daging babi hongkong

Hati-hati, Beli Nasi Soto Dagingnya Babi

4:15 PM



Sapi atau babi?

Siang ini, karena ingin makan makanan yang berkuah, saya pun memilih menu soto daging Madura, seperti yang  tertulis dalam kotak nasi  berbentuk bulat yang disusun rapi di meja salah satu Toko Indonesia di Pasar Wan Chai (Pasar yang jalan ke arah masjid).

Kotak ini isinya cuma nasi dan sayur kubis ditambah telur irisan kecil, kayaknya sih satu telur dibagi lima atau enam, soalnya tipis banget.  Setelah nasi dipanasi di microwave oven, saya pun menuang kuah yang berisi daging ke dalam kotak lalu mencampurnya dengan sambal dan kecap.

Saya lalu beranjak naik ke atas, karena di toko ini tidak menyediakan tempat untuk pembeli makan. Saat sudah duduk manis mulai makan satu sendok, lalu menyendok daging dan mengunyahnya, saya mulai merasa ada yang tidak beres dengan daging yang saya amati dan yang sedang saya kunyah. Saya merasa ini bukan daging sapi tetapi daging babi.

Karena ragu, saya pun mendekati beberapa mbak-mbak sesama BMI yang lagi bergerombol sambil makan, saya bertanya ke mereka, menurutnya ini daging apa,

“Mbak, menurut sampean, ini daging apa?” Tanya saya

“Heh, mbak, ini kok kayak daging babi ya.” Jawab mereka sambil menyendok-nyendok daging untuk melihat agar lebih jelas.

“La iya, makanya saya curiga, kalau sapi kok kayak gini.” Jawab saya.

“Ini kayak itu lo mbak, baikwat, yang untuk di steam itu lo.” Jawab mbak yang duduknya paling pinggir dekat saya.

“Iya mbak, itu bukan sapi, mungkin sapi dicampur babi, tapi yang ini babi.”  Jawabnya lagi

“Saya beli di bawah itu lo mbak, coba tak tanyain ke penjualnya, tapi paling gak ngaku kalau beneran ini babi.” Jawab saya.

Saya pun beranjak turun kembali ke toko di mana saya beli nasi tersebut. Dan seperti yang sudah saya duga, saat saya bilang kalau ini daging babi, penjual mengelak, itu bukan babi tapi sapi.

Lalu penjual menelepon orang yang membuat nasi soto tersebut untuk tanya, daging sotonya daging apa, ya pastilah dijawab itu daging sapi. Penjual itu sambil telpon sambil ngomong ke saya, kalau katanya belinya daging di Causeway Bay, menawari saya apa mau dibawa ke toko dagingnya biar percaya. Saya pun menolak dan menjawab tidak usah.

“Gak usah, Ce. Tapi saya yakin ini bukan daging sapi. Kalau daging sapi bukan kayak gini. Ini rasanya gak kayak daging sapi, baunya bukan daging sapi.“ jawab saya sambil berlalu dari toko itu. Saya lalu turun dari pasar dan membuang nasi itu ke tempat sampah. 

Saya bukan orang yang anti makanan luar atau jajan di luar, tapi saat ada yang tidak beres, feeling langsung bekerja bahwa makanan itu pasti ada yang tidak beres. Saya tidak akan menuduh semua penjual itu curang, tetapi kalau benar itu daging babi, seperti yang saya dan beberapa teman-teman yang saya tunjukkan penampakan dagingnya  tersebut, saya berharap, semoga penjual yang menyediakan nasi di toko-toko Indonesia sadar dan paham, bahwa tidak seharusnya membohongi konsumen sampai segitunya.

Okelah semua tahu, bahwa daging sapi di Hong Kong mahal, tetapi ya jangan lalu diganti dengan daging yang lebih murah, apalagi daging itu tidak boleh dimakan oleh orang muslim (sorry buat yang bukan muslim).

Saya kembali mengingatkan buat teman-teman di Hong Kong khususnya, yang sering membeli makanan di luar saat libur, hati-hati, dan sebaiknya dicek dulu sebelum makanan itu masuk ke perut kita. Dan untuk nasi soto yang saya beli ini, saya kembalikan ke pembaca, silahkan menilai ini daging apa.

Sapi atau babi?
Sebelum saya posting tulisan ini, saya bertanya ke beberapa orang Hong Kong di dekat saya, ini daging apa, dan semuanya menjawab kalau ini adalah daging babi, tanpa ragu atau bertanya apakah ini sapi atau babi. So, hanya Allah yang tahu, daging apa sebenarnya ini.














You Might Also Like

10 komentar

  1. Selain babi, dalam QS16:115, Allah juga haramkan darah, bangkai dan hewan yang dipotong tanpa nama Allah. Meskipun daging sapi atau daging ayam, kalau tak dipotong secara halal, maka akan menjadi haram.

    Sebaiknya dihindari tempat yang menyajikan makanan tak halal (haram). Semoga Allah mudahkan kita berjuang meninggalkan tempat makanan yang tak halal, dan membalas pengorbanan kita dengan pahala berlipat, aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena di HK, susah mencari makanan halal

      Delete
  2. Besok lg tukune nasi pecel wae mbak...sehat dan aman :) btw nang HK ono po ra?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada, tapi rasane kurang greget, mbak Edi :D

      Delete
  3. Replies
    1. Iya, mas Yoga.
      Jadi kapok makan di luar

      Delete
  4. Alow mba boleh minta emailnya.mohon email ke saya di nata.mandiri@gmail.com..thanks ya

    ReplyDelete
  5. Waduuh, serem. Tp klo di LN emang gitu sih, kudu ati2 banget soal makanan halal. Semoga kamu selalu dilindungi ya mbaaa... Hugs!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak, warung Indo aja ada yang curang, apalagi yang punya orang HK :D
      Amiin, makasih mak. Hugs

      Delete