Imigrasi

Tips Menghadapi Pemerasan Terhadap BMI

3:45 PM


Foto: Sindownew.com

Banyaknya buruh migran yang masih dijadikan ajang pemerasan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, mau tidak mau harus kita lawan dengan memulai dari diri kita sendiri. Memang tidak mudah menghadapi mereka, rasa takut dan gemetar akan menjalari kita saat sudah kepepet di tengah waktu yang sempit, kususnya bagi para BMI yang akan terbang ke luar negeri.

Saya mencoba memberi beberapa tips semoga saja bermanfaat buat kawan migran yang hendak pulang atau berangkat.

Bergaya Sesantai Mungkin

Memang tidak mudah kita bersikap santai seolah tidak terjadi apa-apa sedangkan kita sudah tahu kalau di depan kita ada tikus berwujud manusia yang siap melahap kita. Berusahalan tetap santai, atur nafas agar saat kita mengeluarkan suara tidak terdengar parau atau bergetar. Pandang dia, jangan menunduk, karena dengan menunduk akan memperlihatkan kalau kita ketakutan.

Bersikap Tegas

Dengan bersikap tegas, orang yang akan memalak kita akan berfikir dua kali untuk meneruskan aksinya. Ambil contoh saat di bandara dimintai uang karena tidak punya KTKLN. Katakan kepada oknum tersebut, “Saya akan memberi Anda uang tapi dengan syarat, Anda harus mau saya foto saat saya menyerahkan uang. Beri saya kwitansi  sebagai bukti dengan stempel lengkap.” Ini akan membuat dia berfikir ribuan kali untuk meneruskan aksinya.

Manfaatkan Gadget di Tangan

Hampir semua BMI pasti mempunya hape yang sudah canggih, bisa untuk Facebook dan bermedia sosial lainnya. Manfaatkan gadget Anda sebaik mungkin untuk merekam setiap kejadian yang menurut Anda layak untuk dilaporkan ke khalayak umum. Ingat! Dengan menyuarakan kasus yang  pernah merugikan kita dan itu berhubungan dengan banyak orang, kita sudah membantu mencengah terulangnya kembali kejadian serupa yang akan menimpa orang lain setelah  kita.

Melapor ke Pihak Terkait

Ini yang agak susah karena kita sudah terlanjur apatis dan tidak percaya terhadap aparat keamanan di negeri ini. Banyak kasus  didiamkan karena mereka memilih diam. Mereka enggan melapor karena prosesnya akan lama sekali dan berbelit-belit dan akan memakan uang banyak untuk wira-wiri. Beda sama Hong Kong, saat ada kasus bisa segera telpon ke 999, jarak beberapa menit Polisi pasti akan datang dan kasusnya bisa segera ditangani mereka. Bagaimana dengan kita.

Capede banyanginnya. Makanya lebih enakan diam. Tapi paling tidak kita punya harapan karena semua nomor telpon menteri di kabiet baru yang bernama Kabinet Kerja sudah terpampang di internet. Ambil contoh, misalnya kita bermasalah dengan pihak Imigrasi. Imigrasi itu lembaga di bawah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia. Langsung saja kita SMS kepada Menteri terkait dan laporkan oknum tersebut agar segera ditindak. Menkumham saat ini adalah Yosanna H Laoly  +62 811 888 719

Kita harus sadar bahwa masih banyak sekali orang-orang yang notabene sesama warga Indonesia yang tetap menganggap bodoh para buruh migran yang bekerja di luar negeri. Mereka tetap menjadikan kita ladang untuk mendapatkan uang karena menurut mereka kita orang lugu, penakut dan mudah diperas serta tidak akan buka suara.

Ini era teknologi, di mana semua orang bisa menjadi “wartawan” bagi dirinya sendiri dan orang sekeliling. Mari menyuarakan ketikadilan yang selama ini masih menimpa banyak sekali saudara BMI kita.   Jangan takut bersuara atau  kita akan tertindas lebih lama.





You Might Also Like

7 komentar