Blogger Buruh Migran

Kuharus Melunasi Hutang Temanku Sebesar HK$ 30.000

1:42 PM

                                          Karena kamu persahabatan jadi hancur



“Mbak, itu baksonya dimakan sama peyek ini enak loh.” tawarnya di pagi yang panas di depan Perpustakaan Causeway Bay. 

“Enggak, mbak, ini ada gorengan.” jawabku.

“Kalau butuh pulsa aku ada lo, mbak.” tawarnya lagi.

“Smartone aja mbak, 50.” jawab saya.

“Mbak butuh pulsa gak?” tawarnya ke teman di sebelah saya yang sedang sarapan nasi pecel.

“Rekanan yang besar mbak (50).” jawab teman di sebelah.

“Mbak, jualan gini kalau gak karena dibohongi teman saya gak bakalan kelimpungan.” curhatnya.

“Kok sama ya kita.” jawab teman di sebelah.

“Sampean juga ketipu teman? berapa? aku 30.000 dolar mbak.” jawabnya dengan nada agak emosi.

“Aku 15.000, mbak. Biarin ajalah, dia nanti dapat karmanya sendiri.” jawab orang di sebelah saya seakan pasrah.

Kemudian mereka saling curhat menceritakan pengalaman pahit satu sama lain yang ketipu teman karena uang.

Jadi begini ceritanya. Di Hong Kong ini siapa saja boleh meminjam uang ke lembaga peminjam dengan syarat yang cukup mudah, cukup paspor dan KTP (Hong Kong ID) yang difoto copi dan satu orang saksi maka uang yang dikehendaki akan cair saat itu juga. Ini bukan cerita pertama yang saya dengar, biasanya yang menjadi saksi ini yang akan menjadi korban karena ditinggal kabur oleh peminjam dan si saksi yang harus membayar semua tanggungan yang ada.

Contohnya begini. Yuni punya teman namanya Susi. Yuni berniat meminjam uang ke lembaga finansial dengan mengajak Susi sebagai saksinya. Tentu saja Yuni sudah meyakinkan Susi bahwa Yuni akan membayar semua tanggungannya, Susi cukup menjadi saksi saja.

Tapi karena satu dan lain hal, entah disengaja atau tidak tiba-tiba Yuni menghilang. Saat pembayaran jatuh tempo, Susi yang ditelpon oleh pihak peminjam untuk membayar tagihan yang ada. Susi panik, menelepon Yuni tetapi tidak nyambung. Pihak peminjam tidak mau tahu, pokoknya tagihan harus dibayar, kalau tidak, ya rasakan saja bunganya yang akan terus bertambah. Atau kalau Susi tetap mengelak, maka keluarga Susi di kampung halaman (Indonesia) yang akan ditelepon.

Susi pun terus mencari keberadaan Yuni tetapi usahanya sia-sia dan terpaksa Susi yang harus membayar tagihan tersebut. Bukan hanya tagihan sebulan, Susi harus melunasi semua tagihan yang ada karena Yuni benar-benar menghilang tak bisa dihubungi. Panik, sedih, menyesal, geram, marah, dan perasaan lainnya Susi rasakan. Nasi sudah menjadi bubur. Yuni yang dia anggap sahabat baik bahkan seperti keluarga ternyata tega  membohongi dia dan meninggalkan hutang yang jumlahnya tidak sedikit.

Setiap bulan, Susi harus merelakan gajinya sebesar HK$ 3000 lebih untuk membayar cicilan utang Yuni sedangkan di kampung dia punya tanggungan. Kedua anaknya sekolah SMP dan STM sedang suaminya  sudah menikah lagi dengan perempuan lain. 

Pagi itu, cerita yang saya dengar adalah hal biasa yang terjadi di kalangan buruh migran di Hong Kong. Bukan saja dari Indonesia, pekerja Pilipina juga ada yang demikian. Rasa persahabatan dan persaudaraan di perantauan terkadang berakhir pahit, sangat pahit bahkan oleh kejadian seperti ini. Yang awalnya begitu percaya, sudah bertahun-tahun kenal di Hong Kong, merasa senasib bisa hancur hanya gara-gara hutang piutang.

Rasa saling percaya dan hubungan sangat baik bukan jaminan lagi. Saya melihat kedua orang di sebelah saya itu hanya bisa turut prihatin atas kejadian pahit yang dia alami. Untung majikannya baik dan sampai mem-PHK dia saat tahu dia terjerat hutang karena ulang temannya.

“Mbak ikut aja jualan aja kayak saya.” tawar penjual pulsa itu ke teman sebelah saya dan lalu dijawab,

“Bukannya gak mau mbak, tapi dari Senin sampai Sabtu saya kerjaannya banyak dan capek banget, pengen kalau libur istrihata.” jawabnya kurang semangat.

Ya, saya bisa memahami apa yang dia rasakan meski sebenarnya gajinya sangat pas-pasana untuk membayar hutang dan sisanya untuk pengeluaran dia di Hong Kong ditambah lagi dengan jatah untuk keluarga di rumah.

“Sebenarnya saya pernah nyuruh orang rumah untuk nyari teman yang nipu saya ini, tapi gimana lagi, lihat rumahnya gak tega, mbak.” curhatnya lagi.

“Mending sampean tahu rumahnya, la saya, alamat Indonesia dia gak jelas.” jawab si penjual ini datar.

Dan setelah ngobrol hampir setengah jam dan saling tanya-tanya soal asal-usul ternyata mereka baru sadar kalau berasal dari kota yang sama, Cianjur.



Pesan buat kawan-kawan BMI di mana saja, jangan mau menjadi saksi saat ada seorang teman yang mengajak meminjam uang ke lembaga peminjam meski dia seorang sahabat sangat baik sekalipun. Kita tidak tahu ke depannya seperti apa. Bisa saja dia lari dari tanggung jawab, atau tiba-tiba diinterminit majikan, atau tiba-tiba pulang ke tanah air tanpa memberi tahu  kita dan parahnya kita tidak bisa melacak alamat di Indonesia.

Kita sama-sama bekerja di negara orang, sama-sama mendapat hak gaji dan sama-sama punya tanggungan di tanah air. Ingat tujuan awal kita merantau ke Hong Kong atau negara penempatan lainnya untuk apa. 

Kalau boleh memilih, gak papa dibenci satu teman yang mengajak kita meminjam uang ke bank tapi akhirnya dia lari daripada kita rugi belakangan, harus membayar semua tagihan yang bukan menjadi tanggungan kita. Ini bukan satu kasus atau satu cerita, banyak kisah serupa dan anehnya masih saja ada kejadian yang sama menimpa kawan-kawan kita. 



HK$ 30.000 kurs saat ini sama dengan Rp Rp 45.000.000 lebih.

You Might Also Like

8 komentar

  1. Wah kejam teman makan teman. Kalo ikhlas, Insya Allah pahala dari perbuatan kejam teman itu akan berlipat dan rejeki akan datang berlimpah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. banyak yang begini mbak :(
      amiinn, semoga dia rejekinya lancar

      Delete
    2. Emang klo mereka gak bayar apakah bisa balik indo? Gak ktngkap apa sama pihak imgrasi Indonesia nanti?

      Delete
  2. kasian juga, yang ikhlas sama sabar aja. mudah2an diganti sama yang lebih baik. aamiin
    Obat Tradisional Batu Ginjal Alami Sampai Hancur

    ReplyDelete
  3. alhmdllh aqu selma 10 taun d hongkong g ad maslh berarti coz aq jug sngt selektiv tuk memilih temen

    ReplyDelete
  4. Mudah2an Alloh mmberikan rezeki yg lebih dr jumlah itu. Sabar mbk

    ReplyDelete
  5. Bodohnya yg tanda tangan dong?makanya jangan asal tanda tangan.

    ReplyDelete