BMI Hong Kong

Tragedi Pembalut Pilpres Hong Kong

12:28 AM

      Suasana Kampung TPS Victoria Park


Ketua Badan Pengawas Pemilu RI Muhammad mengaku bahwa dia sempat dilempar pembalut oleh oknum Warga Negara Indonesia pemilih di Victoria Park, Hongkong, pada hari pemungutan suara Minggu (6/7). Sumber Tribunnews.com


Berita ini sudah menyebar kemana-mana. Saya ikutan tergelitik menelusuri kebenarannya karena meskipun berada di TPS/ TKP tetapi tidak melihat ada indisen ini. Maklum saja karena orangnya sangat banyak dan suasana juga kacau.

Ada saksi yang melihat langsung, memang ada BMI yang mengeluarkan pembalut dari  dalam tasnya lalu dengan spontan, seperti gerakan menggebrak meja dia menaruh pembalut di meja.

"Iya pembalut itu masih utuh dalam bungkusnya, tapi setelah ma bapak di buang di lantai ama salah satu temen diambil kembali terus dibuka dan ditaruh lagi di meja itu." Kata seorang BMI yang melihat langsung. Jadi bukan dilempar seperti yang diberitakan dan pembalut itu masih terbungkus belum terpakai. 

"Gak mungkinlah BMI berbuat segila itu." komen saksi yang malam ini mengirimkan link ke Facebook saya. 


Lalu soal berita yang mengatakan bahwa yang sudah nyoblos pengen nyoblos lagi.

"Setelah dilakukan negosiasi, sebagian besar yang datang itu sudah nyoblos karena hampir sebagian besar sudah ada penanda. Mereka bilang hanya membantu rekan mereka yang belum nyoblos," jelas Muhammad.
Saya ambil dari  Tribunnew.com

Bagaimana perasaan Anda saat mendengar atau membaca berita bahwa banyak BMI di Hong Kong hak konstitusinya hilang, tidak bisa mencoblos karena alasan waktu ijin  penggunaan lapangan hanya sampai jam 5 sore? Padahal  sebenarnya bisa diperpanjang kalau mau. Soal ijin lapangan bisa baca tulisan di  sini => http://suarabmihongkong.blogspot.hk/2014/07/pemilu-presiden-indonesia-hong-kong-2014.html?m=1

Mereka yang sudah nyoblos dan ikut protes itu adalah aksi spontan karena melihat masih banyak kawan-kawan BMI yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya. Sama seperti aksi solidaritas waktu kasus Erwiana atau Kartika yang dianiaya majikannya. Aksi mereka murni solidaritas sesama BMI di Hong Kong. 

Jam 5.30 para BMI yang sudah mencoblos masih banyak sekali yang berada di sekitar TPS, entah ngobrol satu sama lain atau sekedar foto-foto mengabadikan momen Pilpres di Victoria Park. 

Menyimak kesaksian kawan-kawan BMI setelah pilpres, rata-rata mereka antri 1 jam sampai 3 jam bahkan lebih dan baru bisa masuk ke TPS untuk mencoblos. Meski mendapat undangan memilih tapi karena minimnya informasi mereka tetap ikutan antri dengan mereka yang tidak terdaftar.

Pemilih tidak terdaftar terlihat jauh lebih banyak dibanding yang sudah terdaftar dan antrian campur jadi satu. Pintu masuk utama juga hanya satu dan setelah diprotes karena antrian makin memanjang baru dibuka pintu lainnya. 

BMI di Hong Kong menyebar di berbagai wilayah. New Teritoris, Kowloon dan Hong Kong. Jumlah BMI yang bekerja di Hong Kong saat ini ada sekitar 140.000 lebih, ini belum termasuk WNI (non buruh migran) yang tinggal di Hong Kong. 

Info dari Facebook resmi Pemilu Indonesia - Hong Kong data TPS 01 hingga TPS 13 sebanyak  23,569. Sedangkan di Macau yakni TPS 14 dan TPS 15 sebanyak 1,568. Jumlah total Hong Kong dan Makau adalah 25,137.

Waktu Pilihan Legislatif pemilih yang datang ke TPS 6000, jumlah TPS 13 dan. Waktu Pilpres jumlah TPS juga 13 dan pemilih yang datang ke TPS 25 ribu lebih. 

Pendataan juga agak kacau.  Ada yang memilih datang ke TPS tapi malah mendapatkan kertas suara mencoblos via pos. Yang pengen datang ke TPS ini ingin merasakan pesta demokrasi dengan hadir langsung di TPS, saya salah satunya. 

Ada yang karena tanggal 6 Juli tidak bisa libur dan dia memilih mencoblos via pos malah dikirimi undangan untuk datang ke TPS, jadinya malah batal tidak bisa mencoblos atau "dipaksa" golput, karena pendataan itu tadi.

Lalu ada juga yang mendapat kertas suata via pos dan sekaligus mendapatkan undangan untuk mencobloa ke TPS. Kalau yang ini hanya bisa memilih salah satu, tidak boleh mencoblos dua kali, database tak bisa bohong :D 

Ini sisa cerita Pilpres 2014 di Hong Kong. Masih ada cerita lainnya. 

You Might Also Like

6 komentar

  1. Sesama rantauan rasa solidaritasnya sangatlah tinggi ya ? salut deh. Pelajaran yang sangat berharga untuk KPU

    ReplyDelete
    Replies
    1. krn kami juga punya hak n kewajiban yg sama...

      ttd...Bmi Taiwan

      Delete
  2. memanglah...kacau....petugasnya yang tidak netral...mentang2 kami Bmi,lalu dg seenaknya diremehkan....pantes saja indonesiaku,menangis.....trnyata msh bnyk oknum2,yg jiwa nya berprikehewanan...........

    salam 2 jari

    ReplyDelete
  3. Iy nich.. berita simpang siur... kita yg jadi saksi lapangan jdi geram... bnyk bnget fitnah buat BMI

    ReplyDelete
  4. Pa yg harus qta lakukan ce?
    ikut nyimak perkembangannya. Thank,s mbk fera

    ReplyDelete
  5. Aduhhhhh.. itu si Bapak yg ngebuang ke lantai... Ketauan banget suka buang sampah sembarangan :-)... Bisa kena denda HK$5000 loh...

    ReplyDelete