuat heboh jagad Facebook. Sebenarnya sebelum saya menulis,  saya sudah membaca berita dan komentar di sana, lalu membaca juga komen teman-teman di Facebook. 

Lalu kenapa saya menulis begitu? Kalimat Pak Prabowo yang mengatakan tidak ingin perempuan-perempuan di luar negeri jadi pelacur itulah penyebabkan. 

Seandainya di luar negeri tidak terdapat banyak perempuan, tentu Pak Prabowo tidak akan bilang seperti itu. Perempuan-perempuan yang saat ini di luar negeri jadi tukang sapu itu adalah para Tenaga Kerja Wanita.

Ada komentar yang mengatakan bahwa perempuan di luar negeri ada yang sengaja melacur. Untuk masalah ini saya kurang tahu. Setahu saya perempuan-perempuan yang ke luar negeri karena ingin bekerja untuk membantu perekonomian keluarganya.

Saya terima semua kritik dan kontra. Saya terima komentar yang  mengatakan saya kurang memahami kalimat. Saya menerima semua kritikan Anda. Bagi saya kritik dan saran sangat saya butuhkan. 

Tak bisa dipungkiri suhu politik memang sangat panas mendekati Pilpres. Jujur saya tidak ingin dituduh menjadi provokator gara-gara tulisan itu. Tulisan itu saya tulis hanya ingin mengeluarkan unek-unek saya setelah membaca berita dan komentar. 

Beda pendapat boleh. Pro kontra itu biasa apalagi di jaman teknologi sekarang ini, semua orang bebas mengeluarkan pendapatnya.

Melalui tulisan ini, saya minta maaf jika saya bikin yang baca ikut panas dingin. Saya tidak bermaksud black campaign atau apalah namanya. Itu murni karena unek-unek saya.  Mungkin bedanya saya berani menulis di blog, sedang teman lain yang juga merasa tersinggung hanya menulisnya di kolom komentar. Itu saja.

Terlepas saya memang menggunakan hak pilih saya untuk Jokowi, saya sendiri berharap siapapun yang menang, dia akan menjadi pemimpin yang akan membawa perubahan untuk Indonesia, karena saya seorang buruh migran, tentu harapan besar saya pemimpin baru nanti akan berdampak pula kepada para BMI di luar negeri.


Mari akhiri polemik ini. Besok kita mulai puasa. Sekali lagi saya minta maaf atas tulisan tersebut. 

Dan terima kasih untuk semua kritik, saran dan juga semangatnya buat saya.

Salam damai

You Might Also Like

35 komentar

  1. Lain kali anda kalau mau nulis diblog itu ditelaah yg baik jangn asl nulis yg tidak benar . Ibarat al quran kamu artikan perkata dg per kalimat it beda . Cb liat di you tube gmn cara pak prabowo berbicara . Beliau tdk mau wanita indonesia jadi cukong org asing dan akhirnya banyak majikan nya jg yg memerkosa atau menghamili WNI . Buat pelajaran anda ya negara ini demokrasi tp beraturan bukan demokrasi komunis atau liberal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kamu sok ngajari kayak yang pintar aja. Coba kamu telaah kalimatmu "jadi cukong org asing" Tau nggak artinya cukong?
      Cukong itu artinya "boss atau pemodal" dalam bahasa Cina perantauan. Jadi kamu terjemahkan sendiri apa arti kalimat kamu itu. Ngawur!!!

      Delete
    2. mungkin yg di maksud cungkok, sedikit koreksi.

      Delete
    3. Pake ngomel, kasih contoh nulis dgn telaah yang baik deh soal "demokrasi beraturan bukan komunis dan liberal" terkait tulisan mbak fera yg lalu. Bisa gak?

      Delete
    4. Makanya jadi orang pintar.. Cerna dulu kata kata orang dan pahami... Biar gak ngawur..belajar mencerna kata kata.. Smart dikit gitu loo.klo nulis.

      Delete
  2. Mbak Ambar wahyuningsih, coba kasih link youtubenya mbak, biar clear

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Link Prmbahasan sebelumnya...

    Silahkan dicopy dan paste dibrowser komputer atau anda, agar kalian tidak bingung membaca maksud dari perkataan / klarifikasi diatas

    Untuk lebih jelasnya bisa dibaca disini,

    https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=309588005885125&id=100005017844184

    ReplyDelete
  5. Video bisa di liat di http://www.youtube.com/watch?v=KOv0cMCwLYA

    ReplyDelete
  6. Jangan pernah menyerah ananda, perjuanganmu adalah perjuangan semua buruh migran, bukan hanya untuk dirimu.

    ReplyDelete
  7. salut untuk koreksinya.... becarefull Fera,

    ReplyDelete
  8. https://www.facebook.com/notes/zahraa-nurie/kepada-para-wanita-hebat/275713325949483


    Bravo untuk Fera :)

    ReplyDelete
  9. Kaya gk ada bahasa yg lbh baik dan lbh sopan aja, calon pemimpin koq ngomong asa jeplak aja...!! Pemimpin bocor......

    ReplyDelete
  10. Salut mbak Fera .... anda wanita hebat
    Salam2Jari

    ReplyDelete
  11. Numpang Lewat dari Buruh Pabrik Sawit..... Saya Pilih Prabowo

    ReplyDelete
  12. Mbak fera udah klarifikasi pakai tulisan ini dan sebenernya tulisan yg kemaren nggak perlu di delete menurut saya. Tulisan kermarin sah-sah saja, namanya juga pendapat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pendapat yang memecah belah BMI Hong Kong itu tidak bagus dan tidak layak tayang menurut pendapat saya.

      Delete
  13. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  14. Fera Nuraini Sahabatku
    Prabowo Presidenku

    ReplyDelete
  15. Semoga lain kali lebih bijak lagi dalam menghadapi/menyingkapi setiap hal ya mbak Fera....Tetap semangat menulis ya mbak....

    ReplyDelete
    Replies
    1. ssstttt setuju banget. Tapi ini mah biasa Mbak,

      Kalo difikir dengan kepala dingin, bijak dan cerdas - Apakah jika yang menjadi Presiden nantinya bukan pilihan Anda, apakah Anda tak terima ? Masih mengolok-olok ? Bertikai ? Bercerai ? Pastilah bakal rusak semua kalo begitu saja terus menerus.
      Jangan mudah terpancing emosi.

      Siapapun Presidennya bagi saya tetap " Hidup Jokowi, hidup Prabowo. Ciayooo... Semangat "
      Sudahlah, intinya sebagai sesama penduduk dan warga Indonesia yang baik, sesama anak bangsa Indonesia yang sangat mencintai negeri tercinta ini dengan keragamanannya, persatuan dan kesatuannya. Marilah kita bersatu padu, agar semakin teguh, kuat dan tak terkalahkan. Mari selamatkan Indonesia dari hal buruk dan tercela yang merugikan. Sehingga ke depan bisa sama-sama kita wujudkan Indonesia Hebat dengan penuh keyakinan dan disertai tindakan nyata karena kita adalah warga masyarakat dari bangsa yang bermartabat, Indonesia Raya.

      http://oktiseftinadewi.blogspot.com/2014/06/mari-bersatu-indonesia-hebat.html

      Delete
  16. Terima kasih atas sharingnya.
    Menambah pengetahuan nih.

    ReplyDelete
  17. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  18. Salut untuk Fera. Jangan berhenti menulis dan jangan takut ancaman. Begitulah memang watak pendukungnya Prabowo, bisanya mengancam dan mencaci maki.

    ReplyDelete
  19. tv one di premanisme PDIP kan?!
    Ciri Rezim dictator tepatnya seperti itu..calon penguasa premanisme!!
    Ada polisi ada kpk ada TNI gaya orde barui dl bgtkan..
    Kata siapa tkw tidak menjadi pelacur di luar negeri banyak tuh di kampung saya mereka terpaksa melakukannya dmn kemiskinan di sepanjang hidup mrk. Mereka belia muda terdampar pd org yg salah berikan kerjaan pd mereka..kebocoran ini salah satunya maksud pak prabowo in sha allah..

    ReplyDelete
  20. Kalo bener hasil keisengan harusnya segera muncul dan mengakui dnegan gentle dong. Ga bisa dia berlindung dibalik alasan iseng. Uda tau mayoritas orang2 di sini masi kerdil cara hidup dan cara berdemokrasinya: gampang memfitnah, gampang provokasi dan terprovokasi, gampang bego emosionalnya, dll.
    Pemilu kali ini mungkin adalah pemilu terburuk yg pernah saya ikuti. Bukan karna kualitas capresnya jelek. Keduanya sbnernya ga jelek2 amat si. Tapi karena begitu banyaknya fitnah dan black campaign. Bukannya berkurang dr pemilu trakhir eh malah tambah banyak.

    Soal revolusi mental, revolusi mental disadari oleh para ideolog sebagai dasar penting dari setiap revolusi apapun. Memang istilah ini populer saat terjadi clash of ideology komunis. Lebih tepatnya adalah strategi atau siasat kebudayaan.
    Pada intinya revolusi apapun akan gagal kalau mental dan budaya masyarakatnya tidak siap (artinya masi memegang mentalitas pra revolusi). Ini tidak hanya untuk revolusi komunis tapi untuk semua revolusi. Hanya memang para ideolog komunis yg merumuskannya dalam kata2 atau teori setelah mempelajari berbagai revolusi yg terjadi sebelumnya.
    Contoh: revolusi dari feodalisme ke kapitalisme akan gagal bila mental masyarakatnya masih feodal. Contohnya rakyat dalam dirinya masi menganggap raja sebagai dewa sehingga dia merasa dia bukanlah pemilik tanah karna semua tanah milik raja.

    Bagaimana dengan indonesia?
    Pasca revolusi 45, mental bangsa masihlah tercemar mental dr penjajah. Para penguasanya bermental semi kolonial sedangkan rakyatnya bermental semi feodal. Itulah akibatnya kenapa orde baru bisa langgeng dan reformasi 98 gagal.
    Jadi tenang aja masbro dan mbakbro sekalian. Kalo jokowi menang dan dia konsisten dengan revolusi mental, maka itu semua baru awal dari revolusi yang sebenarnya. Hai kalian orang2 kelas menengah kalian pikir siapa sasaran pertama dari revolusi mental? Ya kelas menengah!!! Yg bermental hedonis itu. Gw pendukung jokowi tapi gw juga belajar ideologi. Semua think tank di belakang jokowi mayoritas adalah orang2 yg telah melahap dan belajar ideologi dr marxis sampai kapitalis. Lalu kalian pikir gerindra itu ideologinya bersebrangan dengan PDIP?? Wkwkkwk. Fadli zon, pius, desmon ituvorang2 yg sama2 duduk minum kopi diskusiin marxisme sampai kapitalisme bareng2 budiman sudjatmiko dll waktu sama2 jadi aktivisdulu. Mereka bersaing saat ini bukan karena beda ideologi tapi larena hanya beda jalan politik. Siapapun yg menang kalian pikir revolusi mental tidak akan terjadi? Wkwkwk. Gw ketawa aja si.

    Mendidik rakyat dengan pergerakan, mendidik penguasa dengan perlawanan

    ReplyDelete
  21. ramai sekali disini. Manfaat apa yang bisa saya ambil?...........................

    ReplyDelete
  22. Semua pendapat oke saja, siapapun presidennya pasti banyak tantangannya, bagaimana menyingkapinya ? Itulah yg membedakan antara leader dan manager, leader mengerjakan sesuatu yg benar sedangkan manager mengerjakan sesuatu dengan benar, dlm hal inilah kedua capres berbeda tinggal kita pilih yg mana

    ReplyDelete
  23. Jadikan sebuah pelajaran berharga ..pengutipan dari sumber or pihak yg berbeda akan membuat kita tidak bisa obyektif n masyarakat sudah semakin cerdas ..simak n renungkan lagi dari rekaman yg asli

    ReplyDelete
  24. sepertinya ini sudah berakhir ya....

    ReplyDelete
  25. baru baca tulisan ini waloupun telan karna sekarang dah gak puasa ataupun pilpres tetep aja sempet pernyataan pak pra sempet membuat sebagian orang tersinggung.. ya mbok kalo ngomong lihat sikon to.

    ReplyDelete