Agen serakah di Hong Kong

Aksi Solidaritas Warga Lokal untuk Elis Kurniasih dan Serakahnya Agen SUNLIGHT

9:12 PM

Solidaritas dari beberapa perwakilan organisasi lokal
Minggu, 22 Maret 2015, ratusan buruh migran kembali turun ke jalan untuk menuntut agar Agen SUNLIGHT segera ditutup. Aksi ini diawali dengan doa bersama lintas agama dan juga diadakan posko terbuka bagi BMI yang ingin mengadukan permasalahan dengan Agen Sunlight, seperti penahanan dokumen dan overcharging.

Pukul 14.30, massa memenuhi depan KJRI dengan pengawalan polisi. Dukungan dari warga lokal yang peduli dan prihatin atas kasus yang menimpa Elis datang dari 54 organisasi lokal warga Hong Kong. Bergantian mereka memberikan orasi di depan KJRI dan di bawah kantor Agen Sunlight. Turut hadir dalam aksi ini, Long Hair, anggota Legislatif Hong Kong yang memang sangat peduli dengan kasus-kasus yang sering menimpa buruh migran, termasuk kasus Erwiana yang sempat heboh awal 2014.

Agen Sunlight adalah Agen yang paling banyak dikeluhkan oleh BMI dan sudah sejak lama Agen ini menjadi hantu para BMI, khususnya BMI yang baru pertama kali masuk ke Hong Kong. Penahanan dokumen dan perampasan uang saat diinterminit oleh majikan serta galaknya staf di Agen menjadi keluhan mereka. Tetapi entah kenapa, Agen  ini seakan kebal dan KJRI sendiri pun tutup telinga.

Kasus kecelakaan yang merenggut Elis Kurniasih adalah puncak kemarahan BMI. Tetapi anehnya, Agen masih saja berkelit bahwa kecekalaan itu adalah musibah dan bukan kelalaian. Padahal, kalau boarding house  yang diperuntukkan untuk BMI yang sedang menunggu visa atau menunggu dijemput majikan fasilitasnya baik dan memadai, kejadian ini tidak mungkin menimpa Elis.

Sampai saat ini, Agen masih beroperasi. Saat perwakilan BMI dan warga lokal naik ke kantor diantar polisi, ada staf yang duduk manis di dalam. Saat ada BMI yang ingin mengambil paspor, Agen dengan galak menolak dengan alasan dia masih potongan gaji.


JBMI melaunching posko pengaduan sejak tanggak 17 Maret 2015 dan pengaduan mereka yang paling parah adalah soal akomodasi, antara lain

  1. Tidur di lantai dan ruangan sempit dan sesak dengan 30 orang lebih
  2. Kasur terbatas dan banyak kutu
  3. Tidak ada selimut
  4. Makanan terbatas, lebih sering beli sendiri
  5. Kompor sering dimatikan, jadi tidak bisa memasak
  6. Tidak boleh memakai lift saat naik turun
  7. Diperkerjakan di China saat menunggu visa dengan gaji HK$ 500 per bulan
  8. Tidak dijinkan keluar bagi BMI yang baru masuk ke Hong Kong
  9. Membuang tas atau barang milik BMI
  10. Menolak menolong ketika majikan jahat
  11. Biaya tingga rata-rata $100 per hari, 14 hari bayar $800, sebulan $1500 - $ 2500

Begitulah kelakuan Agen SUNLIGHT. Bahkan perwakilan organisasi lokal Hong Kong  mengaku heran, kenapa sampai detik ini, para pekerja rumah tangga asal Indonesia tidak diijinkan mengurus kotrak mandiri oleh KJRI, padahal pekerja dari Negara lain bisa dengan leluasa mengurusnya.

Aksi di depan KJRI

Di bawah building Agen Sunlight
Pintu masuk Agen Sunlight

Rally dari depan KJRI ke North Point

Kesedihan kami atas meninggalnya Elis

Diantar beberapa polisi dan solidaritas warga lokal menempelkan statemen di depan Agen Sunlight

Justice for Elis
Pintu tertutup rapat, staf terlihat dari pintu kaca

Elis, kami akan terus memperjuangkan hakmu

Bagi BMI di Hong Kong dan kebetulan Agennya SUNLIGHT, jangan takut  untuk melapor dan bersuara. Karena suara Anda akan sangat membantu kawan yang lain.


Hubungi kami jika butuh bantuan







You Might Also Like

0 komentar