Agen SunLight

Tragedi Elis dan Kemarahan Buruh Migran Terhadap Agen dan KJRI

3:18 PM


Foto: Sringatin JBMI

Elis Kurniasih telah meninggal pada tanggal 16 Maret 2015 sore setelah 6 hari koma akibat tertimpa balok semen seberat 60 kg penyangga AC di boarding house Sunlight Employment Agency di North Point.

Elis meninggal bukan karena musibah biasa tetapi sebuah tragedi yang terjadi karena beberapa sebab, diantaranya

*Majikan bekerjasama dengan agen untuk menempatkan Elis disana
*Agen yang menempatkan Elis di rumah kumuh tidak layak huni
*Pemerintah Indonesia yang memaksa semua Buruh Migran untuk proses melalui agen
*Pemerintah Hong Kong yang tidak memperketat peraturan terhadap agen

Untuk menutupi kesalahannya, agen Sunlight mengaku telah memberikan uang HK$50.000 melalui KJRI. Setelah didemo, agen langsung memposting foto-foto boarding house yang telah dirombak sehingga nampak lebih baik. Upaya ini semakin menunjukan bahwa agen berusaha menutupi tindakan salahnya. Sementara KJRI justru berusaha menjadi penengah dan membiarkan tindakan kriminal agen Sunlight.

Setelah kejadian Elis yang menyebar di media sosial Facebook, para BMI di bawah naungan Agen Sunlight mulai bersuara mengenai perlakuan yang mereka terima selama ini. Bahkan, hanya dalam waktu dua hari saja, Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI) telah mendapat laporan sebanyak 50 kasus yang kesemuanya berhubungan dengan agen Sunlight. Ini berbanding terbalik dengan KJRI, menurut salah satu stafnya, sampai saat ini, tidak ada satu pun laporan masuk dari BMI mengenai Agen Sunlight setelah kasus yang menimpa Elis menyebar.

Beberapa BMI datang kepada  organisasi di bawah naungan JBMI untuk melaporkan bahwa mereka telah mengalami pelanggaran yang dilakukan oleh agen. Pelanggaran yang dialami termasuk biaya agen yang tinggi, penyitaan paspor atau penahanan dokumen, mengambil uang terminitan, menolak untuk membantu BMI, mendapatkan majikan yang jahat, akomodasi yang tidak manusiawi dan akhirnya menyebabkan tragedi seperti yang dialami Elis.

Sebagai bentuk kemarahan dan kegeraman buruh migran, Minggu, 15 Maret 2015, 300 BMI lebih melakukan aksi demo di bawah gedung Agen Sunlight. Aksi berlanjut setelah kabar duka menyebar bahwa Elis telah menghembuskan nafas terakhir pada Senin sore (16 Maret 2015). Aksi dilakukan Selasa, 17 Maret 2015 atau siang ini pukul di bawah gedung Agen Sunlight.

Kondisi penampungan agen setelah kejadian

KJRI sendiri masih akan menunggu penyelidikan kasus Elis meskipun banyak seruan yang meminta agar Agen ini segera ditutup. Dalam orasinya, Sringatin dan beberapa perwakilan organisasi buruh migran mengajak kawan-kawan yang saat ini di bawah naungan Agen Sunlight agar berani melapor dan bersuara atas perlakuan yang mereka terima.

Himbauan bagi BMI di menggunakan jasa Agen Sunlight, mari kita hukum agen ini, caranya;

·Jangan membayar potongan gaji bagi BMI yang masih dalam masa potongan gaji
·Segera ambil paspor atau dokumen yang masih ditahan oleh Agen, kalau tidak berani, silahkan menghubungi organisasi.
·Jika ada saudara dari Indonesia yang ingin ke Hong Kong dan disalurkan lewat Agen Sunlight, segera minta dia keluar dari Agen ini dan minta ke pihak PJTKI agar memutuskan kerjasama dengan Agen Sunlight, segera!.

Yang ingin melapor tentang buruknya pelayanan Agen, silahkan menghubungin nomer ini
May : 91366675 
Astrid: 93127246
Gonet: 9179 0916
Sumber: 9166 9454
Ella: 95810985
Dwi: 94480002
Rosi : 96087545
Yima : 5544-2479
Muthi : 5645-1991
Ayu : 5400-7137

You Might Also Like

2 komentar

  1. Trs yg mc prses d bording house sn yg dmakao gmn nsibx lok agen ttup ..


    Sbnrx sunligth jg pnya ssi baik....slma di mkao tgg jwb. Ad tmpt tinggal sndri....mkn sllu ad wlo kdang cm djtah blnja 100 utk 2x menu siamg dan mlm.... . .Krn dl sy ndk agen laen bording dtitipin dah mkn sllu kurang.....



    Tp burukx sunligth......typ x hbs ptongan mrka akn tlp mjikan...dan blg(tima le cece ho ho a.....sai em sai coi wun cece a.....otei wui pong le wan hoti)

    ReplyDelete