bmi hongkong

Tanpa KTKLN, Dua BMI Ini Kena Denda Satu Juta

4:54 PM



30 November 2014 saat telekonferensi
jarak jauh antara Presiden Jokowi dan 8 negara perwakilan buruh migran, Jokowi tegas mengatakan bahwa KTKLN DIHAPUS, Kabar baik inipun mendapat sorak sorai dari para BMI di luar negeri yang sejak lama dibuat geram oleh kartu yang katanya sakti tapi faktanya menjadi hantu menakutkan ini.

18 Desember 2014, tepatnya hari Kamis, sebut saja Intan, BMI asal Cilacap ini hendak terbang kembali ke Hong Kong dengan pesawat AirAsia dari Jogja dan transit di Malaysia.

Penerbangan sore sekitar jam 5 tetapi karena cuaca hujan saat itu maka penerbangan diundur sampai jam 6 lebih. Intan punya KTKLN tapi masa berlakunya tinggal 2 bulan. Intan sengaja tidak mengeluarkan KTKLN saat mendekati Imigrasi, kalau pun ditolak, Intan akan tegas melawan. Begitu ceritanya sore ini via telpon.

Menurut Intan, ada petugas yang mengecek sebelum masuk  pintu Imigrasi dan menanyakan soal KTKLN. Intan menjawab kalau KTKLN sudah dihapus, petugas tersebut malah membentaknya.

Di belakang Intan ada dua orang sesama BMI yang akan terbang ke Malaysia. Mereka juga dibentak oleh petugas tersebut karena keduanya tidak punya KTKLN. Saat ditanya soal KTKLN di Imigrasi, Intan mengeluarkan KTKLN yang masa berlakunya tingga 2 bulan, dia lolos lalu berjalan  menjauh. 

Kedua orang di belakang Intan mendekat dan cerita kalau kena Rp 1 juta karena tidak memiliki KTKLN. Denda ini yang meminta adalah petugas  Imigrasi bandara Jogjakarta. 

"Mbak, sampean kena denda gak? aku kena sejuta ni." curhatnya.

"Enggak mbak, punyaku masih berlaku 2 bulan." jawab Intan.

Teman satunya lagi mendekat dan juga kena Rp 1 juta. Jadi kedua BMI yang bekerja di Malaysia itu masing-masing didenda Rp 1 juta karena tidak punya KTKLN pada tanggal 18 Desember 2014.

Intan menyuruh kedua BMI untuk meminta kwitansi ke pihak Imigrasi yang meminta uang, tetapi oleh petugas Imigrasinya dijawab kalau ingin minta kwitansi silahkan keluar dan bayar ke Bank, di sana pasti dapat kwitansi. Tak ingin berdebat dan kehilangan pekerjaan di Malaysia, mereka berdua memilih pasrah saja. 

Bagaimana ini Pak Nusron? Pak Jokowi? Pak Hanif? 

Masih ada petugas Imigrasi yang meminta uang seenak sendiri kepada para tenaga kerja yang mencari uang ke luar negeri.

Sepertinya petugas ini bukannya tidak tahu kalau para TKI berangkat kerja ke luar negeri tidak perlu KTKLN lagi, mereka hanya memanfaatkan celah yang ada untuk memeras para TKI. Apalagi dalam kondisi terdesak seperti di bandara. Tidak mungkin menunda penerbangan karena majikan sudah menunggu. Apa iya hanya karena sebuah kartu tidak berguna, kemudian mereka mengorbankan pekerjaan yang sudah ada? 

Menurut Nusron selalu kepala BNP2TKI bahwa KTKLN masih berlaku untuk negara tetapi proses pembuatannya akan diperbaiki. Kabar inipun masih ambigu dan masih banyak BMI yang dibuat bingung dengan perlu tidaknya KTKLN saat lewat Imigrasi sebelum kembali ke negara tujuan.

Tolonglah  Pak, cek kembali kondisi bandara, jangan lagi ada kasus seperti ini. Petugas Imigrasi bukanlah pihak yang berwenang mencekal TKI tanpa KTKLN. Masih banyak tikus di bawah yang menggarong duit TKI.




You Might Also Like

24 komentar

  1. sudah saya laporkan di sini: http://kawalmenteri.org/lapor?pkkind=id&pkname=22&kkind=MSGindexP&kid=5682238511382528&hash=0.Detail.22.1

    ReplyDelete
    Replies
    1. Teruskan...basmi tikus2 brrdasi

      Delete
    2. Mohon dicek jawaban dari Direktorat Jenderal Imigrasi (Kementerian Hukum dan HAM) https://lapor.ukp.go.id/pengaduan/1302569

      Sehubungan dengan laporan Saudara, bersama ini dengan hormat kami sampaikan hal-hal sebagai berikut berdasarkan Surat Klarifikasi dari Kanim Yogyakarta nomor W14.IMI.IMI.1-GR.04.01-0174 tanggal 26 Januari 2015:
      1. Kanim Yogyakarta telah memeriksa dan meminta keterangan pada petugas Imigrasi yang bertugas pada tanggal 18 Desember 2014 di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Adi Soecipto. Selain itu, juga memeriksa dan meneliti manifest (daftar penumpang) pesawat Air Asia dengan Nomor Penerbangan AK 349 tanggal 18 Desember 2014;
      2. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dapat disimpulkan:
      - Dari hasil pemeriksaan, Petugas Imigrasi menyatakan tidak pernah memintakan Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN) kepada Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang hendak berangkat ke luar negeri. Hal ini sesuai dengan arahan dari Kepala Unit dan Kepala Kantor;
      - Dari hasil pemeriksaan, tidak didapati Petugas Imigrasi yang mengenakan denda pada TKI yang tidak memiliki KTKLN
      3. Pada saat kejadian, masih terdapat konter BP3TKI yang melakukan pemeriksaan terhadap TKI yang hendak ke luar negeri;
      4. Sebelum masuk konter Imigrasi, semua TKI harus terlebih dahulu melewati pemeriksaan di konter BP3TKI, loket pembayaran Airport Tax yang letaknya saling berdampingan dan AVSEC (Aviation Security).
      5. Setiap Petugas Imigrasi yang bertugas di Bandara selalu menggunakan seragam dengan papan nama dan tanda pengenal;
      6. Petugas Imigrasi yang bertugas pada saat itu siap dikonfrontir dengan dua orang TKI yang dikenakan denda dikarenakan tidak memiliki KTKLN dan siap untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku bila terbukti bersalah;
      7. Tulisan pada blog Saudari Fera Nuraini dengan narasumber “Intan” masih perlu diklarifikasi kebenarannya, karena dari tulisan tersebut pada alinea ke-4 tertulis:
      “Ada petugas yang mengecek sebelum masuk pintu Imigrasi dan menanyakan soal KTKLN, Intan menjawab kalau KTKLN sudah dihapus, petugas tersebut malah membentaknya”.
      Pada alinea selanjutnya disampaikan:
      “Di belakang Intan ada dua orang sesama BMI yang akan terbang ke Malaysia. Mereka juga dibentak oleh petugas tersebut karena keduanya tidak punya KTKLN”
      Petugas yang terkait dengan pemeriksaan KTKLN adalah BP3TKI di mana setiap TKI yang akan berangkat harus dapat menunjukkan KTKLN. Namun demikian perlu dilakukan pemeriksaan yang lebih mendalam untuk memperjelas masalah dalam tulisan yang dimuat Saudari Fera Nuraini dalam blognya
      8. Berdasarkan Surat Direktur Dokumen Perjalanan, Visa dan Fasilitas Keimigrasian Nomor IMI.2-UM.01.01-5.1059 tanggal 2 Juli 2014 perihal Pemeriksaan Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN) terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Pada Saat Keberangkatan ke Luar Negeri, disebutkan bahwa syarat Warga Negara Indonesia (WNI) yang akan keluar wilayah Indonesia adalah:
      a. Memiliki dokumen perjalanan yang sah dan masih berlaku;
      b. Tidak masuk dalam daftar cegah tangkal; dan
      c. Tercantum dalam daftar awak alat angkut atau penumpang;
      Pemeriksaan KTKLN dilaksanakan sebelum calon penumpang Check-in di konter pesawat untuk menghindari kompain calon penumpang atau pihak lain karena pembatalan tiket pesawat atau komplain calon penumpang lain yang Non-TKI;
      Demikian disampaikan.

      Delete
  2. Bagi kawan-kawan yang diperlakukan seperti itu mintalah kwitansi sebelum mengeluarkan uang dan catat secara detail nama petugas imigrasi yang meminta uang dengan mengatasnamakan KTKLN.jangan pernah takut dibentak,sama-sama manusia sama-sama makan nasi kenapa mesti takut...

    ReplyDelete
  3. Bagi kawan-kawan BMI dimanapun jika terpaksa harus mengeluarkan uang maka mintalah kwitansi dengan tulisan yang jelas sebelum mengeluarkan uang kemudian catat nama petugas yang minta uang itu pada jam hari dan tgl berapa saat mereka meminta uang yang katanya sebagai pengganti KTKLN itu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terkadang mereka lupa melakukan hal ini karena sudah kepepet. Makasih sarannya

      Delete
    2. Makasih saranya....moga bermanfanfat

      Delete
  4. Itulah indonesia, moga kedepan lebih baik lagi...

    ReplyDelete
  5. Minta no tlpn pengaduan yg bisa do hubungi .. Ada yg tau TDK

    Trmksh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selama ini kawan-kawan yang bermasalah saat di Bandara lebih memilih untuk menghubungi Bang Abdul Rahim Sitorus, beliau adalah pengacara dari LBH Jogja dan siap dihubungi kapan saja.
      Pak Abdul 081229033381 dan 08175419601

      Delete
  6. Mslahnya klo kta melawan kita tdk dotetbangkan pd saat itu dn tiket kita akan kobong....disini apakah ada yg bertanggung jwb dgn kobongnya tiket trsbt..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanya, kalau diancam tidak diterbangkan, balik ancam dia, mau ngasih uang asal ada bukti dan mau difoto

      Delete
  7. Mslahnya klo kta melawan kita tdk dotetbangkan pd saat itu dn tiket kita akan kobong....disini apakah ada yg bertanggung jwb dgn kobongnya tiket trsbt..?

    ReplyDelete
  8. Jika memutuskan untuk TIDAK MEMBUAT KTKLN, dibawah ini adalah langkah-langkah yang harus dilakukan :

    Hadapi petugas dengan tenang. Pastikan dokumen untuk terbang sudah lengkap sperti Pasport, Tiket, visa atau work permit.



    Jika kamu di cekal dengan alasan tidak memiliki KTKLN, kamu harus berani menjawab bahwa : sesuai dengan perintah wakil Menteri dan HAM, petugas imigrasi tidak berhak mencekal BMI tanpa KTKLN baik yang pulang cuti maupun yang calling visa selagi dokumen keimigrasian sudah lengkap dan tidak termasuk orang yang berada di dalam daftar cekal.



    Tetapi jika kamu masih dipersulit, katakan padanya "Maaf Pak/Bu, saya ingin menelepon ke Pak Abdul Rahim Sitorus dulu. Beliau pengacara TKI. Nanti biar Pak Abdul yang menjelaskannya sendiri kepada Bapak/Ibu"



    Kemudian kamu telp Pak Abdul. Ini no tlp Pak Abdul :081229033381 dan 08175419601



    Sebaiknya 1 atau 2 hari sebelum kamu terbang, kamu tlp/sms Pak Abdul lebih dahulu. Beritahu tentang penerbanganmu kembali ke Spore tanpa KTKLN. jadi pada wkt kamu mendapat masalah di bandara, segera tlp Pak Abdul. Insya Allah beliau sudah siap karena sudah mengetahui jadwal terbangmu.



    Selamat mencoba.

    Semoga di mudahkan dalam segala urusan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih onfo tambahanya semoga bermanfaat

      Delete
  9. Informasi ini sangat bermanfaat. Hari ini, 1 agustus 2015, kami sekeluarga mendapatkan kasus yang sama. Kami tinggal di Kuala Lumpur Malaysia dan memiliki satu orang asisten rumah tangga (ART) asal Indonesia. Pengurusan dokumen ART telah dilakukan sesuai dengan prosedur Kerajaan Malaysia dan memiliki ijin resmi, termasuk asuransi dan proteksi kesehatan.

    Namun, pagi ini, ART kami hendak kembali ke Kuala Lumpur melalui Bandara di Lombok dan dia ditahan oleh oknum BP3TKI. Paspor "ditahan" dan tidak diijinkan berangkat sebelum mengurus KTKLN. Saya kemudian langsung menelpon oknum tersebut dan berbicara sebatas pengatahuan bahwa KTKLN sudah tidak diperlukan lagi. Kalaupun diperlukan, saya hendak disiapkan kuitansi resmi. Namun,pembicaraan tersebut diputus sepihak. Dan ART kami masih tertahan lebih dari 1 Jam.

    Biaya pengurusan yg diminta sebesar Rp. 400ribu. Ini adalah jumlah yang sangat besar untuk ART kami yg saat ini hanya membawa cash sedikit. Saya sendiri ragu dengan keseriusan oknum ini saat berbicara via telpon dan saat saya meminta disiapkan kuitansi dan bukti lain.

    Beruntung, saya temukan informasi no telpon Pak Abdul (dari LBH) 081229033381 dan berbicara singkat dengan beliau.

    Pak Abdul menawarkan diri untuk berbicara langsung dengan ART kami dan oknum tersebut.

    Singkat kata, ART kami bisa berangkat tanpa masalah.

    Beberapa point yang bisa saya sampaikan:

    1. Jangan sekali-kali kompromi dengan hal yang terindikasi pungli. Terlebih jika tidak ada bukti resmi seperti Kuitansi.

    2. Kalau disiapkan Kuitansi, pastikan itu tertulis dengan JELAS dengan tanda-tangan dan NAMA petugas.

    3.Jika memungkinkan, ingat dan catat nama petugas yg terlihat di name-tag baju tugas. Ini penting sebagai antisipasi lanjutan.

    4. Petugas BP3TKI tidak berhak melakukan pencekalan. Karena pencekalan hanya bisa dilakukan hanya dengan SURAT RESMI. Dan sangat tidak mungkin pihak BP3TKI mempersiapkan itu dalam waktu singkat.

    Saya berterima kasih atas bantuan Pak Abdul yg berkenan memberi penjelasan singkat dan menawarkan bantuan kepada ART kami lewat telpon.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih banyak, Pak atau Ibu sudah berbagi pengalaman di sini.
      Saya masukkan ke dalam artikel isi komennya.

      http://www.feranuraini.com/2015/08/hampir-gagal-terbang-karena-ktkln.html

      Delete
  10. Kalau untuk bandara juanda surabaya, berapa nomer tlp yg bisa dihubungi jika terjadi mslh soal ktkln,terima kasih

    ReplyDelete
  11. Hari ini saya kerepotan mengurus kartu yg satu ini, bolak balik tanpa hasil. Sy melamar lewat internet dan sudah ada visa. Tapi pihal bp3tki mengahruskan yg penyedia link nya yg dtng ke bp3tki buat urus saya :(
    Habis tenaga dan biaya tp ga ada hasil. Tmn2 ada solusi gak tolong !

    ReplyDelete