BHSI Hong Kong

Kaya Berjamaah Tanpa Harus Merugikan Orang Lain

3:53 PM

     Victor (berkaca mata) saat buka bersama Minggu kemarin, saya yang jilbab biru :D

Penampilannya tomboy dan berkaca mata, mirip Saolin, bintang film cilik sewaktu saya masih SD dulu, Victor namanya tapi biasa dipanggil Bos oleh kawan-kawan BMI di Hong Kong. BMI asal Purworejo ini ikut majikan Bule sudah 12 tahun dan enaknya bisa hidup di luar atau stay out dengan menyewa apartemen sendiri. Jadi ke rumah majikannya saat jam kerja dan sisanya bisa bebas di luar.

Eits, tapi tunggu dulu, meski hidup bebas di luar, ini tidak akan membuatnya menghambur-hamburkan gaji sebulan yang jumlah gajinya jauh di atas saya. Ya maklumlah, selain gaji bulanan, dia masih dapat uang makan, transport, sewa tempat tinggal, belum lagi kalau majikan pas baik, gadget baru pun dia dapat.

Saya mengenalnya sekitar tahun 2012 awal (kalau gak salah ingat) dimana tahun-tahun itu lumayan banyak BMI yang keranjingan membeli emas batangan untuk investasi, provokatornya siapa? Victor lah orangnya. Dia selalu mengajak kawan-kawan BMI untuk tidak melupakan tujuan awal bekerja di Hong Kong, makanya dia menjembatani berdirinya BHSI atau BMI Hong Kong Sadar Inverstasi pada 19 Agustus 2011.


Akhir-akhir ini BHSI menjadi tempat para BMI untuk menyalurkan dana yang mereka miliki ke dalam bentuk intestasi berupa Reksadana. Victor sendiri ingin mengenalkan pentingnya Investasi sedini mungkin di kalangan BMI Hong Kong melalui kendaraan Investasi yang murah meriah yaitu Reksadana sesuai kemampuan isi kantong BMI.

Selain investasi dunia, tak lupa Victor juga mengajak para membernya untuk berinvestasi akhirat dengan cara mengadakan penggalangan dana bagi kawan-kawan BMI yang terkena masalah, contohnya sewaktu ada kasus Erwiana (BMI yang disiksa majikan dan dipulangkan diam-diam oleh majikan dan hanya diberi uang Rp 100 ribu saja). Atau membantu kawan-kawan yang tinggal di Shelter yang sedang menunggu kasus dan spesial di bulan puasa ini BHSI setiap Minggu mengadakan acara buka bersama gratis bagi siapa saja yang datang ke kantor sekaligus menjadi rumahnya.


Motto BHSI adalah "Mari kaya berjamaah tanpa harus merugikan orang lain." 



    Begini suasana setiap Minggu di BHSI saat buka bersama


     Victor mengenalkan tentang investasi 

Sewaktu saya tanya tentang tujuan BHSI, Victor menjelaskan bahwa tujuannya ingin menjalin hubungan kekeluargaan dan yang jelas saling mengingatkan sesama member untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan selama bekerja di Hong Kong dengan mengelola keuangan sebaik mungkin dan pastikan semua ASET yang didapat atas nama pribadi, "karena uang Anda adalah tanggungjawab Anda, bukan menjadi tanggung jawab pacar, mantan, kakak atau ortu sekalipun." tuturnya. 

Victor berharap, kedepan dengan adanya BHSI ini tidak ada lagi BMI yang pulang hanya membawa umur yang tua, terlibat hutang piutang, baik melalui lembaga financial, rentenir ataupun teman.

"Saya pengin semua BMI fokus dalam bekerja dan pulang membawa apa yang menjadi keinginan mereka dulu sebelum ke Hong Kong.  Saya amati atau dapatkan banyak sekali BMI yang sudah melupakan tujuan datang ke Hong Kong dengan hingar-bingar kehidupan glamourus di Hong Kong." tambahnya.


Kusus di bulan Ramadhan ini, BHSI  selalu mengadakan buka bersama dan  terbuka untuk umum dan gratis. Dana tersebut didapatkan dari para member yang memberikan sumbangan, baik itu uang atau makanan dan minuman. Semua berjalan tanpa perintah. Dan bila dana tersebut kurang akan mengunakan uang kas yang tersedia.


Rosul bersabda, "barang siapa yang memberi makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, maka baginya pahala yang semisal orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun.  "Ya itung-itung investasi akhirat buat kami para donatur." katanya. Jadi Victor juga menyeimbangkan antara investasi dunia dan akhirat untuk para member BHSI yang dikelolanya.


Saat ini sudah ada 350-an orang yang telah membuka Reksadana melalui BHSI yang dikomandoi oleh Victor dan dananya mencapai kurang lebih Rp 6 milyaran di 3 manager Investasi yaitu MNC asset management , Sinarmas asset management & Mandiri Investasi. Angka yang fantastis, bukan? 



Selama ini Victor menggunakan media sosial Facebook sebagai kendaraan untuk mengenalkan  ragam investasi kepada para BMI. Tak heran, sekali dia nyetatus di Facebook maka akan segera diserbu oleh para membernya. Statusnya pun berisi tentang investasi reksada, atau pun soal naik turunnya harga saham. Selain itu, para membernya juga ikut membantu mempromosikan BHSI ke kawan dekat atau istilahnya dari mulut ke mulut. Petani Saham Bhsi nama akunnya.

Pernah saya merasa heran sama orang ini, kok bisa ya orang yang hanya seorang BMI atau pekerja rumah tangga mainannya saham? Tapi semakin ke sini saya semakin paham kenapa Victor bermain soal saham dan apapun yang berhubungan dengan investasi. Dan pengetahuannya soal investasi tidak dia simpan sendiri tapi dia bagi kepada kawan-kawan BMI. Makanya dia ingin BMI di Hong Kong saat pulang nanti tidak hanya membawa umur yang tua, tetapi juga hasil kerja yang memuaskan.

Cara Victor ini memang unik dan menurut saya paling unik karena BMI selama ini mengelola gaji dengan cara menabung di bank atau malah untuk membuat rumah, membeli motor atau mobil dan tak sedikit yang malah habis untuk mencukupi kebutuhan hidup di Hong Kong. Dan ilmu investasi yang Victor bagi secara cuma-cuma melalui BHSI tentu sangat membantu para BMI yang masih bingung mengelola keuangannya. 



"Mari kelola keuangan sebaik mungkin dan  mari bergabung bersama Group BHSI. Insyaallah, bersama BHSI keuangan dan masa depan BMI lebih terarah." pesannya. 

Victor, kalau dilihat dari penampilannya yang tomboy, siapa sangka dia adalah seorang pemain saham dan terus mengajak BMI tanpa memaksa, bagaimana cara mengelola keuangan dengan baik tanpa harus merugikan orang lain, tak lupa juga mengingatkan akan tabungan untuk akhirat dengan cara berbagi untuk sesama.

Minggu, 13 Juli 2014, saya bersama kawan-kawan dari berbagai organisasi BMI di Hong Kong diundang untuk berbuka puasa bersama di kantor BHSI yang sekaligus menjadi rumahnya, dan tak lupa dia mengajak kami, atau tepatnya mengingatkan ke kami untuk mengelola keuangan dengan baik selama masih di Hong Kong. Sukur-sukur kalau ikutan membuka  Reksadana melalui BHSI 

Yah, cara dia sederhana, tetapi sudah banyak BMI yang merasakan manfaatnya dari adanya BHSI ini dan yang paling penting adalah tidak merugikan orang lain. 








You Might Also Like

10 komentar

  1. kl pngn bljr ttg keuangan bs visit di www.aidilakbar.com .beliau perencana keuangan.mgkn nnt bs dishare ke tmn2.

    ReplyDelete
  2. Yang saya salut dari uraian diatas adalah, adanya ikatan kekeluargaan yang sangat besar dan ada kepedulian pada sesama di perantauan. Mantabb, ! Salam dari Papua, Indonesia. www.jurnallogistik.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Meski di perantauan kita adalah keluarga :D
      salam

      Delete
  3. wow lengkap sekali. semoga menang ya mbak

    ReplyDelete
  4. Assalamu'alaikum...
    Terima kasih sudah berbagi cerita inspiratif ini, ya!
    Good luck! ^_^
    Emak Gaoel

    ReplyDelete
  5. Kabar gembira untuk pengusaha rumah makan. Kini hadir Greenpack Box Makanan food grade yang cocok digunakan untuk segala macam jenis makanan.

    ReplyDelete