bmi hongkong

Cerita Erwiana di Persidangan, Ke Toilet Saja Diikuti Pengacara Law Wan Tung

3:29 PM

Persidangan Erwiana
Foto: Sam Tsang

Sidang final kasus penganiayaan terhadap Erwiana hari ini, Selasa, 10 Februari 2015 digelar.  Hakim Amanda menyatakan Law Wan Tung bersalah atas 19 dakwaan dari 21 dakwaan. Law Wan Tung juga harus masuk tahanan untuk menunggu vonis hukuman yang dijadwalkan pada 27 Februari 2015 jam 9.30 pagi.

Hakim meminta  pengacara mantan  majikan Erwiana untuk mengajukan pembelaaan dan membawa Law Wan Tung ke psikiater. Hakim memberitahu bahwa semua dakwaan terhadap Law Wan Tung berkategori berat dan membutuhkan pengajuan pembela sebagai bahan pertimbangan untuk diringankan.

Hakim juga mengharuskan Law Wan Tung membayar hak gaji dan libur yang tidak diberikan sebesar HK$ 28.000 (sekitar Rp 45 juta) dalam waktu 28 hari. Hakim memutuskan untuk mencabut tahanan luar dan meminta Law Wan Tung untuk menunggu vonis di penjara.

Begitu keluar dari ruang sidang Erwiana langsung sujud syukur sebagai ucapan terima kasih  dan menangis bahagia.

Sebelumnya, Minggu 8 Februari 2015, bertempat di KUC Space, Jordan diadakan acara doa bersama untuk kelancaran sidang Erwiana dan juga Anis (jarinya dipotong majikan). Doa ini dihadiri oleh 100 lebih buruh migran dari berbagai organisasi yang ada di Hong Kong.

Saat Erwiana diberi waktu untuk berkisah mengenai kasusnya dan persidangan yang dia jalani, dengan terisak Erwiana mengaku bahwa beban yang dia rasakan sangat berat dan dia tidak yakin apa bisa melewati semuanya sendirian. Tetapi berkat dukungan yang begitu luas utamanya dari sesama buruh migran, dia akhirnya bisa tegar dan kuat serta punya semangat tinggi untuk memenangkan kasusnya.

Erwiana juga bercerita selama di persidangan bahwa untuk ke toilet saja dia selalu diikuti oleh pengacaranya Law Wan Tung. Selain itu, semua kesaksian Erwiana selalu dipatahkan oleh sang pengacara.

Erwiana juga berkisah saat pulang ke Indonesia, dia diberi baju 6 lembar oleh majikannya agar terlihat gemuk dan memakai pampers karena tidak memungkinkan untuk ke toilet serta diberi uang Rp 100 ribu dan ditambah ancaman agar tidak melapor ke siapapun kalau tidak ingin keluarganya di kampung halaman celaka.

"Majikan bingung kenapa saya bisa menjawab semua pertanyaan dalam persidangan padahal dulunya saya bodoh.  Saya heran dengan pengacara majikan yang selalu curiga sampai kemana-mana saya diikuti, bahkan ke toilet juga diikuti." ungkapnya.

Tidak ada perjuangan yang sia-sia. Perjalanan Erwiana sampai detik ini memanglah tidak mudah dan sangat penuh liku. Ancaman, tekanan dan intimidasi dari berbagai pihak bahkan dari pemerintah dia terima tetapi Erwiana tetap bertekat bahwa keadilan harus ditegakkan.

BNP2TKI, PJTKI, Agen dan pemerintah sejak awal terus menekan Erwiana dan keluarganya agar mengalah dan tidak membawa kasus ini ke persidangan. Tetapi berkat bantuan Mission For Migrant Worker ditambah dengan dukungan para buruh migran serta masyarakat internasional yang tahu kasus ini, Erwiana kukuh dan tidak tergoda, dia tetap maju untuk menuntut keadilan.

Kita masih menunggu sampai tanggal 27 Februari 2015, berapa lama kira-kira vonis terhadap Law Wan Tung? Semoga hakim benar-benar adil dalam memberikan hukuman untuknya dan bisa jadi pelajaran bagi majikan agar tidak semena-mena dalam memperlakukan pekerjanya.

You Might Also Like

1 komentar

  1. yang semangat mbak Erwiana..
    hukumlah seberat beratnya..

    ReplyDelete