69 tahun BNI

Peran BNI Bagi Buruh Migran di Hong Kong

2:51 PM

Suasanan BNI Hong Kong saat Minggu. 
Sebagai buruh migran di luar negeri, mengirim uang adalah aktifitas yang sering dilakukan paling tidak sebulan sekali. Mengirim uang untuk kebutuhan keluarga di kampung halaman untuk anak sekolah atau untuk orang tua. Pun juga dengan saya, mengirim uang untuk kedua orang tua dan juga   untuk menabung di tabungan sendiri menjadi hal yang wajib saya lalukan setiap bulan setelah menerima gaji dari majikan.


Sepertinya BNI sangat paham akan kebutuhan para buruh migran di Hong Kong yang jumlahnya 150.000 lebih dan transaksi pengiriman uang para buruh migran dari Hong Kong  ke Indonesia tak bisa dianggap remeh dan sedikit.

ATM BNI, Mudah, Cepat dan Hemat

Saya beruntung sekali karena di Hong Kong ada BNI dan yang membuat saya sangat bersyukur adalah sejak Agustus 2014, BNI Hong Kong menyediakan mesin ATM untuk memudahkan transaksi bagi nasabahnya.  Ada bank-bank Indonesia lainnya di Hong Kong dan hanya BNI satu-satunya bank dari Indonesia yang menyediakan mesin ATM.  Jadi, jika sewaktu-waktu keluarga di rumah mendadak butuh uang dan  kita sedang tidak punya dolar untuk dikirim, kita tinggal datang saja ke ATM BNI yang bertempat di Causeway Bay atau Admiralty untuk transfer uang via ATM.

Jujur, saya baru membuka tabungan BNI saat saya mendengar BNI Hong Kong menyediakan mesin ATM. Wah, lumayan ini, bisa irit biaya transfer kalau sewaktu-waktu kirim uang, pikir saya. Namanya perempuan, di mana-mana pasti perhitungan. Sekali ngirim uang dengan biaya HK$ 30 kalau (misanya) sebulan harus ngirim ke Indonesia dua atau tiga kali sudah habis berapa ini? Masa mau transfer Rp 250.000 saja harus bayar ongkos kirim HK$ 30? Dengan adanya mesin ATM, saya bisa irit biaya kirim, apalagi Bapak saya rekeningnya juga BNI dan hampir 10 tahun menjadi nasabah setia, semakin mudah karena transfer sesama BNI gratis.

Di sisi lain, kebetulan saya lagi senang belanja online, ya meskipun saya lagi di Hong Kong, kadang mata ini sering lapar saat melihat barang-barang bagus seliweran di internet, pengennya segera memiliki. Dengan ATM BNI ini sangat-sangat membantu saya dalam bertransaksi untuk belanja online, jadi saya tidak perlu merepotkan orang rumah untuk minta bantuan transfer uang ke rekening yang saya tuju.

Pelayanan Ramah

Oh iya, bank BNI pelayanannya juga sangat ramah, mereka tidak membedakan nasabahnya, padahal kebanyakan nasabah di Hong Kong adalah Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang bekerja sebagai Pekerja Rumah Tangga (PRT), profesi yang dianggap sangat rendah. Staf BNI tetap profesional dengan tidak membedakan saya dan nasabah-nasabah lain yang seprofesi dengan saya, mereka melayani kami dengan baik dan memberi jawaban atas pertanyaan yang diajukan dengan ramah.

Oktober 2014, waktu saya ingin membuka tabungan di BNI Hong Kong cabang Causeway Bay, saya hanya membawa KTP Hong Kong dan KTP Indonesia. Saat saya tanya, bisa tidak membuka rekening dengan KTP Indonesia? Jawabannya tidak bisa karena posisi saya sedang di Hong Kong dan alamat yang dibutuhkan adalah alamat dan KTP Hong Kong. Saya diminta untuk  membawa paspor dan kontrak kerja.  Minggu depannya saya balik lagi dengan persyaratan yang lengkap. Saya diberi formulir untuk diisi dan dipandu mengisi apa saja, telaten sekali staf BNI ini. Jadi kesalahan bisa diminimalisir sesedikit mungkin karena dipandu agar lebih jelas.

Sebulan kemudian buku tabungan dan ATM sudah jadi. Saat ingin mengaktifkan ATM, staff BNI sangat sabar membantu kita mengaktifkan ATM yang masih baru, mengajari bagaimana transfer uang atau cek saldo, jadi ini sangat membantu sekali. Pengalaman saya saat menerima ATM lalu saya ingin mengaktifkan ATM, ternyata ATM saya belum aktif,  padahal sudah hampir 2 bulan. Akhirnya saya dibantu untuk membuat laporan ke BNI pusat tentang masalah yang saya alami. Minggu depannya saya balik lagi ke bank BNI dan mencoba untuk mengaktifkan ATM kembali, sayangnya masih gagal, sempat kecewa sih sebenarnya.


Saya lalu ingat kalau saya berteman dengan Facebook BNI Remittance Hong Kong, lalu saya telusuri wallnya dan akhirnya saya mendapat nomor pelayanan yang bisa dihubungi via WhatsApp.  Akhirnya  saya WhatsApp ke nomor BNI Hong Kong dan alhamdullilah responnya  sangat baik sekali. Saya diminta mengirim foto  buku tabungan, ATM dan KTP Hong Kong via WhatsApp untuk mencocokkan data.  Setelah saya kirim hari itu, besoknya saya dapat kabar bahwa laporan sudah dikirim ke BNI pusat dan sedang ditindaklanjuti. Beberapa hari kemudian saya mendapat kabar lagi bahwa ATM saya sudah  bisa aktif dan bisa dicoba untuk transaksi, saya menunggu hari Minggu  tiba karena hanya Minggu  saja saya bisa keluar ke Causeway Bay.

Saya juga salut dengan pelayanan BNI via WhatsApp, saat tidak bisa langsung membalas, mereka tak segan untuk meminta maaf karena sudah menunggu terlalu lama.


Sejak  ATM saya aktif,  kini saya bisa bertransaksi dengan sangat mudah via ATM BNI yang ada di Hong Kong. Saat Minggu, bisa dipastikan ATM BNI antriannya panjang sekali karena banyak buruh migran yang ingin transfer atau sekedar cek saldo. Dan enaknya ni, selalu ada petugas yang berjaga di mesin ATM untuk membantu kita-kita yang kesulitan menggunakan ATM. Meski tempatnya sempit, saya tetap setia antri untuk transaksi dengan ATM, soalnya lebih cepat dan hemat ongkos kirim. Sering banget saya melihat staf BNI yang lagi bertugas di dalam, menyuruh kita masuk ke dalam agar tidak kepanasan antri di luar.

“Mbak, masuk saja, mbak. Antri di dalam saja biar gak kepanasan di luar.” Kata staf BNI. Apalagi cuaca Hong Kong saat ini lagi panas-panasnya, staf BNI paham bagaimana panasnya di luar, jadi menyuruh kita masuk karena di dalam full AC.  


Suatu kali, saat saya antri untuk tranfer uang, iseng saya tanya ke staf  yang sedang sibuk membantu para BMI bertransaksi di mesin ATM. Saya menanyakan soal Internet  Banking, apakah saya bisa mengaktifkannya di Hong Kong, ternyata jawabannya “tidak bisa, mbak, harus mengaktifkannya saat di Indonesia.” Jawab staf tadi.


BNI, melayani dengan kesungguhan hati
Karena belum puas dengan jawabannya,  saya coba ngetwitt ke akun BNI untuk menanyakan hal yang sama, apakah saya bisa mengaktifkan layanan Internet Banking BNI dari luar negeri,   ternyata jawabannya pun sama, tidak bisa diaktifkan dari luar negeri. Jadi, saya harus mengaktifkannya di kantor cabang BNI yang ada di Indonesia. Saya menanyakan hal ini lewat akun Twitternya BNI di @BNI46 saat jam sudah menunjukkan  pukul 21.30 WIB lebih dan ternyata masih direspon oleh BNI, luar biasa pelayanan BNI bagi nasabahnya.

Dan satu lagi, BNI benar-benar sangat mengerti kebutuhan para buruh migran, salah satunya dengan mengadakan acara mudik gratis tahun ini. Bagaimana tidak semakin semangat dan cinta menabung di BNI?  
Mau mudik gratis? rajin nabung di BNI ya.

Selamat ulang BNI yang ke-69. Semoga semakin dicintai nasabahnya dan selalu memberikan yang terbaik untuk kami, baik nasabah yang di dalam negeri maupun yang di luar negeri. Saya semakin cinta dengan BNI.




You Might Also Like

13 komentar

  1. Reportase yang menarik dan menginpirasi !
    Salam Persahabatan !
    Dari One SM
    http://iwansmtri.blogspot.com/2015/07/kebersamaan-keluarga-bersama-bni.html

    ReplyDelete
  2. lha, foto penulisnya di atm mana ne kayak di facebook?
    he he he

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kasian yang lihat kalau foto yang nulis ikutan nebeng, kak :D

      Delete
  3. iya BNI sudah buka di Hongkong ya mbak, alhamdulillah ada mesin ATM nya jadi memudahkan pengiriman uang ya mbak, saya salut ada bank Indonesia di luar negeri, rasanya seperti perwakilan tanah air ikut ke sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, jadi memudahkan kita bertransaksi

      Delete
  4. topp memang bni - sy jadi makin bangga kerja di bni

    ReplyDelete
  5. mb fer kl misal e ak maw buk rek. trs ktp ku hk sm indo beda umur nnt kl maw ambil di indonesia ap bisa ya mb? mhn mksh mb

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa mbak, kan ambilnya pake ATM.
      Atau setelah pulang terus ke Indonesia, bank yang buka di HK ditutup trus buka rekening baru. Saya juga begini

      Delete
  6. Tp kan harus msukin dulu ke buku tabungan,,,mata uang nya kan dollar hongkong,,,nanti klo udah di kirim ke indonesia apa otomatis jdi rupiah,,,,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, otomatis jadi rupiah sesuai kurs saat kirim

      Delete
  7. Mbak fer kalau misal e ak mau buka, tapi ak gak punya ktp indonesia dan identitasku berbeda nanti kl ak ambil di indonesia bisa nggak mbak

    ReplyDelete