Natal di Hongkong

Begini Cara Orang Hong Kong Merayakan Natal

7:27 PM


"Sudah aku bilang aku gak percaya agama, kok ditawari suruh meluk agama dia." curhatnya dengan nada datar setelah didekati seorang Dokter yang sangat taat dengan agama yang dia anut. Diceramahi 2 jam lebih saat jam besuk usai. 

"Tapi percaya Tuhan, gak?" tanyaku menyelidik.

"Iya, percaya. Cuma kalau suruh milih agama apa, gak bakalan aku mau milih, gak ada yang cocok." jawabnya tegas. Kemudian bercerita kalau Dokter itu memutuskan memeluk agama saat umurnya 20 tahun dan mulai merasakan kenyamanan saat berdoa kepada Tuhan.

"Ohhh, kenapa? bukannya anak-anakmu beragama semua?" nada penasaran.

"Ya pokoknya gak percaya aja sama semua agama yang ada." jawabnya sambil mengeluarkan buku kecil pemberian Dokter berisi kisah-kisah agama. 

Percakapan yang terjadi antara saya dan Nenek di Rumah Sakit beberapa waktu lalu. Setahun lebih bersama dia, saya tidak melihat ritual keagamaan dia maupun anaknya (majikan saya) lakukan saat di rumah. Kalau majikan saya ini menurut Nenek agamanya Kristen, tetapi ke gereja hanya pas Natalan saja, "itupun kalau ada waktu" kata Nenek. Natal tahun ini majikan memilih liburan ke Taiwan.

Cerita pun melebar membahas soal kepercayaan masing-masing. Dia tahu kalau setiap tahun umat Islam puasa selama sebulan penuh, boleh makan dan minum saat jamnya tiba, dia juga tahu kalau orang Islam sholat 5 kali sehari dan punya kitab suci.

Majikan ini beda dengan majikan sebelumnya yang setiap hari sembangyang, mereka penganut Budha yang termasuk sangat taat.

Ngomongin agama memang sensitif, tapi untuk informasi saja bahwa di Hong Kong sangat jarang sekali orang membahas soal kepercayaan atau agama apalagi mencampuri urusan agama orang lain. 

Sebagian besar penduduk Hong Kong beragama Buddha 700.000, Katholik 353.000, Protestan 320.000Islam 90.000, Hindu 40.000, Sikh 8.000. Yahudi 4.000 (Wikipedia) 

Besok adalah hari Natal dan orang Hong Kong yang rata-rata beragama Budha juga banyak yang ikut merayakan dengan cara makan bersama dan saling tukar kado, ditambah lagi ada pembagian angpau, meski tidak semuanya, Alhamdullilah saya dapat nih :D

Majikan saya yang dulu, mereka penganut Budha dan saat Natalan begini juga ikut merayakan. Rencana sudah disusun sejak dua bulan sebelum Natal tiba. Membeli kado dengan harga minimal HK$ 200 dan maksimal HK$ 2000. Acara diadakan di salah satu rumah saudara, makan bersama, minum anggur merah sudah pasti lalu dilanjutkan dengan acara tukar kado. Musik pengiring Natal terus terdengar sepanjang acara. 

Apa ada pembahasan agama dalam acara ini? oh sama sekali tidak ada. Mereka bercengkrama satu sama lain ngobrolin tentang pekerjaan, teman kantor atau soal tempat wisata baru dan lainnya.  

Anak-anak sekolah saat Natal libur sampai setelah tahun baru. Ada yang memilih liburan ke luar negeri atau menikmati libur di Hong Kong saja berkumpul dengan keluarga. Buruh migran yang bekerja di Hong Kong juga menikmati hari libur, yang tidak libur ada kompensasi uang. 

Tidak ada perdebatan boleh tidaknya mengucapkan "Selamat Hari Natal" di Hong Kong. Bahkan saya juga mendapat ucapan selamat Natal dari majikan padahal mereka tahu saya Islam. 

Ya begitulah Natal di Hong Kong. Semua orang bisa merayakan dengan cara mereka sendiri tanpa takut adanya larangan atau aturan dari kelompok tertentu. 

Selamat hari Natal buat semua yang merayakan. Dan selamat menyambut tahun baru 2015, semoga peruntungan kita semua jauh lebih baik dari tahun sebelumnya. 

You Might Also Like

0 komentar