Banwaslu Hong Kong

Tindak Lanjut Pengaduan Pelanggaran Pilpres di Hong Kong

4:07 PM

    Suasana Pilpres di Hong Kong setelah TPS ditutup


[Hong Kong, 21 Juli 2014] Tim Relawan Pemantau Pemilu di Hong Kong masih terus menerima pengaduan soal adanya pelanggaran dalam Pilpres yang diselenggarakan di Victoria Park pada tanggal 6 Juli 2014 lalu. Hingga hari ini, terdapat 93 pengaduan yang telah masuk, lengkap dengan identitas pelapor dan detail kejadian yang disaksikan pada saat Pilpres. Tim Relawan Pemantau Pemilu di Hong Kong sendiri telah memasukkan dua pengaduan ke Panwaslu di Hong Kong pada 9 Juli 2014 yang lalu, yaitu dugaan adanya intimidasi terhadap calon pemilih dan pelanggaran administrasi pelaksanaan pemilu. Namun hingga saat ini Tim masih juga belum mendapatkan kabar mengenai perkembangan investigasi yang dilakukan Panwaslu.

Dalam pernyataannya di berbagai media di tanah air, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Ketua Bawaslu Muhammad mengatakan bahwa PPLN Hong Kong sudah menjalankan tugasnya dengan baik dan Pilpres di Hong Kong telah berjalan dengan lancar. Namun pengamatan Tim Relawan serta kesaksian dan pengaduan yang diterima tidaklah mengkonfirmasi pendapat dari KPU dan Bawaslu tersebut. Ada ratusan WNI – dan bukan hanya puluhan orang – yang tidak dapat menggunakan hak pilihnya karena ketidaksiapan panitia dalam mengantisipasi jumlah pemilih dan pendataan daftar pemilih yang banyak bermasalah.

Tim Relawan saat ini tengah menyiapkan laporan pengamatan atas penyelenggaraan Pilpres di Hong Kong, yang akan diluncurkan dalam waktu 2 minggu ini. Selain sebagai bahan evaluasi KPU, laporan tersebut juga dimaksudkan untuk menjawab klaim sepihak dari KPU dan Bawaslu yang cenderung menutup-nutupi kesemrawutan penyelenggaraan Pilpres di Hong Kong. 

“Meskipun hasil Pilpres akan diumumkan dalam waktu dekat, kita akan tetap meneruskan pengaduan yang kami terima kepada pihak-pihak terkait, seperti KPU dan Bawaslu. Terlepas dari siapapun yang dinyatakan sebagai Presiden dalam pemilihan ini, penting bagi KPU dan Bawaslu untuk belajar dari apa yang terjadi di Hong Kong sehingga hal yang sama tidak akan terjadi di masa yang akan datang,” ujar Answer Styannes mewakili Tim Relawan Pemantau Pemilu di Hong Kong.

Juru Bicara:
Answer Styannes, +852 6335 3640
Sringatin, +852 6992 0878

You Might Also Like

2 komentar

  1. Sekarang Kita sudah tahu siapa presiden kita, Tinggal Tunggu pelantikan saja! Salam, my blog http://jurnallogistik.com

    ReplyDelete
  2. ┆ ". ...人
    . ( ◎). ______人
    ..║ ∩║____.-:'''"''";-.
    ..║ ∩║___(*(*(*|*)*)*)
    ..║ ∩║_. ║∩∩∩∩∩∩∩∩∩║
    .... Selamat ίϑϋƪ FǐțΓΊ. 1 SYAWAL 1435 H
    ♏ȋ̝̊ηαℓ αȋ̝̊ϑzȋ̝̊η ωαℓ fαȋ̝̊ϑzȋ̝̊η
    Mohon Maaf Lahir dan Batin
    Admin : jurnallogistik.com

    ReplyDelete