Denda Memberi makan burung di Hong Kong

Memberi Makan Burung Berbuah Denda

3:29 PM


     


Minggu, 8 Juni 2014 cuaca sangat panas sekali di Hong Kong. Rasanya seperti dipanggang, hou kuk bahasanya orang Hong Kong. Libur kali ini masih dengan proyek yang harus segera diselesaikan *halah*  

Wanchai, Causeway Bay, Jordan lalu balik lagi Causeway  Bay, lanjut malamnya ke Tai Ko lalu kembali ke rumah. Kaki rasanya mau copot sebenarnya, tapi gak masalah, karena nikmatnya bisa menutupi rasa lelah *kalem banget bahasanya*

Nah pas di lapangan sambil mencari kuosioner sambil melihat acara ulang tahun PILAR, saya mendapat cerita dari BMI yang baru selesai potong gaji di Hong Kong.

Mereka ini 4 orang, semua dari Ponorogo, berangkat dari PT yang sama, di hari yang sama dan di agen yang sama, serta sama-sama libur setiap Minggunya.

Minggu kemarin, tanggal 1 Juni 2014, 2 orang diantara mereka sedang duduk manis di kursi yang berada di jalanan menuju Tinhau di samping lapangan bola dan Victoria park sambil menikmati makanan.

Tahu sendiri kan kalau daerah ini banyak sekali buruh beterbangan dan tidak takut sama manusia? Nah waktu lagi asyik makan ada burung yang mendekat, lalu mereka kasih makan burung itu, otomatis lah burungnya kegirangan. Melihat burung-burung itu menikmati makanan dengan lahap, mereka berdua pun tambah semangat memberi makan dan akhirnya banyak burung yang mendekati mereka untuk ikut makan.

Saat duduk di kursi dan sekitar kaki mereka dikitari oleh burung-burung yang sedang makan lalu mereka tambah lagi menebar makanan untuk burung itu. Tapi apa yang terjadi berikutnya?

Seorang perempuan berpakaian hitam mendekati mereka dan meminta KTP atau Hong Kong ID untuk diserahkan. Lalu akhirnya mereka dinyatakan bersalah karena memberi makan burung-burung tersebut, mereka diberi kertas berisi pelanggaran dan jumlah denda, mereka pun didenda masing-masing HK $ 1500. Pembayaran denda bisa melalui kantor pos tau bank yang telah ditunjuk.

Olala, tentu mereka tidak menyangka kalau niat baik memberi makan burung akan berbuah denda, jumlahnya pun kalau dikalikan ke rupiah nilainya mencapai Rp 2.280.000 (kurs saat ini). 

Waktu saya tanya apakah majikan mereka tahu, mereka menjawab bahwa majikan sama sekali tidak tahu dan tidak akan memberi tahu. "Takut nanti diinterminit. Kami gak ngomong." Jawab mereka


Untuk diketahui bersama bahwa Hong Kong sangat ketat dalam mengawasi populasi burung. Banyak sekali tempat-tempat yang menjadi sarang burung dan menyebabkan banyaknya kotoran burung ada di mana-mana.

Tahun 1997 Hong Kong pernah dilaporkan sebagai tempat pertama kali ditemukannya kasus flu burung, 6 orang meninggal. Lalu disusul tahun 2000 saat ada virus SARS, tahun 2008 Hong Kong memusnahkan 90.000 unggas dan tahun berikutnya Hong Kong menjadi langganan kasus virus dari unggas.

Belajar dari kasus-kasus tersebut, Hong Kong tak ingin lagi kecolongan dengan terus mengawasi keberadaan unggas atau burung liar. Termasuk memberi denda bagi orang yang memberi makan burung karena dikawatirkan burung-burung ini akan terus beranak pinak dan bisa jadi membawa virus baru nantinya.

Jadi, buat kawan-kawan yang melihat burung di mana saja, jangan memberi makan ke burung-burung tersebut. Lebih baik menghindari, pun juga saat melihat kotoran burung. Lebih baik menjauh, tidak mau kan kena virus yang dibawa oleh burung? 

Ini juga pelajaran buat BMI yang baru tiba di Hong Kong. Hal-hal kecil seperti ini juga perlu diperhatikan, jangan sampai karena niat yang menurut kita baik yakni memberi makan burung malah berbuah denda ribuan Hong Kong dolar.

You Might Also Like

4 komentar

  1. Hiks, enggak semua perbuatan baik berbuah kebaikan ya, Mba.
    Saya jadi tahu peraturan di hongkong.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuk mak, malah jadinya berbuah denda hiks

      Delete