Agen SunLight

Beberapa Modus Agen SUNLIGHT

3:22 PM


Foto: Sringatin
Kasus Elis Kurniasih memunculkan keberanian bagi buruh migran untuk bersuara mengenai perlakuan Agen yang diterima para BMI kususnya BMI di bawah naungan Agen Sunlight. Beberapa modus Agen Sunlight yang menjadi hantu sekian tahun lamanya dan tetap bertahan sampai saat ini adalah

Agen Meneror Majikan

Modus paling mengerikan adalah saat BMI akan selesai potongan gaji, Agen menelepon majikan dan menawari pekerja baru dengan iming-iming pekerja baru lebih pintar dalam segala hal, seperti memasak, bersih-bersih, menjaga anak atau manula dan pintar bahasa Kantonis. Bagi majikan yang lemah iman, teror seperti ini akan dilayani yang akhirnya si majikan akan mem-PHK pekerjanya saat dia selesai potongan gaji atau bahkan masih beberapa minggu bekerja.

Si BMI diantar ke kantor Agen untuk hitung-hitungan sisa gaji dan di sinilah Agen akan merampas semua hak BMI seperti uang cuti tahunan, sisa gaji bulanan dan uang tiket. Jika melawan, BMI akan diancam tidak akan dicarikan majikan baru atau akan dipulangkan ke Indonesia

Agen Mata Duitan

Saat BMI diinterminit majikan dan diantar ke Agen, uang yang seharusnya menjadi milik BMI akan dirampas oleh Agen, kalau berontak, Agen akan mengancam tidak akan mencarikan majikan baru. Takut? Sudah pasti BMI ketakutan kalau diancam seperti ini.

BMI ke Hong Kong untuk bekerja mencari uang agar bisa membantu keluarganya di kampung halaman dan bagi BMI yang masih baru pertama kali di Hong Kong, jika diperlakukan seperti ini, dia tidak akan berani melawan, karena Agen adalah “dewa” penolong pertama dan doktrin seperti ini mereka dapat saat di PJTKI.  Jadi, penolong pertama  yang harus dihubungi jika mengalami kesulitan adalah Agen.  Inilah doktrin dari PJTKI yang tetap berlaku sampai saat ini.

BMI kembali hidup di Agen untuk mencari majikan baru, dia harus potong gaji lagi meskipun sebelumnya potongan gaji sudah luas. So, jangan heran, sekali lagi, jangan heran jika ada kawan kita yang sudah berada di Hong Kong 2 tahun atau bahkan 4 tahun, dia belum bisa mengirim uang ke kampong halaman. Yak arena uangnya habis untuk bayar ke Agen.
  
Agen Menaham Dokumen

Banyak sekali Agen yang sangat suka menahan dokumen BMI. Alasannya pun beragam, takut untuk hutang bank, takut pindah agen, takut hilang dan alasan tak masuk akal lainnya agar BMI mau memberikan dokumennya kepada Agen. Anehnya, banyak juga majikan yang manut kepada Agen saat pekejanya diminta menyerahkan Paspor dan kontrak kerja kepada Agen.

Tahukah Anda, bahwa dokumen itu adalah “nyawa” kita saat bekerja di luar negeri. Yang berhak memegang adalah kita sendiri, bukan majikan apalagi Agency. Mintalah dokumen itu, kalau dilarang atau dibentak, laporkan ke polisi untuk membantu mengambilkannya.

Perlu diketahui juga, bahwa Agen sering lalai karena banyaknya BMI yang diurusi. Ada yang karena dokumen ditahan Agen, si BMI sampai mengalami Overstay, siapa yang rugi? Kita sendiri.

Maka jangan takut untuk melawan Agen seperti ini, lawan! Jika takut, bisa menghubungi organisasi buruh migran untuk meminta bantuan.

Agen tidak Bertanggung Jawab

Kebanyakan Agen hanya memikirkan keuntungan dari buruh migran tanpa memikirkan pelindungan jika BMI mengalami masalah.  Jangankan perlindungan, makanan atau tempat tinggal bagi BMI yang menunggu visa atau dijemput majikan pun sangat meprihatinkan. Elis adalah contoh nyata bagaimana buruknya fasilitas yang diberikan Agen untuk BMI. Padahal uang yang diterima Agen dari majikan untuk mengambil seorang pekerja tidak sedikit, pun juga uang yang harus dibayar oleh BMI saat mencari majikan, jumlahnya juga tidak sedikit.

Seperti yang katakana oleh Sringatin selaku coordinator Jaringan Buruh Migran Indonesia, Agen besar seperti Sunlight tidak akan bisa dicabut ijinya hanya berdasarkan laporan 10 atau 50 orang, tapi perlu 1000 orang untuk serentak melaporkan ke KJRI dan Labour Hong Kong bahwa agen Sunlight adalah agen bermasalah dan memperlakukan buruh migran Indonesia tidak selayaknya seperti manusia.

Pelecehan yang dilakukan oleh Agen ini karena memandang kita hanya sebagai babu, PRT, kungyan dan orang miskin serta perempuan desa. Harga diri kita sebagai manusia telah diinjak-injak sesuka mereka. Penderitaan ini harus dihentikan. Hanya persatuan dan perjuangan serta usahalah yang bisa membuat harapan kita bisa diwujudkan. KJRI sudah jelas terbukti tidak berada dipihak kita.

Sekali lagi buat teman-teman yang paspor dan kontrak kerjaya ditahan oleh agen Sunlight segera melaporan dan mari kita minta bersama-sama.

Silahkan melaporkan ke nomer-nomer berikut :

May : 91366675
Astrid: 93127246
Fafa: 9179 0916
Ella: 95810985
Dwi: 94480002
Rosi : 96087545
Yima : 5544-2479
Muthi : 5645-1991
Ayu : 5400-7137
Andri: 94396461








You Might Also Like

0 komentar